Kamis, 15 Okt 2026 04:44 WIB

KH Miftachul Akhyar Kembali Emban Amanah Sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031

KH Miftachul Akhyar. (Dok. Istimewa).
KH Miftachul Akhyar. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026).

Di tanah kelahiran para pendiri (muassis) Nahdlatul Ulama tersebut, Muktamar ke-35 NU resmi menetapkan KH Miftachul Akhyar untuk kembali mengemban amanah sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.

Baca Juga: Satu Orang Tewas dalam Kecelakaan Rombongan Madura di Tol Jomo KM 677

Keputusan krusial ini diambil melalui musyawarah mufakat sembilan ulama Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Sembilan kiai sepuh yang duduk dalam majelis penentu tersebut antara lain KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu), AG Dr KH Baharuddin HS, MA, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur (Lirboyo), Prof Dr KH Said Aqil Siroj, dan Dr KH Abun Bunyamin, MA.

Terpilihnya kembali Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini menegaskan arah kepemimpinan PBNU yang teduh dan berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren.

Baca Juga: Kabid TIK dan Kapolres Jajaran Polda Jatim Berganti, Ini Daftarnya

Rekam jejak Kiai Miftach sejak menimba ilmu di usia delapan tahun, mengembara dari Tambakberas, Rejoso, Sidogiri, hingga Lasem, menjadi benteng kokoh dalam menjaga obor tradisi NU menapaki abad kedua.

Sikap kepemimpinan Kiai Miftach yang menanti amanah alih-alih mengejar jabatan tercermin nyata dari rekam jejaknya. Penerima Bintang Mahaputera Utama 2025 ini sebelumnya rela melepaskan posisi Ketua Umum MUI demi menolak prinsip rangkap jabatan.

Baca Juga: Mas Bechi, Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ponpes Shiddiqiyyah Kini Telah Bebas

Dalam Khutbah Iftitah pembukaan Muktamar, Kiai Miftach sempat mengingatkan bahaya fitnah sebagai kondisi bercampurnya kebenaran dan kebatilan, seraya mengajak seluruh warga nahdliyin untuk senantiasa bersyukur atas kegembiraan yang diraih.

Penetapan kembali Kiai Miftach di Jombang menjadi simbol kuat bahwa PBNU terus memelihara akar sejarahnya, memastikan obor tradisi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini tetap menyala terang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bos Biro Umroh Surabaya Dipolisikan Kasus Kekerasan Seksual-Aborsi, Kuasa Hukum Bantah Begini

Berdasarkan keterangan kuasa hukum pelapor, kedua belah pihak awalnya bertetangga. Kedekatan bermula setelah suami korban meninggal dunia pada 2023. 

Jejak Kelam Kampung Narkoba Jalan Kunti Surabaya

Kawasan Jalan Kunti Surabaya pernah tumbuh menjadi pusat peredaran sabu-sabu yang tertutup, sistematis, dan sukar ditembus yang punya sistem keamanan.

Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

Dalam dinamika ini, Kaji Ipuk juga menyinggung perlunya edukasi bagi kader yang dinilai masih perlu memahami nilai dan jati diri partai.

Marhaen Lantik 103 Pejabat Pemkab Nganjuk, Tekankan Layanan Kecamatan dan Netralitas Pilkades

Marhaen menekankan agar para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi di tempat tugas yang baru dan langsung bekerja untuk masyarakat.

40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

Cahyo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan warga tetap memiliki akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari setelah normalisasi berlangsung.

Kebakaran Hanguskan Dua Rumah di Sukodono, Pemkab Sidoarjo Langsung Perbaiki

Pemkab Sidoarjo menargetkan perbaikan mulai dikerjakan pekan ini dengan menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).