Kamis, 15 Okt 2026 22:43 WIB

BEM SI Jatim Gelar Aksi Simbolik di Grahadi Surabaya, Soroti Ketimpangan Anggaran Bencana

BEM SI Jatim saat menggelar aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id).
BEM SI Jatim saat menggelar aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Timur menggelar aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (31/8/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk refleksi atas kondisi penanganan bencana alam di Indonesia yang dinilai masih belum merata dan jauh dari kata optimal.

Baca Juga: Mahasiswa asal Pasuruan Tewas Terlindas Truk di Surabaya

Ketua BEM Unair, Rizqi Senja, mengungkapkan bahwa deretan bencana belakangan ini, mulai dari gempa bumi di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan, dampak bencana Aceh yang belum pulih, hingga kebakaran di Lampung, menunjukkan adanya ketimpangan nyata dalam alokasi anggaran serta respons pemerintah.

"Kita melihat negara dapat mengeluarkan dana besar untuk program Makan Bergizi Gratis dan KDMP, namun penanganan bencana justru terhambat dan belum memadai di banyak lokasi," tegas Rizqi di sela-sela aksi.

Rizqi membeberkan, tim BEM Unair telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana di NTT pada 26 Agustus lalu. Berdasarkan temuan di lapangan, wilayah pegunungan dan daerah terpencil masih kesulitan mendapat bantuan akibat akses yang sulit dijangkau. Kondisi serupa juga dirasakan warga terdampak kebakaran hutan di Kalimantan.

Baca Juga: Eks Kadis ESDM Jatim Didakwa Terima 4,09 Miliar Pungli Izin Tambang

Berbeda dari demonstrasi massa pada umumnya, kegiatan ini dikemas secara reflektif melalui mimbar bebas, orasi terbuka, aksi teatrikal, aksi tabur bunga, hingga doa bersama. Aksi ini juga membuka ruang aspirasi bagi masyarakat umum.

Di akhir aksi, Rizqi menyampaikan pesan terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa kritik mahasiswa bukanlah bentuk kebencian terhadap pemerintah.

Baca Juga: Top 5 Berita: Penggerebekan Jalan Kunti hingga Toko Miras di Surabaya Disegel

"Pak Prabowo, kami mengkritik bukan berarti kami tidak mencintai negara ini. Menyampaikan kebenaran sekalipun menyakitkan justru adalah salah satu bentuk cinta. Yang paling tidak jujur adalah mereka yang hanya menyampaikan hal-hal baik semata demi keuntungan sendiri," tegasnya.

Melalui aksi ini, BEM SI Jatim mendesak pemerintah agar lebih adil dan responsif dalam menempatkan prioritas anggaran, terutama yang menyangkut keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat di daerah terdampak bencana.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Keji! Pasutri di Jember Paksa 7 Anak di Bawah Umur Layani Pria Hidung Belang

Di balik dinding penampungan di Puger, Jember, ketujuh anak malang ini dipaksa melayani tamu dengan tarif Rp150.000 hingga Rp200.000.

Kronologi dan Identitas 3 Petugas Tewas saat Kebakaran Bromo

Peristiwa memilukan ini tidak hanya membumihanguskan ekosistem lereng Bromo, tetapi juga merenggut tiga korban jiwa dan tiga lainnya terluka.

Foto: Tim Gabungan Evakuasi 3 Pemadam Tewas dalam Kebakaran Bromo

Hingga kini, jajaran kepolisian bersama relawan dan petugas TNBTS masih terus bahu-membahu menjinakkan kobaran api yang belum padam di kawasan Bromo.

Gandeng Bappenas, Pelindo Bidik Muatan Balik Komoditas Papua Selatan

Pemetaan pola distribusi barang dari dan menuju Merauke ini menjadi informasi krusial untuk memahami keterkaitan aktivitas ekonomi antarwilayah.

Tragedi Karhutla Bromo: 3 Anggota Pemadam Meninggal, Tiga Luka Bakar

Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan.

Truk Box Hantam Motor Vario dan Teras Rumah di Nganjuk, Dua Orang Tewas

Saat ini, Satlantas Polres Nganjuk tengah melakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.