Jumat, 18 Sep 2026 18:28 WIB

Jargas APBN Capai 29 Ribu Sambungan di Sidoarjo, Pemasangan Dipastikan Gratis

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 18 Sep 2026 17:53 WIB
KSP Dudung Abdurachman bersama Bupati Sidoarjo Subandi saat meninjau keandalan infrastruktur Jaringan Gas Bumi. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
KSP Dudung Abdurachman bersama Bupati Sidoarjo Subandi saat meninjau keandalan infrastruktur Jaringan Gas Bumi. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Jaringan Gas Bumi (Jargas) yang dibangun melalui pembiayaan APBN di Kabupaten Sidoarjo telah mencapai 29.961 sambungan rumah tangga (SR). Dari jumlah tersebut, sebanyak 22.994 SR tercatat sebagai pelanggan aktif.

Data tersebut disampaikan saat peninjauan pengoperasian Jargas untuk rumah tangga di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jumat (18/9/2026). Jargas tersebut dioperasikan PT Pertagas Niaga.

Baca Juga: PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Rata-rata konsumsi gas rumah tangga tercatat sekitar 11,5 meter kubik (m³) per SR setiap bulan. Pemanfaatan jaringan tersebut juga disebut menghasilkan efisiensi penggunaan LPG impor sekitar 2.404 metrik ton (Mton) per tahun.

Sementara alokasi pasokan gas untuk Jargas Sidoarjo mencapai 0,6 MMSCFD, dengan realisasi pemakaian sekitar 0,46 MMSCFD. Pasokan gas berasal dari Minarak Brantas Gas Inc. dan Husky-CNOOC Madura Ltd.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman mengatakan, pengembangan Jargas merupakan bagian dari program pemerintah yang terus dikawal agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

Menurutnya, pembangunan Jargas di Sidoarjo merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian terkait, SKK Migas, BGN, dan operator jaringan.

"Dan inilah hasil kerja nyata. Jerih payah, kerja keras yang sudah kita lakukan, yang kemudian akhirnya dinikmati oleh masyarakat kita," kata Dudung.

Ia menyebut penggunaan Jargas memberikan kemudahan bagi masyarakat karena pasokan gas tersambung langsung ke rumah dan tidak bergantung pada ketersediaan tabung LPG.

Dudung juga meminta operator menjaga keandalan jaringan dan kualitas pelayanan, baik bagi pelanggan lama maupun pelanggan baru.

"Khusus di wilayah ekspansi PGN di Sidoarjo, saya menambahkan satu permintaan kepada PT Perusahaan Gas Negara: jagalah keandalan jaringan dan kualitas layanan bagi pelanggan lama, sekaligus dengan bertambahnya pelanggan baru," ujarnya.

Dudung menegaskan pemasangan jaringan pipa untuk program tersebut tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta melapor apabila menemukan pihak yang meminta bayaran dalam proses pemasangan.

"Saya sebagai Kepala Staf Kepresidenan akan terus mengawal program ini sukses, program prioritas Bapak Presiden, sehingga tujuannya adalah Kabupaten Sidoarjo dapat mengoperasikan dengan baik dan masyarakat betul-betul akan menikmati program ini," katanya.

Sementara Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo menyambut baik program Jargas karena daerah tersebut merupakan kawasan industri dengan aktivitas usaha masyarakat yang besar.

"Karena Sidoarjo ini adalah daerah industri. Kita termasuk daerah dengan jumlah industri yang paling banyak di Jawa Timur. UMKM kita kurang lebih hampir 225 ribu yang ada di Sidoarjo," katanya.

Menurut dia, keberadaan Jargas tidak hanya penting bagi rumah tangga, tetapi juga berpotensi membantu pelaku usaha yang selama ini menggunakan LPG atau bahan bakar lain untuk produksi.

Subandi juga mengaitkan pengembangan Jargas dengan persoalan lingkungan di Desa Tropodo, Kecamatan Krian. Wilayah tersebut sebelumnya menjadi sorotan karena aktivitas produksi tahu yang menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar.

Baca Juga: Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Ia berharap jaringan gas dapat menjangkau kawasan tersebut pada 2027 sehingga kebutuhan energi pelaku usaha dapat dipenuhi tanpa membakar sampah plastik.

"Harapan kita, Pak Dudung, Pak Jenderal, terutama yang ada di Tropodo, Kecamatan Krian, pada tahun 2027 bisa terpenuhi. Dengan demikian, masyarakat kami tidak lagi membakar sampah plastik untuk kebutuhan produksi," ujar Subandi.

Pemkab Sidoarjo, katanya, siap mendukung pengembangan Jargas, termasuk membantu proses perizinan agar pembangunan jaringan dapat terus berjalan.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono menjelaskan Sidoarjo merupakan salah satu daerah awal pengembangan Jargas. Pembangunan jaringan di Sidoarjo dimulai sekitar 2010.

Salah satu pertimbangannya adalah dukungan pemerintah daerah yang tidak membebankan retribusi terhadap penggunaan ruang milik daerah untuk pemasangan pipa. Kebijakan tersebut dinilai penting agar biaya pembangunan tidak kembali membebani masyarakat.

"Sidoarjo itu termasuk daerah yang pertama kali ada jaringan gas. Kalau jaringan gas tadi saya sampaikan, tahun 2009 kita mulai. Di Sidoarjo itu 2011, mulai kita pasang jaringan gas," kata Agung.

Ia juga menyebut Sidoarjo sebagai daerah penghasil migas sehingga masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat sumber daya energi dari wilayahnya.

Secara nasional, pembangunan Jargas dari 2009 hingga 2026 disebut telah mencapai hampir 703.000 SR. Pada 2026, pemerintah menyelesaikan pembangunan sekitar 119.293 atau hampir 120.000 sambungan di 15 kabupaten/kota.

Baca Juga: Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Kementerian ESDM selanjutnya menargetkan pembangunan 1 juta sambungan rumah tangga yang mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai pada 2028.

Untuk Sidoarjo, target pembangunan pada 2026 mencapai 7.000 sambungan. Jaringan yang telah terpasang dan dimanfaatkan masyarakat saat ini tersebar di 13 kecamatan, dengan Candi, Waru, dan Tanggulangin menjadi wilayah yang telah tersambung.

Agung meminta sosialisasi terus dilakukan karena sebagian masyarakat masih belum memanfaatkan jaringan yang tersedia.

"Perlu sosialisasi yang lebih jauh. Kami akan sosialisasi lagi bersama PGN sebagai operator untuk mengedukasi lagi masyarakat bahwa ini banyak keuntungannya," katanya.

Sasaran pengguna Jargas antara lain rumah tangga pengguna LPG 3 kilogram yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan penentuan kelompok sasaran mengikuti data pemerintah dan BPS.

Untuk 2027, Sidoarjo belum masuk dalam perencanaan pembangunan baru. Wilayah yang disebut masuk rencana antara lain Pasuruan dan Jombang.

Dengan capaian hampir 30 ribu sambungan, pemerintah kini menghadapi dua kebutuhan sekaligus, yakni memastikan jaringan yang telah dibangun benar-benar dimanfaatkan serta menjaga keandalan layanan seiring bertambahnya pelanggan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bukan Cuma Datang dan Foto, Ini Alur Layanan Home Care Pemkab Jember untuk Pasien

Untung menegaskan, kehadiran petugas di rumah pasien merupakan langkah awal untuk memastikan kondisi warga dapat diketahui secara langsung.

Lahan KAI Belakang Pasar Turi jadi Tempat Sampah Ilegal, Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas

Pemkot Surabaya menemukan adanya indikasi aktivitas pemilahan dan pengelolaan sampah yang diduga melanggar aturan di kawasan tersebut.

Prof Tjandra Sridjaja Terpilih Aklamasi: Jadikan AAI Rumah Bersama Seluruh Advokat Nusantara!

Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Pleno didukung bulat oleh 19 Dewan Pimpinan Cabang dari seluruh Indonesia di Surabaya, Jumat (18/9/2026).

Bikin Heboh! Wulan Guritno Beri Kejutan Ultah dan Pelukan Hangat untuk Ariel NOAH

Kehadiran Wulan mendadak bikin heboh saat ia menyanyikan lagu ulang tahun, mendekat, lalu memberikan pelukan hangat serta ciuman di kedua pipi Ariel.

Antisipasi Gempa Patahan Aktif, Pemkot Surabaya Siapkan 5 Seismograf

Alat yang disiapkan merupakan Raspberry Shake (RS6D), berdasarkan usulan tim geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dipimpin Prof Amien Widodo.

Helikopter Polri Dikerahkan Bantu Evakuasi Keluarga Korban di Operasi Damai Cartenz

Proses evakuasi berjalan lancar dan korban dalam kondisi selamat.