Selasa, 01 Sep 2026 00:46 WIB

Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Meluas hingga 592 Hektar, Pendakian Ditutup Total

Hutan di kawasan Danau Rabu Kumbolo Gunung Semeru yang terbakar hebat. (Dok. Istimewa).
Hutan di kawasan Danau Rabu Kumbolo Gunung Semeru yang terbakar hebat. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan lereng Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus meluas.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, total luasan lahan terdampak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini telah mencapai 592 hektar.

Baca Juga: Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Jumlah tersebut diperkirakan masih bisa bertambah lantaran si jago merah hingga saat ini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho menyatakan bahwa sebaran titik api saat ini berada di sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru, mulai dari kawasan Pos 1 hingga Pos 4.

"Luasan yang terbakar sebagaimana informasi dari TNBTS kurang lebih 592 hektar," sebut Isnugroho dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Meski demikian, pihaknya menyampaikan titik api yang sebelumnya sempat membakar kawasan Danau Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta saat ini sudah berhasil dipadamkan oleh petugas.

Saat ini, tim gabungan terus berupaya melakukan lokalisir dan penanganan di lapangan guna mencegah perambatan api agar tidak mendekati area pertanian maupun permukiman warga setempat.

Kendati begitu, proses pemadaman di jalur darat menemui kendala berat akibat terbatasnya peralatan serta medan geografis yang terbilang cukup ekstrem dan sulit dijangkau.

Baca Juga: 395 Warga Beserta Harta Benda yang Terdampak Banjir Lahar Dingin Semeru Dievakuasi

"Tindakan petugas saat ini melakukan pemantauan ketat agar api tidak menjalar ke permukiman atau ke area pertanian warga," jelas Isnugroho.

Sebagai informasi, peristiwa karhutla di lereng Semeru ini diketahui mulai membara sejak Rabu (26/8/2026).

Titik api pertama kali terdeteksi di Blok Ranu Kembang sebelum akhirnya dengan cepat menjalar hingga menghanguskan ratusan hektar lahan.

Terpisah, Kabag Tata Usaha Balai Besar TNBTS Bambang Suryono mengungkapkan, berdasarkan pantauan visual dan darat terkini, masih terdapat 3 titik api aktif yang menjadi fokus penanganan petugas.

Baca Juga: Gunung Semeru 5 Kali Erupsi Beruntun, Kolom Abu Tergantung Hingga 1000 Meter

"Titik api saat ini ada 3 dan terus berusaha dipadamkan oleh petugas, rinciannya berada di Blok Cemoro Kandang, kawasan sekitar Pos 1 pendakian, dan Gunung Kukusan," jelasnya.

Dampak dari insiden kebakaran ini, pihak BBTNBTS resmi mengambil keputusan untuk menutup total seluruh aktivitas wisata pendakian ke Gunung Semeru.

Langkah penutupan tersebut berdampak pada sebanyak 1.235 pendaki yang tercatat telah melakukan pemesanan.

Pihak pengelola TNBTS memfasilitasi para calon pendaki terdampak tersebut untuk melakukan proses penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengajuan pengembalian dana (refund).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kapolres di Jawa Timur Dimutasi, Berikut Daftarnya

Abast mengatakan Polda Jatim menyatakan siap mengawal instruksi Mabes Polri tersebut. Prosesi serah terima jabatan pun bakal digelar dalam waktu dekat.

Menatap Masa Depan Industri Kopi dari Panggung Junior Barista Showdown 2026

Fabio P. Simorangkir menegaskan bahwa pengalaman bertanding dan berinteraksi dengan praktisi senior menjadi modal penting bagi karier masa depan para peserta.

Potret Kebijakan Absurd Penanganan Judi Online di Indonesia

Djoni menegaskan bahwa masyarakat yang menjadi pemain kerap kali berakhir hanya sebagai korban dari lemahnya pengawasan sistem.

Air Mata Syukur Mbah Sapekyah, Rumahnya yang Ludes Terbakar Segera Diperbaiki Pemkab Sidoarjo

Guna memastikan pengerjaan berjalan cepat, material bangunan dijadwalkan sudah mulai tiba di lokasi pada Selasa besok.

Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Aksi ini digelar sebagai ruang refleksi mendalam atas sederet persoalan bangsa sepanjang bulan Agustus sekaligus awal konsolidasi jelang gerakan September Hitam

Target PAD Parkir Terlalu Tinggi, DPRD Surabaya: Jangan Hanya Kejar Angka, Layani Warga!

Aning menilai persoalan parkir Surabaya tidak akan selesai hanya dengan mendorong masyarakat membayar parkir secara digital.