Senin, 31 Agu 2026 18:03 WIB

BEM SI Jatim Gelar Aksi Simbolik di Grahadi Surabaya, Soroti Ketimpangan Anggaran Bencana

BEM SI Jatim saat menggelar aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id).
BEM SI Jatim saat menggelar aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Timur menggelar aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (31/8/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk refleksi atas kondisi penanganan bencana alam di Indonesia yang dinilai masih belum merata dan jauh dari kata optimal.

Baca Juga: Target PAD Parkir Terlalu Tinggi, DPRD Surabaya: Jangan Hanya Kejar Angka, Layani Warga!

Ketua BEM Unair, Rizqi Senja, mengungkapkan bahwa deretan bencana belakangan ini, mulai dari gempa bumi di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan, dampak bencana Aceh yang belum pulih, hingga kebakaran di Lampung, menunjukkan adanya ketimpangan nyata dalam alokasi anggaran serta respons pemerintah.

"Kita melihat negara dapat mengeluarkan dana besar untuk program Makan Bergizi Gratis dan KDMP, namun penanganan bencana justru terhambat dan belum memadai di banyak lokasi," tegas Rizqi di sela-sela aksi.

Rizqi membeberkan, tim BEM Unair telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana di NTT pada 26 Agustus lalu. Berdasarkan temuan di lapangan, wilayah pegunungan dan daerah terpencil masih kesulitan mendapat bantuan akibat akses yang sulit dijangkau. Kondisi serupa juga dirasakan warga terdampak kebakaran hutan di Kalimantan.

Baca Juga: Demo Jukir di Pemkot Surabaya, Tuntut Sistem Non-tunai hingga Bagi Hasil 70 Persen

Berbeda dari demonstrasi massa pada umumnya, kegiatan ini dikemas secara reflektif melalui mimbar bebas, orasi terbuka, aksi teatrikal, aksi tabur bunga, hingga doa bersama. Aksi ini juga membuka ruang aspirasi bagi masyarakat umum.

Di akhir aksi, Rizqi menyampaikan pesan terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa kritik mahasiswa bukanlah bentuk kebencian terhadap pemerintah.

Baca Juga: Hadapi Porprov 2027 dan PON 2028, Ju-Jitsu Surabaya Diminta Kompak

"Pak Prabowo, kami mengkritik bukan berarti kami tidak mencintai negara ini. Menyampaikan kebenaran sekalipun menyakitkan justru adalah salah satu bentuk cinta. Yang paling tidak jujur adalah mereka yang hanya menyampaikan hal-hal baik semata demi keuntungan sendiri," tegasnya.

Melalui aksi ini, BEM SI Jatim mendesak pemerintah agar lebih adil dan responsif dalam menempatkan prioritas anggaran, terutama yang menyangkut keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat di daerah terdampak bencana.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Saat Reog Bertemu Teknologi Digital, Balongbendo Sidoarjo Bergerak jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Billy ingin BAAM Entertainment bukan sekadar studio produksi, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Sidoarjo.

Menatap Abad Kedua NU di Bawah Kepemimpinan Teduh Gus Kikin

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.

Gus Kikin Terpilih jadi Ketum PBNU

Cicit pendiri NU KH Hasyim Asyari itu sebelumnya mendapatkan 472 suara dalam voting dari muktamirin dan mengungguli empat calon lainnya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Belum Oke, Tapi Bikin Senyum Kayak Fans Chelsea dan MU

Sebelumnya, merujuk Refinitiv, harga emas dunia masih berada dalam tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Mengulas Lengkap soal Jodoh, Karier hingga Keuangan

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk. Ada keberuntungan tak terduga.

Alasan di Balik 9 Ulama Sepuh Pilih Kiai Miftachul Akhyar Sebagai Rais Aam PBNU

Amanah abadi dari tanah Jombang ini jadi pijakan utama NU untuk terus merawat tradisi, menyejukkan umat dan menuntun langkah organisasi menyinari dinamika zaman