Rabu, 21 Okt 2026 13:14 WIB

Siap-siap, Pemkot Surabaya Bakal Razia Kantong Plastik dari Mal hingga Pasar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 10 Apr 2022 13:08 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Heby Djuniantoro
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Heby Djuniantoro

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya berencana menggelar operasi pengawasan penggunaan kantong plastik sesuai aturan perwali nomor 16.

"Pasar wonokromo, iya masih emang, tapi belum ada operasi soalnya timnya masih diajukan ke pak wali, yakni tim satgas untuk ngawal kantong plastik,"kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Heby Djuniantoro, Sabtu (9/4/2022).

Baca Juga: Aprindo Dukung Zero Odol, Desak Pemilik Barang Juga Bertanggung Jawab

Heby mengatakan bahwa masih menunggu Surat Keputusan (Perwali) untuk tim satgas pengawasan yang terdiri dari DLH, Satpol PP, Dinkompudag, jajaran OPD maupun dari Kecamatan.

"Itu pakai SK untuk pengawasan perwali itu dan ini sudah di tanda tangan, oleh pak wali, kemarin di sudah bagian hukum, minggu depan itu kita sudah operasi untuk menegakkan perwali itu," ujar Heby.

Lebih lanjut Heby menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pengawasan. Namun, masih menunggu SK, sehingga nantinya bisa menilang atau memberikan sanksi.

"Sudah ada pengawasan, hari ini sudah berlaku hari ini 9 April," ucapnya.

"Sosialisasi sudah di pasar modern, yang belum itu pasar krempyeng, pasar tradisional yang belum. Swalayan, indomaret, dan sebagainya itu sudah diterapkan," imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Nol Sampah, Wawan Some, menambahkan, pihaknya juga telah memantau beberapa toko modern jaringan internasional maupun lokal sudah menerapkan larangan kantong plastik.

Baca Juga: Geger, Bayi Laki-Laki Ditemukan di Balkon Rumah Warga Surabaya

"Tanggal 9 April ini mereka tidak lagi menyediakan kantong plastik jadi sangat luar biasa. Itu di toko modern dan mall tingkat kepedulian warga luar biasa menurut saya,"jelasnya.

"Salah satu supermarket di Surabaya, ternyata pengunjung sudah biasa ada yang bawa tas sendiri," imbuhnya.

Wawan mengungkapkan, dirinya yakin bahwa sebagian besar pengelola mal dan toko swalayan maupun restoran akan lebih cepat menerapkan larangan kantong plastik.

Tetapi, kata dia, pengelola pasar rakyat mungkin membutuhkan waktu sosialisasi dan edukasi ke para pedagang. Karena mereka masih enggan tidak memakai kantong plastik, karena lebih mudah dan praktis.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

"Sebenarnya gak sih, dari beberapa pedagang sudah mau. Mereka sudah agak ragu nah itu butuh sosialisasi, butuh edukasi pada pedagang," ujarnya.

Wawan menerangkan bahwa masalah dari mereka yakni pedagang yang dagangannya basah juga memakai plastik. Ia menyebut bahwa di perwali sudah menemukan solusi untuk plastik yang tidak bergagang.

"Kalau kita lihat perwali itu disebutin tas kresek itu kan yang bergagang, jadi kalau tidak bergagang itu mungkin bisa dipakai untuk itu,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ditlantas Polda Jatim Perkuat MQR, Kini Libatkan 5 Pilar Tekan Kecelakaan

Sebelumnya MQR hanya digunakan internal kepolisian untuk penempatan personel dan patroli.

SIER Perkuat Peluang Investasi Indonesia–Taiwan melalui Solusi Kawasan Industri Terintegrasi

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi.

Hasil Liga Champions: PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Duduk di Puncak Klasemen

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.