Selasa, 03 Nov 2026 01:42 WIB

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 17 Sep 2026 14:26 WIB
Penyerahan Jamsostek Award Jatim kepada Bupati Sidoarjo Subandi. (Diskominfo Sidoarjo for selalu.id) 
Penyerahan Jamsostek Award Jatim kepada Bupati Sidoarjo Subandi. (Diskominfo Sidoarjo for selalu.id) 

selalu.id - Penghargaan Jamsostek Award Provinsi Jawa Timur yang diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tidak berhenti sebagai capaian administratif. Di balik penghargaan tersebut, Pemkab Sidoarjo tengah mendorong perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan dan sektor informal. 

Pemkab Sidoarjo meraih peringkat pertama dalam Jamsostek Award Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Sidoarjo Subandi dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono di Hotel Vasa Surabaya, Rabu (16/9/2026). 

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Sidoarjo saat ini tercatat mencapai 46,4 persen. Pemkab menargetkan angka tersebut terus meningkat dengan memperluas perlindungan kepada sejumlah kelompok pekerja rentan, mulai dari perangkat desa, ketua RT dan RW, kader Posyandu, petani hingga nelayan. 

Salah satu skema yang disiapkan adalah program Satu ASN Melindungi Satu Pekerja Rentan. Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, penghargaan yang diterima menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat. 

“Hari ini kita mendapatkan penghargaan Jamsostek Award juara pertama. Alhamdulillah ini bukti bahwa pemerintah hadir memberikan jaminan sosial tenaga kerja kepada masyarakat Sidoarjo terutama kepada pekerja rentan,” ucapnya 

Menurut Subandi, keterlibatan ASN dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas perlindungan kepada masyarakat yang belum seluruhnya tersentuh jaminan sosial ketenagakerjaan. 

“Hari ini kita punya inovasi yang luar biasa, di mana satu ASN akan membantu satu pekerja rentan untuk menjamin kepersertaan BPJS Ketenagakerjaannya, ini bentuk peran serta teman-teman ASN Kabupaten Sidoarjo untuk membantu sesamanya,” kata Subandi. 

Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, sasaran program sekitar 600 PNS pejabat struktural di lingkungan Pemkab Sidoarjo. 

Baca Juga: Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, penerapan awal dilakukan pada pejabat struktural sebelum nantinya diperluas kepada kelompok ASN lainnya. 

“Implementasinya baru di takaran PNS pejabat strukturalnya dulu, sebelum nanti ke level staf, ke level administrator, fungsional, dan sebagainya. Mereka membawa satu pekerja rentan untuk didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi ini adalah sedekah melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya. 

Pemkab Sidoarjo akan menerbitkan surat edaran sebagai dasar pelaksanaan program tersebut. Implementasi ditargetkan dimulai bulan depan, sedangkan mekanisme pembayaran iuran masih dimatangkan. 

Salah satu opsi yang dikaji adalah pembayaran secara personal oleh ASN atau melalui pemotongan gaji. Dalam konsep awal, besaran iuran yang disiapkan sebesar Rp16.800. 

“Implementasinya insyaallah bulan depan, ini masih kita konsep untuk pembayaran iurannya, apakah langsung diminta dari personal atau mungkin konsepnya dipotong langsung dari gaji kita sebesar Rp. 16.800,” ujarnya. 

Baca Juga: Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Subandi menilai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan penting karena perlindungan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pekerja, tetapi juga dapat berdampak kepada keluarganya ketika peserta menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kondisi lain yang tidak diharapkan. 

“Kalau kata pepatah ikut BPJS Ketenagakerjaan ini adalah "Sedia Payung Sebelum Hujan". Namanya orang itu kan tidak tahu, kadang dia pulang kerja, kecelakaan dan terjadi yang tidak kita harapkan, pemerintah disini akan hadir. Apalagi nanti kalau dia punya anak, anaknya nanti tetap bisa sekolah, bisa kuliah lewat santunan kepada keluarga korban yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Nah, inilah kehadiran pemerintah,” ujarnya. 

Dengan skema tersebut, penghargaan Jamsostek Award yang diterima Sidoarjo menjadi bagian dari rangkaian agenda perluasan perlindungan tenaga kerja. 

Pemkab Sidoarjo masih memiliki pekerjaan untuk meningkatkan cakupan kepesertaan, terutama bagi pekerja yang berada di sektor informal dan kelompok rentan.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat