Selasa, 15 Sep 2026 19:33 WIB

Mahasiswa Surabaya Sebut Program MBG hanya Mencerdaskan Vendor

Aliansi Masyarakat Surabaya Menggugat saat menggelar demo di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).
Aliansi Masyarakat Surabaya Menggugat saat menggelar demo di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).

selalu.id - Mahasiswa, dosen hingga buruh yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Surabaya Menggugat menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (15/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti seluruh kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, utamanya pada masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Temuan Jeruk MBG Berbelatung di SDN Tandes Kidul 1 Surabaya, Dewan Minta Usut Tuntas

Massa juga menyoroti program pemerintah dalam mencerdaskan generasi muda melalui makan bergizi gratis (MBG) yang dinilai tidak tepat sasaran karena banyak celah untuk dijadikan ladang korupsi.

Salah satu peserta aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa program MBG bukan sepenuhnya dinikmati oleh para siswa, tapi para vendor dan pemilik modal untuk meraup keuntungan.

"Apakah MBG itu sudah tepat sasaran dan dapat mencerdaskan para siswa? Jawabannya tidak. Karena dengan program ini para vendor dan pemilik modal itu yang akan lebih cerdas, karena mereka berupaya untuk meraup keuntungan," ungkapnya. 

Baca Juga: Penyakit ISPA di Surabaya Melonjak, DPRD Ingatkan Demam Tinggi Anak Bisa jadi Sinyal DBD

Bahkan menurutnya, pernyataan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof.  Stella Christine yang menjelaskan bahwa program MBG dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan matematika.

"Dia ini seorang profesor yang mengajar di Perguruan Tinggi di China mengatakan program MBG dapat meningkatkan siswa dalam Matematika dan Bahasa Inggris. Ini seorang profesor, tapi bisa berkata seperti itu, kan sangat memalukan," tegasnya.

Baca Juga: Diduga Ditemukan Larva di Dalam Jeruk MBG, Dinkes Surabaya Soroti SLHS SPPG

Diketahui, selama ini MBG yang dikonsumsi oleh para siswa kerap ditemukan tidak sesuai standart, bahkan membuat keracunan.

Insiden tersebut salah satunya terjadi di Surabaya pada Senin (11/5/2026) lalu, sebanyak 210 siswa SD hingga SMA mengalami keracunan setelah menyantap MBG.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pansus DPRD Surabaya Bidik Pekerja Kebersihan Kampung Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Kelompok ini dinilai masuk kategori pekerja rentan karena berpenghasilan rendah dan memiliki risiko kerja yang tinggi.

KPAI Desak Transparansi Manifes Kapal Virgo Transport 8, Keselamatan Anak jadi Prioritas

KPAI menilai, kepastian identitas serta manifes yang akurat bukan sekadar urusan administrasi, melainkan hak mendasar bagi keluarga korban.

Cara Cek Desil Bansos Melalui HP Pakai NIK, Bisa juga Perbarui Data

Warga juga bisa datang langsung ke kantor desa atau kelurahan setempat untuk mengajukan pembaruan data DTSEN.

Kapolda Jatim Tekankan Semangat Jogo Jatim untuk Lindungi Perempuan dan Anak dari Eksploitasi

Nanang mengatakan bahwa keberanian warga untuk melapor sangat krusial guna memutus rantai intimidasi dan trauma yang dialami korban. 

RSUD Sidoarjo Barat Kini Punya Layanan Cuci Darah, BPJS Kesehatan juga Disiapkan

Dengan hadirnya Instalasi Dialisis ini, Pemkab Sidoarjo berharap kualitas dan keterjangkauan layanan kesehatan masyarakat di wilayah barat semakin meningkat.

TPK Bumiharjo Pererat Kolaborasi Logistik, Arus Peti Kemas di Kotawaringin Barat Naik 6 Persen

Komitmen tersebut selaras dengan tren kinerja positif perusahaan. Hingga saat ini, arus peti kemas di TPK Bumiharjo telah menembus angka 30.626 TEUs.