Selasa, 21 Jul 2026 19:43 WIB

Puji Pidato Jokowi di Rakernas Projo Soal Pilpres 2024, SCG: Pemikiran Negarawan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Mei 2022 16:42 WIB
Direktur Riset SCG, Arif Budi Santoso
Direktur Riset SCG, Arif Budi Santoso

selalu.id - Presiden Joko Widodo meminta semua pihak terutama para relawan pendukungnya untuk tidak terburu-buru dalam menentukan langkah politik untuk Pilpres 2024. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Rakernas V 2022 Relawan Pro Jokowi (Projo) di kawasan Borobudur, Magelang, Sabtu (21/5/2022).

Sikap Jokowi tersebut menuai apresiasi dari lembaga riset politik Surabaya Consulting Group (SCG). Menurut Direktur Riset SCG, Arif Budi Santoso, langkah Jokowi tersebut menunjukkan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah seorang negarawan karena melangkah berdasarkan urusan prioritas atau urgensi kebangsaan, bukan sekadar urusan perebutan kekuasaan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Kita perlu mengapresiasi Presiden Jokowi yang menempatkan urusan politik di belakang urusan pandemi dan pemulihan krisis ekonomi. Ini adalah sikap negarawan," ujar Arif.

Seperti marak diberitakan, dalam sambutan Rakernas Projo, Jokowi meminta para relawan untuk bersabar. Dia meminta para relawan tak buru-buru menentukan sikap untuk 2024. Persoalan-persoalan negara, menurut Jokowi, harus diselesaikan terlebih dahulu. Setelah itu barulah akan ada keputusan politik.

Arif mengatakan, terkait arah dukungan politik, bisa dibaca dari pidato Jokowi dalam momen Rakernas Projo bahwa pria asal Surakarta itu sedang melakukan pemetaan politik.

Jokowi, kata Arif, sedang mengirim sinyal dukungan namun dengan sikap hati-hati yang memberi ruang penafsiran sangat luas.

"Meskipun secara semiotika jelas, Jokowi saya kira cukup taktis dengan mengucapkan kode ‘meskipun mungkin yang kita dukung hadir di sini’. Tetapi tidak boleh terburu-buru. Kata Pak Jokowi, ojo kesusu, harap sabar," ujar Arif.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Jokowi mengirim pesan tetapi dengan pembatasan-pembatasan, yaitu dengan memakai kata ‘mungkin’, ‘hadir di sini’, dan ‘ojo kesusu’. Ini bahasa-bahasa yang membuka peluang penafsiran dukungan kepada sosok yang hadir di lokasi seperti Ganjar Pranowo, namun di saat yang sama menutup kemungkinan bahwa sikap Jokowi sudah final. Inilah hebatnya Pak Jokowi," ujarnya.

Dalam Rakernas Projo tersebut, Jokowi memang sempat melontarkan pernyataan menggelitik. "Urusan politik, ojo kesusu. Jangan tergesa-gesa. Meskipun...meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini," ujar Jokowi.

Arif memaparkan, sebagai sosok berlatar belakang Jawa, perilaku politik Jokowi yang hati-hati tersebut bisa jadi merujuk pada ungkapan “alon-alon waton kelakon”.

"Filosofi ini menyampaikan pesan tentang kehati-hatian dan waspada agar segala asa bisa terwujud," ujar Arif.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Artinya Pak Jokowi sedang melakukan pemetaan politik terhadap siapa calon-calon yang bisa meneruskan program yang telah dia rintis. Dalam proses pemetaan itulah, calon yang bisa memberi kepastian sevisi dengan program Jokowi bisa mendapat dukungan dari beliau," imbuhnya.

Terkait signifikansi dukungan Jokowi kepada salah seorang calon, menurut Arif, cukup besar. Sosok Jokowi masih digemari mayoritas rakyat. Tingkat kepuasan kepada Jokowi, meskipun fluktuatif di masa pandemi, relatif masih cukup tinggi di kisaran 70 persen.

"Jokowi juga pastinya memiliki infrastruktur politik, termasuk para relawan, yang bisa digerakkan. Siapa pun calon yang didukung Jokowi ibaratnya sudah selangkah lebih maju dalam kontestasi dibanding kompetitornya," pungkas Arif. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.