Jumat, 31 Jul 2026 21:11 WIB

Ruben Amorim Resmi jadi Pelatih AC Milan, Siap Bantai Manchester United

Ruben Amorim, pelatih baru AC Milan. (Dok. Instagram @fabrizioromano).
Ruben Amorim, pelatih baru AC Milan. (Dok. Instagram @fabrizioromano).

selalu.id - Ruben Amorim resmi menandatangani kontrak sebagai pelatih baru AC Milan setelah sempat dikaitkan dengan Benfica.

Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi proses perekrutan praktis telah rampung dan kini hanya menunggu pengumuman resmi.

Baca Juga: Manchester City dan Liverpool Saling Kejar Juara Liga Inggris, Berikut Ulasannya

Dokumen kontrak telah dipertukarkan oleh tim hukum kedua belah pihak. Pelatih asal Portugal tersebut sudah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2029.

Kabar ini menjadi pukulan bagi Benfica. Menurut laporan yang dikutip dari MilanNews.it, Amorim memilih menolak pendekatan klub raksasa Portugal tersebut demi bergabung dengan proyek yang ditawarkan Milan.

Keputusan itu menunjukkan keyakinan kuat Amorim terhadap arah yang sedang dibangun Rossoneri, julukan tim Italia tersebut.

Di tengah sejumlah opsi yang tersedia, dia justru memprioritaskan kepindahan ke San Siro.

“Amorim sangat yakin. Dia mengatakan tidak kepada tawaran lain seperti dari Benfica dan sangat menginginkan Milan,” jelas Romano, Selasa (16/6/2026).

Romano juga meluruskan kabar yang sempat menyebut Milan telah mencapai kesepakatan dengan Oliver Glasner. Menurut dia, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Pecundangi Ronaldo Cs, The Gunners Bungkam Setan Merah 3-1

“Glasner tidak berbicara dengan Milan sejak pertemuan terkenal di Munich. Milan menghilang dan tidak pernah menghubungi lagi,” katanya.

Nasib serupa dialami Matthias Jaissle. Pelatih yang saat ini menangani Al-Ahli itu disebut tidak menerima pembaruan apa pun dari Milan bahkan hingga pagi hari sebelum kesepakatan dengan Amorim diselesaikan.

Selain faktor keyakinan terhadap proyek klub, ketersediaan Amorim juga menjadi keuntungan besar bagi Milan.

Dia berstatus tanpa klub setelah dipecat Manchester United pada Januari lalu sehingga bisa direkrut tanpa biaya kompensasi.

Baca Juga: Bekuk Cagliari 0-1, AC Milan Diambang Scudetto

Situasi itu berbeda dengan Jaissle. Jika Milan memilih memboyong pelatih Al-Ahli tersebut, klub harus menebus klausul pelepasan senilai 10-11 juta euro atau sekitar Rp205,38 miliar hingga Rp225,92 miliar (kurs 1 euro = Rp20.538).

Kondisi tersebut membuat Milan bergerak lebih tegas untuk mengamankan jasa Amorim. Dengan proses administrasi yang hampir selesai, pengumuman resmi pelatih baru Rossoneri kini hanya tinggal menunggu waktu.

Amorim pun tidak bersabar melatih Milan. Apalagi jika berjumpa Manchester United. Ia mengaku siap memberikan pelajaran terhadap mantan klub yang pernah ia latih itu.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Urgent! Balita Sakit Anemia Berat di Mojokerto Butuh Bantuan Donor Darah O Bombay Rhesus Positif

Saat ini, bayi yang berusia 2 tahun 3 bulan itu tengah dirawat di RS Sido Waras, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Membutuhkan bantuan segera.

Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Di bawah kepemimpinan Eko Darsono, 200 pohon jeruk Siam Madu ditanam di atas lahan bantaran seluas sekitar 10 hektare. Hasilnya, untuk kebutuhan SPPG.

Pelindo Regional 3 dan Kejati Jatim Sepakati Optimalisasi Tata Kelola Perusahaan

Perjanjian Kerja Sama (PKS) kali ini juga memperkuat aspek pemulihan aset sebagai bagian penting dalam menjaga aset strategis negara.

APBD Sidoarjo 2025 Surplus Rp61,7 Miliar, DPRD Minta Percepatan Penyerapan Belanja

Namun di balik capaian tersebut, DPRD Sidoarjo tetap memberikan sejumlah catatan evaluatif, terutama terkait optimalisasi penyerapan belanja daerah.

Operasi URC Polda Jatim: Ringkus 206 Pelaku 3C, Sita Ratusan Kendaraan

Dalam ungkap ini, sejumlah kendaraan hasil curian yang disita penyidik juga telah diserahkan kembali kepada pemiliknya.

IJTI Surabaya Desak Presiden Prabowo Minta Maaf soal Istilah Londo Ireng

Falentinus Hartayan menilai pernyataan Presiden Prabowo berpotensi melukai martabat profesi jurnalistik yang selama ini bekerja berdasarkan Undang-Undang Pers.