Pengelolaan Program dan Anggaran 2027, Begini Pesan Menteri Haji dan Umrah
- Penulis : Dony Maulana
- | Kamis, 17 Sep 2026 12:12 WIB
selalu.id — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf, menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, dan amanah seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah dalam melaksanakan program serta mengelola anggaran.
Hal tersebut menjadi perhatian penting dalam menghadapi tantangan penyelenggaraan haji dan umrah tahun 2027. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah saat memberikan arahan pada kegiatan Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2026 serta Persiapan Pagu Alokasi Anggaran Tahun 2027 Satuan Kerja Pusat dan Daerah Kementerian Haji dan Umrah RI di Surabaya, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: Pedagang Tanjung Sari Cemas dan Pertanyakan Jam Operasional Tak Merata ke Satpol PP Surabaya
Menurut Irfan Yusuf, pelaksanaan berbagai program selama tahun 2026 perlu dievaluasi secara menyeluruh. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk melakukan perbaikan sekaligus menyusun perencanaan program dan anggaran tahun 2027 secara lebih cermat dan tepat sasaran.
Ia menyampaikan, tantangan yang dihadapi pada tahun 2027 diperkirakan semakin kompleks, terlebih dalam situasi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tekanan. Kondisi tersebut menuntut seluruh jajaran untuk meningkatkan efisiensi dan kehati-hatian dalam menjalankan program serta mengelola anggaran.
“2026 sudah kita lalui. Alhamdulillah, puji syukur. Tetapi 2027 tantangannya lebih besar. Kondisi ekonomi dunia juga tidak mudah. Karena itu, kita harus semakin cermat, semakin efisien, dan semakin menjaga amanah,” ujar Irfan Yusuf.
Menteri menegaskan bahwa evaluasi program dan anggaran tidak semata-mata diukur dari tingkat penyerapan anggaran. Lebih dari itu, setiap anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan hasil yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat dan jemaah.
Dalam penyusunan anggaran tahun 2027, seluruh satuan kerja diminta mengajukan kebutuhan anggaran berdasarkan kebutuhan riil, bukan sekadar mengulang alokasi dari tahun sebelumnya. Perencanaan harus berangkat dari kebutuhan jemaah, peningkatan kualitas pelayanan, inovasi, pembinaan, serta penguatan perlindungan jemaah.
“Jangan karena tahun sebelumnya ada, kemudian tahun berikutnya harus ada lagi. Mulailah dari apa yang dibutuhkan jemaah, pelayanan apa yang harus kita tingkatkan, dan target apa yang ingin dicapai. Setelah itu, baru kita hitung anggaran yang benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.
Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior
Selain aspek perencanaan, Irfan Yusuf mengingatkan jajaran Kementerian Haji dan Umrah agar cermat dalam mengelola berbagai sumber pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji. Penggunaan APBN dan BPIH harus direncanakan serta dikelola secara terkoordinasi dengan pembagian tanggung jawab yang jelas.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap kebutuhan pembiayaan ditempatkan secara tepat serta menghindari terjadinya pembiayaan berganda dalam pelaksanaan program.
Menteri juga menegaskan penerapan prinsip zero tolerance terhadap penyimpangan dalam seluruh proses penyelenggaraan haji dan umrah. Seluruh jajaran diminta bekerja secara profesional, transparan, sesuai ketentuan, serta tidak meminta maupun menerima pungutan atau fee yang tidak semestinya.
“Anggaran bukan hanya untuk dihabiskan. Anggaran adalah alat untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan pelayanan haji dan umrah yang semakin baik kepada umat,” ujarnya.
Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar
Mengakhiri arahannya, Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah yang telah menjalankan tugas sepanjang tahun 2026 dengan menjunjung tinggi integritas.
Ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak hanya memastikan program dan anggaran terlaksana, tetapi juga mengawal manfaat yang dihasilkan serta menjaga amanah dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang telah bekerja dengan integritas. Kawal programnya, kawal anggarannya, kawal manfaatnya, dan yang paling penting, kawal amanahnya,” pungkasnya.
Editor : Achmad Supriyadi