Kamis, 04 Jun 2026 22:30 WIB

Puji Pidato Jokowi di Rakernas Projo Soal Pilpres 2024, SCG: Pemikiran Negarawan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Mei 2022 16:42 WIB
Direktur Riset SCG, Arif Budi Santoso
Direktur Riset SCG, Arif Budi Santoso

selalu.id - Presiden Joko Widodo meminta semua pihak terutama para relawan pendukungnya untuk tidak terburu-buru dalam menentukan langkah politik untuk Pilpres 2024. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Rakernas V 2022 Relawan Pro Jokowi (Projo) di kawasan Borobudur, Magelang, Sabtu (21/5/2022).

Sikap Jokowi tersebut menuai apresiasi dari lembaga riset politik Surabaya Consulting Group (SCG). Menurut Direktur Riset SCG, Arif Budi Santoso, langkah Jokowi tersebut menunjukkan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah seorang negarawan karena melangkah berdasarkan urusan prioritas atau urgensi kebangsaan, bukan sekadar urusan perebutan kekuasaan.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gagar Otak dan Patah Tulang

"Kita perlu mengapresiasi Presiden Jokowi yang menempatkan urusan politik di belakang urusan pandemi dan pemulihan krisis ekonomi. Ini adalah sikap negarawan," ujar Arif.

Seperti marak diberitakan, dalam sambutan Rakernas Projo, Jokowi meminta para relawan untuk bersabar. Dia meminta para relawan tak buru-buru menentukan sikap untuk 2024. Persoalan-persoalan negara, menurut Jokowi, harus diselesaikan terlebih dahulu. Setelah itu barulah akan ada keputusan politik.

Arif mengatakan, terkait arah dukungan politik, bisa dibaca dari pidato Jokowi dalam momen Rakernas Projo bahwa pria asal Surakarta itu sedang melakukan pemetaan politik.

Jokowi, kata Arif, sedang mengirim sinyal dukungan namun dengan sikap hati-hati yang memberi ruang penafsiran sangat luas.

"Meskipun secara semiotika jelas, Jokowi saya kira cukup taktis dengan mengucapkan kode ‘meskipun mungkin yang kita dukung hadir di sini’. Tetapi tidak boleh terburu-buru. Kata Pak Jokowi, ojo kesusu, harap sabar," ujar Arif.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Jokowi mengirim pesan tetapi dengan pembatasan-pembatasan, yaitu dengan memakai kata ‘mungkin’, ‘hadir di sini’, dan ‘ojo kesusu’. Ini bahasa-bahasa yang membuka peluang penafsiran dukungan kepada sosok yang hadir di lokasi seperti Ganjar Pranowo, namun di saat yang sama menutup kemungkinan bahwa sikap Jokowi sudah final. Inilah hebatnya Pak Jokowi," ujarnya.

Dalam Rakernas Projo tersebut, Jokowi memang sempat melontarkan pernyataan menggelitik. "Urusan politik, ojo kesusu. Jangan tergesa-gesa. Meskipun...meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini," ujar Jokowi.

Arif memaparkan, sebagai sosok berlatar belakang Jawa, perilaku politik Jokowi yang hati-hati tersebut bisa jadi merujuk pada ungkapan “alon-alon waton kelakon”.

"Filosofi ini menyampaikan pesan tentang kehati-hatian dan waspada agar segala asa bisa terwujud," ujar Arif.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Artinya Pak Jokowi sedang melakukan pemetaan politik terhadap siapa calon-calon yang bisa meneruskan program yang telah dia rintis. Dalam proses pemetaan itulah, calon yang bisa memberi kepastian sevisi dengan program Jokowi bisa mendapat dukungan dari beliau," imbuhnya.

Terkait signifikansi dukungan Jokowi kepada salah seorang calon, menurut Arif, cukup besar. Sosok Jokowi masih digemari mayoritas rakyat. Tingkat kepuasan kepada Jokowi, meskipun fluktuatif di masa pandemi, relatif masih cukup tinggi di kisaran 70 persen.

"Jokowi juga pastinya memiliki infrastruktur politik, termasuk para relawan, yang bisa digerakkan. Siapa pun calon yang didukung Jokowi ibaratnya sudah selangkah lebih maju dalam kontestasi dibanding kompetitornya," pungkas Arif. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.