Minggu, 01 Nov 2026 20:46 WIB

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Sep 2026 18:59 WIB
Teknikal meeting lomba Kampung Pancasila Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).
Teknikal meeting lomba Kampung Pancasila Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Lomba Kampung Pancasila di Kota Surabaya tidak hanya menilai kebersihan lingkungan atau kegiatan gotong royong warga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan empat pilar penilaian yang mencakup aspek lingkungan, ekonomi, sosial budaya, serta kemasyarakatan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tuntaskan 99,9 Persen Aduan Warga Lewat Hotline Lapor Cak Eri

Empat pilar tersebut memiliki bobot berbeda. Pilar lingkungan dan ekonomi menjadi aspek dengan bobot terbesar, masing-masing 35 persen. 

Sementara pilar sosial budaya dan kemasyarakatan masing-masing berbobot 15 persen.

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot tersebut menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

"Jadi indikator penilaian kita ada empat pilar. Pilar lingkungan, pilar ekonomi, pilar sosial budaya, dan pilar kemasyarakatan. Masing-masing ada bobot persentase," papar Maria, Kamis (17/9/2026). 

Pada pilar lingkungan, terdapat delapan indikator yang menjadi dasar penilaian. Di antaranya partisipasi warga dalam memilah sampah, keberadaan bank sampah, frekuensi kerja bakti, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga upaya pemberantasan jentik nyamuk.

Sementara pilar ekonomi memiliki sembilan indikator. Penilaiannya tidak hanya melihat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga kemandirian ekonomi serta kepedulian antarwarga.

Salah satunya adalah bagaimana warga yang mampu membantu tetangga yang membutuhkan, termasuk mendukung warga kurang mampu dalam mengakses pendidikan.

Aktivitas kewirausahaan yang dilakukan generasi muda juga menjadi bagian dari penilaian.

"Banyak anak-anak muda kita sekarang ini luar biasa dalam kehidupan ekonominya. Mereka itu betul-betul memiliki kemandirian ekonomi yang ingin kita nilai dan kita beri penghargaan di situ," ujar Maria.

Sedangkan pilar kemasyarakatan menitikberatkan pada keterlibatan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Baca Juga: Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya Resmi Digelar, Berhadiah Puluhan Juta dan Bantuan Menarik

Beberapa indikator yang diperhatikan antara lain penerapan pembatasan jam malam bagi anak-anak, keberadaan sistem keamanan lingkungan (siskamling), hingga kondisi keamanan di wilayah masing-masing.

"Jadi di situ kita uji bagaimana guyub-rukunnya orang kampung dalam menjaga lingkungan melalui Siskamling," jelas Maria.

Adapun pilar sosial budaya memiliki delapan indikator. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah upaya kampung dalam menangani sekaligus mencegah stunting.

Menurut Maria, status zero stunting tidak berarti upaya pencegahan dapat dihentikan. Kampung tetap harus memastikan kondisi tersebut dipertahankan, termasuk dengan memberikan perhatian kepada ibu hamil.

"Di RW itu sudah zero stunting, berarti yang diperhatikan adalah mengenai ibu hamilnya. Jangan sampai ibu hamil nanti melahirkan anak yang stunting," katanya.

Untuk menjaga objektivitas penilaian, Pemkot Surabaya melibatkan sejumlah unsur di luar pemerintahan sebagai tim penilai.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, Ini Syarat dan Kriteria Penilaiannya

Maria menyebut akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) ikut dilibatkan dalam proses tersebut.

"Untuk lomba kampung Pancasila ini tim penilai salah satunya berasal dari akademisi," ungkapnya.

Selain akademisi, tim penilai juga melibatkan komunitas lingkungan, komunitas pemerhati ekonomi, hingga unsur pemuda. Unsur PKK juga masuk dalam tim penilaian di bawah koordinasi Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani.

Dengan komposisi tersebut, penilaian Kampung Pancasila tidak hanya bertumpu pada kondisi fisik kampung. 

Kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, keamanan lingkungan, hingga keberlanjutan program kesehatan warga turut menjadi bagian yang menentukan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Syaiful Mahdi Terpilih jadi Ketum KONI Nganjuk, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi pun mendorong pengembangan sport center berbasis sport science dengan menggandeng perguruan tinggi dan insan pers.

Wajib Catat, Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat memahami daftar layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.

Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Pedagang mendesak Pemkot Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mendorong revisi perda tentang perdagangan dan perindustrian.

Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Dalam penelusuran tersebut, tim Satpol PP Surabaya menemukan pola penjualan order-and-take demi mengelabui razia.