Jumat, 18 Sep 2026 17:06 WIB

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 17 Sep 2026 14:26 WIB
Penyerahan Jamsostek Award Jatim kepada Bupati Sidoarjo Subandi. (Diskominfo Sidoarjo for selalu.id) 
Penyerahan Jamsostek Award Jatim kepada Bupati Sidoarjo Subandi. (Diskominfo Sidoarjo for selalu.id) 

selalu.id - Penghargaan Jamsostek Award Provinsi Jawa Timur yang diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tidak berhenti sebagai capaian administratif. Di balik penghargaan tersebut, Pemkab Sidoarjo tengah mendorong perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan dan sektor informal. 

Pemkab Sidoarjo meraih peringkat pertama dalam Jamsostek Award Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Sidoarjo Subandi dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono di Hotel Vasa Surabaya, Rabu (16/9/2026). 

Baca Juga: PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Sidoarjo saat ini tercatat mencapai 46,4 persen. Pemkab menargetkan angka tersebut terus meningkat dengan memperluas perlindungan kepada sejumlah kelompok pekerja rentan, mulai dari perangkat desa, ketua RT dan RW, kader Posyandu, petani hingga nelayan. 

Salah satu skema yang disiapkan adalah program Satu ASN Melindungi Satu Pekerja Rentan. Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, penghargaan yang diterima menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat. 

“Hari ini kita mendapatkan penghargaan Jamsostek Award juara pertama. Alhamdulillah ini bukti bahwa pemerintah hadir memberikan jaminan sosial tenaga kerja kepada masyarakat Sidoarjo terutama kepada pekerja rentan,” ucapnya 

Menurut Subandi, keterlibatan ASN dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas perlindungan kepada masyarakat yang belum seluruhnya tersentuh jaminan sosial ketenagakerjaan. 

“Hari ini kita punya inovasi yang luar biasa, di mana satu ASN akan membantu satu pekerja rentan untuk menjamin kepersertaan BPJS Ketenagakerjaannya, ini bentuk peran serta teman-teman ASN Kabupaten Sidoarjo untuk membantu sesamanya,” kata Subandi. 

Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, sasaran program sekitar 600 PNS pejabat struktural di lingkungan Pemkab Sidoarjo. 

Baca Juga: Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, penerapan awal dilakukan pada pejabat struktural sebelum nantinya diperluas kepada kelompok ASN lainnya. 

“Implementasinya baru di takaran PNS pejabat strukturalnya dulu, sebelum nanti ke level staf, ke level administrator, fungsional, dan sebagainya. Mereka membawa satu pekerja rentan untuk didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi ini adalah sedekah melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya. 

Pemkab Sidoarjo akan menerbitkan surat edaran sebagai dasar pelaksanaan program tersebut. Implementasi ditargetkan dimulai bulan depan, sedangkan mekanisme pembayaran iuran masih dimatangkan. 

Salah satu opsi yang dikaji adalah pembayaran secara personal oleh ASN atau melalui pemotongan gaji. Dalam konsep awal, besaran iuran yang disiapkan sebesar Rp16.800. 

“Implementasinya insyaallah bulan depan, ini masih kita konsep untuk pembayaran iurannya, apakah langsung diminta dari personal atau mungkin konsepnya dipotong langsung dari gaji kita sebesar Rp. 16.800,” ujarnya. 

Baca Juga: Keselamatan Terancam, Warga Karangbong Sidoarjo Tolak Rencana Kenaikan Kelas Jalan Surowongso

Subandi menilai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan penting karena perlindungan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pekerja, tetapi juga dapat berdampak kepada keluarganya ketika peserta menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kondisi lain yang tidak diharapkan. 

“Kalau kata pepatah ikut BPJS Ketenagakerjaan ini adalah "Sedia Payung Sebelum Hujan". Namanya orang itu kan tidak tahu, kadang dia pulang kerja, kecelakaan dan terjadi yang tidak kita harapkan, pemerintah disini akan hadir. Apalagi nanti kalau dia punya anak, anaknya nanti tetap bisa sekolah, bisa kuliah lewat santunan kepada keluarga korban yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Nah, inilah kehadiran pemerintah,” ujarnya. 

Dengan skema tersebut, penghargaan Jamsostek Award yang diterima Sidoarjo menjadi bagian dari rangkaian agenda perluasan perlindungan tenaga kerja. 

Pemkab Sidoarjo masih memiliki pekerjaan untuk meningkatkan cakupan kepesertaan, terutama bagi pekerja yang berada di sektor informal dan kelompok rentan.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Bikin Heboh! Wulan Guritno Beri Kejutan Ultah dan Pelukan Hangat untuk Ariel NOAH

Kehadiran Wulan mendadak bikin heboh saat ia menyanyikan lagu ulang tahun, mendekat, lalu memberikan pelukan hangat serta ciuman di kedua pipi Ariel.

Antisipasi Gempa Patahan Aktif, Pemkot Surabaya Siapkan 5 Seismograf

Alat yang disiapkan merupakan Raspberry Shake (RS6D), berdasarkan usulan tim geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dipimpin Prof Amien Widodo.

Helikopter Polri Dikerahkan Bantu Evakuasi Keluarga Korban di Operasi Damai Cartenz

Proses evakuasi berjalan lancar dan korban dalam kondisi selamat.

Pabrik Sepatu Terbakar di Mojokerto Belum Padam, Ini Kendala Pemadam di Lokasi

Tim harus membongkar dinding dulu pakai ekskavator yang sudah didatangkan pihak pabrik.

Gagal Berangkatkan Jemaah, Kemenhaj Blokir PT Annisa Ahmada Travelindo

Kemenhaj akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap persoalan tersebut.

Kejati Jatim Tahan Tersangka Baru Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara 6,1 Miliar

Buku rekening dan ATM diserahkan kepada SH. Uang dikelola sendiri, dipakai melunasi kredit macet agar bisa mengajukan pinjaman baru serta melunasi utang pribadi