Sabtu, 07 Nov 2026 23:04 WIB

Peduli Disabilitas, Kemensos Susun Katalog Pengadaan Alat Bantu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 01 Apr 2022 18:17 WIB
Penyusunan katalog sektoral pengadaan alat bantu disabilitas di Kemensos
Penyusunan katalog sektoral pengadaan alat bantu disabilitas di Kemensos

selalu.id - Kementerian Sosial menggelar pertemuan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Pertemuan untuk bertukar pendapat terkait upaya Kemensos melakukan akselerasi pengadaan barang.

Pengadaan barang yang dimaksud adalah suku cadang dari jenis barang khusus untuk mendukung aksesibilitas para penyandang disabilitas. Seperti diketahui, Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan perhatian besar pada penguatan aksesibilitas para penyandang disabilitas.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemensos Harry Hikmat menyatakan, dari evaluasi pengadaan barang dan jasa, diketahui masih ada sejumlah persoalan. Di antaranya, komponen atau bahan pembentuk alat bantu masih import atau pengadaannya terlambat.

"Untuk itu, kami merasakan perlu adanya percepatan pengadaan barang dan jasa. Salah satu opsi untuk mempercepat adalah dengan memasukan komponen atau bahan pembentuk alat bantu tersebut ke dalam e-katalog. Selain lebih cepat, kita berharap proses pengadaan juga bisa memenuhi prinsip-prinsip akuntabilitas," kata Sekjen usai pertemuan di Gedung LKPP di Jakarta (31/03).

Dalam pertemuan tersebut, respon LKPP sangat baik. Bahkan Kemensos diminta untuk mengusulkan dalam bentuk katalog sektoral yang khusus untuk Kemensos.

"Pertimbangan LKPP, komponen ini sifatnya khusus dan hanya ada di Kemensos serta bisa dilaksanakan setiap tahunnya," kata Sekjen.

Komponen yang sifatnya khusus tersebut di antaranya sensor dan modul-modulnya, untuk yang kursi roda elektrik berupa gear box-nya, besi-besinya, roda, serta penyangga kaki. Untuk motor roda tiga, suku cadang yang dibutuhkan besi hollow, bak di belakang, dan sebagainya.

"Barang-barang ini akan dimasukkan dalam daftar komponen atau bahan yang diperlukan untuk membentuk alat bantu. Selanjutnya Kemensos akan membuat speknya, lalu diusulkan ke LKPP," katanya.

Pertemuan hari ini baru pada tahap koordinasi untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan yang lebih teknis antara tim Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kemensos dengan tim LKPP.

Baca Juga: Homecare Jemput Warga Rentan, Pemkab Jember Perkuat Pelayanan hingga Pelosok

"Kemensos akan segera menyiapkan katalog sektoralnya sebagaimana dimaksud LKPP. Selanjutnya akan dikomunikasikan dengan para penyedia material. Semakin banyak penyedia yang terlibat harga semakin efisien," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir mendampingi Sekjen antara lain Sekretaris Direktorat Jenderal Linjamsos Robben Rico, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Eva Rahmi Kasim, dan sejumlah kapala unit pelaksana teknis di lingkungan Ditjen Rehabillitasi Sosial.

Dari LKPP hadir Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas, Deputi Bidang Monev dan Pengadaan Gatot Pambudhi Poetranto, Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Sutan S. Lubis, Deputi Bidang Advokasi dan Penanganan Permasalahan Hukum Setya Budi Arijanta.

Kemensos terus meningkatkan dukungan terhadap penyandang disabilitas. Melalui Program Indonesia Mendengar, misalnya, Kemensos memberikan sejumlah alat bantu kepada penyandang disabilitas. Jenis alat bantu di antaranya ponsel pintar dengan close caption, sepeda motor roda tiga, tongkat adaptif, alat bantu dengar, dan peluit.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Dengan alat tersebut, akan meningkatkan respon mereka terhadap lingkungan, dan sebaliknya. Dengan smartphone , misalnya, mereka bisa mengikuti pesan yang diterima di ponsel, meski mereka tidak mendengar.

Ponsel juga di lengkapi dengan fitur pengubah suara menjadi tulisan yang dapat dibaca penerima manfaat. Mereka tetap bisa memahami yang disampaikan pembicara apabila dalam sebuah acara tidak tersedia juru bahasa isyarat.

Kemensos akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar merespons jika mendengar suara peluit yang ditiup penyandang disabilitas. Itu artinya, ada yang membutuhkan pertolongan segera.

Bukan hanya penyandang disabilitas, Kemensos juga memberikan peluit kepada para lansia apabila terjebak dalam kondisi darurat, seperti banjir, kebakaran, dan bencana lainnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.