Selasa, 16 Jun 2026 19:35 WIB

Ruben Amorim Resmi jadi Pelatih AC Milan, Siap Bantai Manchester United

Ruben Amorim, pelatih baru AC Milan. (Dok. Instagram @fabrizioromano).
Ruben Amorim, pelatih baru AC Milan. (Dok. Instagram @fabrizioromano).

selalu.id - Ruben Amorim resmi menandatangani kontrak sebagai pelatih baru AC Milan setelah sempat dikaitkan dengan Benfica.

Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi proses perekrutan praktis telah rampung dan kini hanya menunggu pengumuman resmi.

Baca Juga: Manchester City dan Liverpool Saling Kejar Juara Liga Inggris, Berikut Ulasannya

Dokumen kontrak telah dipertukarkan oleh tim hukum kedua belah pihak. Pelatih asal Portugal tersebut sudah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2029.

Kabar ini menjadi pukulan bagi Benfica. Menurut laporan yang dikutip dari MilanNews.it, Amorim memilih menolak pendekatan klub raksasa Portugal tersebut demi bergabung dengan proyek yang ditawarkan Milan.

Keputusan itu menunjukkan keyakinan kuat Amorim terhadap arah yang sedang dibangun Rossoneri, julukan tim Italia tersebut.

Di tengah sejumlah opsi yang tersedia, dia justru memprioritaskan kepindahan ke San Siro.

“Amorim sangat yakin. Dia mengatakan tidak kepada tawaran lain seperti dari Benfica dan sangat menginginkan Milan,” jelas Romano, Selasa (16/6/2026).

Romano juga meluruskan kabar yang sempat menyebut Milan telah mencapai kesepakatan dengan Oliver Glasner. Menurut dia, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Pecundangi Ronaldo Cs, The Gunners Bungkam Setan Merah 3-1

“Glasner tidak berbicara dengan Milan sejak pertemuan terkenal di Munich. Milan menghilang dan tidak pernah menghubungi lagi,” katanya.

Nasib serupa dialami Matthias Jaissle. Pelatih yang saat ini menangani Al-Ahli itu disebut tidak menerima pembaruan apa pun dari Milan bahkan hingga pagi hari sebelum kesepakatan dengan Amorim diselesaikan.

Selain faktor keyakinan terhadap proyek klub, ketersediaan Amorim juga menjadi keuntungan besar bagi Milan.

Dia berstatus tanpa klub setelah dipecat Manchester United pada Januari lalu sehingga bisa direkrut tanpa biaya kompensasi.

Baca Juga: Bekuk Cagliari 0-1, AC Milan Diambang Scudetto

Situasi itu berbeda dengan Jaissle. Jika Milan memilih memboyong pelatih Al-Ahli tersebut, klub harus menebus klausul pelepasan senilai 10-11 juta euro atau sekitar Rp205,38 miliar hingga Rp225,92 miliar (kurs 1 euro = Rp20.538).

Kondisi tersebut membuat Milan bergerak lebih tegas untuk mengamankan jasa Amorim. Dengan proses administrasi yang hampir selesai, pengumuman resmi pelatih baru Rossoneri kini hanya tinggal menunggu waktu.

Amorim pun tidak bersabar melatih Milan. Apalagi jika berjumpa Manchester United. Ia mengaku siap memberikan pelajaran terhadap mantan klub yang pernah ia latih itu.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kisah Perjuangan Pria Mojokerto Rela Mencuri untuk Sekolah Anak

Alfin menjelaskan, hasil dari mediasi di Polsek Pungging antara dirinya dan pelaku setuju untuk berdamai dan laporan kepolisian dicabut.

Gempa Berkekuatan M 6,7 Guncang Palu, Rusak Rumah Sakit hingga Kantor Bupati

Hingga saat ini, Tim BMKG, BNPB, dan BPBD masih melakukan pemantauan serta pendataan dampak gempa di wilayah terdampak.

Pemkab Sidoarjo Raih Opini WTP 13 Kali, Bupati Subandi Klaim Begini

Subandi menyatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sidoarjo terus dijalankan secara transparan hingga akuntabel.

Polisi Usut Proyek Maut di Margorejo Surabaya, Siapa jadi Tersangka?

Beberapa pihak yang dianggap harus bertanggung atas proyek maut di Margorejo itu akan segera dipanggil dan dimintai keterangan.

Misteri Pesugihan Gunung Kawi, Jalan Pintas Menuju Kemakmuran?

Misteri pesugihan ini dikaitkan dengan dua tempat utama, yaitu Pesarean Gunung Kawi dan Keraton Gunung Kawi. Dua tempat ini disebut menjadi jalan pintas.

Surabaya Utara jadi Penyumbang Terbanyak Nikah Usia Muda

Untuk menekan nikah usia muda, salah satunya adalah penerapan surat edaran pembatasan jam malam bagi anak yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.