Rabu, 22 Jul 2026 01:35 WIB

Antre Berobat di RS BDH, Nenek Warga Manukan Jadi Korban Gendam, Perhiasan Raib

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Apr 2022 14:13 WIB
Korban saat menunjukkan bukti laporannya
Korban saat menunjukkan bukti laporannya

selalu.id- Seorang nenek bernama Pinarsih (69) warga Jalan Manukan Lor Surabaya menjadi korban kejahatan gendam usai menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada (RSUD BDH).

Akibat kejadian tersebut, Nenek yang mempunyai riwayat sakit jantung tersebut mengalami kerugian hingga 10,6 juta.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Pinarsih menjelaskan, pelaku kejahatan gendam tersebut berjumlah dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan.

Saat kejadian, Pinarsih menunggu antrean di depan Poli Mata RSUD BDH. Lalu tak berselang lama, pelaku pria yang diperkirakan berumur 40 tahun datang dan mengajak ngobrol Pinarsih. Ia pun menanyakan penyakit yang didera Pinarsih.

"Saya terus dijejali pertanyaan yang mengarahkan saya untuk mengiyakan apa yang disampaikan oleh laki-laki itu," ucapnya, Kamis (21/04/2022).

Saat asik mengobrol, tiba-tiba pelaku perempuan yang tampak lebih muda dari pelaku laki-laki datang dan ikut nimbrung bercerita.

Pelaku perempuan tersebut bercerita sedang ada masalah di pernikahannya. Seperti sudah direncanakan, pelaku laki-laki bermodus seperti orang pintar yang mampu menyelesaikan masalah dengan air dan doa.

"Pelaku yang laki-laki tersebut seolah-olah langsung bilang dapat menyelesaikan masalah perempuan itu dengan mendoakan, saya lalu disuruh beli air keluar. Karena kasihan ya saya beli di kantin terus saya kasihkan lagi," ujarnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Usai membelikan air, pelaku lantas membacakan doa dan menyuruh pelaku perempuan dan Pinarsih meminum air yang baru saja diberi doa tersebut.

Saat itu Pinarsih hanya merasakan bingung, karena selain mau disuruh membeli air, ia juga hanya nurut ketika disuruh meminum air yang diberikan pelaku.

"Kemudian pelaku laki-laki itu membacakan doa pada air mineral yang saya beli itu dan menyuruh meminumnya. Selanjutnya saya diminta mengambil air wudhu di kamar mandi," tegasnya.

Di kamar mandi inilah menurut Pinarsih, kedua pelaku itu mempreteli perhiasan emas miliknya terdiri 4 cincin dan 2 gelang dengan berat kurang lebih 15 gram serta mengambil uang di dalam dompetnya sejumlah Rp 1,3 juta.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Perhiasan emas dan uang milik saya kelihatannya dimasukkan pada tas kecil terus saya kayak orang bingung, mereka membaca doa dan menyerahkan kembali tas kecil dengan model yang sama," bebernya.

Namun, sesampai dirumah, bukannya perhiasan yang berada di tas yang dibawa Pinarsih. Melainkan sejumlah batu yang diberi wewangian. Atas kejadian ini, Pinarsih lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Benowo.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Benowo, Ipda Eddy Kris membenarkan kejadian tersebut. pihaknya saat ini telah melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.

"iya benar ada laporan. Masih kita dalami ya mas mohon bersabar semoga pelaku tertangkap," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.