Jumat, 05 Jun 2026 10:11 WIB

Antre Berobat di RS BDH, Nenek Warga Manukan Jadi Korban Gendam, Perhiasan Raib

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Apr 2022 14:13 WIB
Korban saat menunjukkan bukti laporannya
Korban saat menunjukkan bukti laporannya

selalu.id- Seorang nenek bernama Pinarsih (69) warga Jalan Manukan Lor Surabaya menjadi korban kejahatan gendam usai menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada (RSUD BDH).

Akibat kejadian tersebut, Nenek yang mempunyai riwayat sakit jantung tersebut mengalami kerugian hingga 10,6 juta.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Pinarsih menjelaskan, pelaku kejahatan gendam tersebut berjumlah dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan.

Saat kejadian, Pinarsih menunggu antrean di depan Poli Mata RSUD BDH. Lalu tak berselang lama, pelaku pria yang diperkirakan berumur 40 tahun datang dan mengajak ngobrol Pinarsih. Ia pun menanyakan penyakit yang didera Pinarsih.

"Saya terus dijejali pertanyaan yang mengarahkan saya untuk mengiyakan apa yang disampaikan oleh laki-laki itu," ucapnya, Kamis (21/04/2022).

Saat asik mengobrol, tiba-tiba pelaku perempuan yang tampak lebih muda dari pelaku laki-laki datang dan ikut nimbrung bercerita.

Pelaku perempuan tersebut bercerita sedang ada masalah di pernikahannya. Seperti sudah direncanakan, pelaku laki-laki bermodus seperti orang pintar yang mampu menyelesaikan masalah dengan air dan doa.

"Pelaku yang laki-laki tersebut seolah-olah langsung bilang dapat menyelesaikan masalah perempuan itu dengan mendoakan, saya lalu disuruh beli air keluar. Karena kasihan ya saya beli di kantin terus saya kasihkan lagi," ujarnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Usai membelikan air, pelaku lantas membacakan doa dan menyuruh pelaku perempuan dan Pinarsih meminum air yang baru saja diberi doa tersebut.

Saat itu Pinarsih hanya merasakan bingung, karena selain mau disuruh membeli air, ia juga hanya nurut ketika disuruh meminum air yang diberikan pelaku.

"Kemudian pelaku laki-laki itu membacakan doa pada air mineral yang saya beli itu dan menyuruh meminumnya. Selanjutnya saya diminta mengambil air wudhu di kamar mandi," tegasnya.

Di kamar mandi inilah menurut Pinarsih, kedua pelaku itu mempreteli perhiasan emas miliknya terdiri 4 cincin dan 2 gelang dengan berat kurang lebih 15 gram serta mengambil uang di dalam dompetnya sejumlah Rp 1,3 juta.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Perhiasan emas dan uang milik saya kelihatannya dimasukkan pada tas kecil terus saya kayak orang bingung, mereka membaca doa dan menyerahkan kembali tas kecil dengan model yang sama," bebernya.

Namun, sesampai dirumah, bukannya perhiasan yang berada di tas yang dibawa Pinarsih. Melainkan sejumlah batu yang diberi wewangian. Atas kejadian ini, Pinarsih lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Benowo.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Benowo, Ipda Eddy Kris membenarkan kejadian tersebut. pihaknya saat ini telah melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.

"iya benar ada laporan. Masih kita dalami ya mas mohon bersabar semoga pelaku tertangkap," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.