Kamis, 22 Okt 2026 00:01 WIB

Antre Berobat di RS BDH, Nenek Warga Manukan Jadi Korban Gendam, Perhiasan Raib

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Apr 2022 14:13 WIB
Korban saat menunjukkan bukti laporannya
Korban saat menunjukkan bukti laporannya

selalu.id- Seorang nenek bernama Pinarsih (69) warga Jalan Manukan Lor Surabaya menjadi korban kejahatan gendam usai menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada (RSUD BDH).

Akibat kejadian tersebut, Nenek yang mempunyai riwayat sakit jantung tersebut mengalami kerugian hingga 10,6 juta.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Pinarsih menjelaskan, pelaku kejahatan gendam tersebut berjumlah dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan.

Saat kejadian, Pinarsih menunggu antrean di depan Poli Mata RSUD BDH. Lalu tak berselang lama, pelaku pria yang diperkirakan berumur 40 tahun datang dan mengajak ngobrol Pinarsih. Ia pun menanyakan penyakit yang didera Pinarsih.

"Saya terus dijejali pertanyaan yang mengarahkan saya untuk mengiyakan apa yang disampaikan oleh laki-laki itu," ucapnya, Kamis (21/04/2022).

Saat asik mengobrol, tiba-tiba pelaku perempuan yang tampak lebih muda dari pelaku laki-laki datang dan ikut nimbrung bercerita.

Pelaku perempuan tersebut bercerita sedang ada masalah di pernikahannya. Seperti sudah direncanakan, pelaku laki-laki bermodus seperti orang pintar yang mampu menyelesaikan masalah dengan air dan doa.

"Pelaku yang laki-laki tersebut seolah-olah langsung bilang dapat menyelesaikan masalah perempuan itu dengan mendoakan, saya lalu disuruh beli air keluar. Karena kasihan ya saya beli di kantin terus saya kasihkan lagi," ujarnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Usai membelikan air, pelaku lantas membacakan doa dan menyuruh pelaku perempuan dan Pinarsih meminum air yang baru saja diberi doa tersebut.

Saat itu Pinarsih hanya merasakan bingung, karena selain mau disuruh membeli air, ia juga hanya nurut ketika disuruh meminum air yang diberikan pelaku.

"Kemudian pelaku laki-laki itu membacakan doa pada air mineral yang saya beli itu dan menyuruh meminumnya. Selanjutnya saya diminta mengambil air wudhu di kamar mandi," tegasnya.

Di kamar mandi inilah menurut Pinarsih, kedua pelaku itu mempreteli perhiasan emas miliknya terdiri 4 cincin dan 2 gelang dengan berat kurang lebih 15 gram serta mengambil uang di dalam dompetnya sejumlah Rp 1,3 juta.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

"Perhiasan emas dan uang milik saya kelihatannya dimasukkan pada tas kecil terus saya kayak orang bingung, mereka membaca doa dan menyerahkan kembali tas kecil dengan model yang sama," bebernya.

Namun, sesampai dirumah, bukannya perhiasan yang berada di tas yang dibawa Pinarsih. Melainkan sejumlah batu yang diberi wewangian. Atas kejadian ini, Pinarsih lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Benowo.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Benowo, Ipda Eddy Kris membenarkan kejadian tersebut. pihaknya saat ini telah melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.

"iya benar ada laporan. Masih kita dalami ya mas mohon bersabar semoga pelaku tertangkap," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).