Jumat, 31 Jul 2026 17:04 WIB

Mahasiswa Surabaya Sebut Program MBG hanya Mencerdaskan Vendor

Aliansi Masyarakat Surabaya Menggugat saat menggelar demo di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).
Aliansi Masyarakat Surabaya Menggugat saat menggelar demo di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).

selalu.id - Mahasiswa, dosen hingga buruh yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Surabaya Menggugat menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (15/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti seluruh kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, utamanya pada masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: 2 Oknum Petugas DLH Surabaya Peras Pedagang di Kawasan Tugu Pahlawan, Ini Tampangnya

Massa juga menyoroti program pemerintah dalam mencerdaskan generasi muda melalui makan bergizi gratis (MBG) yang dinilai tidak tepat sasaran karena banyak celah untuk dijadikan ladang korupsi.

Salah satu peserta aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa program MBG bukan sepenuhnya dinikmati oleh para siswa, tapi para vendor dan pemilik modal untuk meraup keuntungan.

"Apakah MBG itu sudah tepat sasaran dan dapat mencerdaskan para siswa? Jawabannya tidak. Karena dengan program ini para vendor dan pemilik modal itu yang akan lebih cerdas, karena mereka berupaya untuk meraup keuntungan," ungkapnya. 

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Bersih dan Transparan di Sektor Energi, PGN Gandeng Kejati Jatim

Bahkan menurutnya, pernyataan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof.  Stella Christine yang menjelaskan bahwa program MBG dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan matematika.

"Dia ini seorang profesor yang mengajar di Perguruan Tinggi di China mengatakan program MBG dapat meningkatkan siswa dalam Matematika dan Bahasa Inggris. Ini seorang profesor, tapi bisa berkata seperti itu, kan sangat memalukan," tegasnya.

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Diketahui, selama ini MBG yang dikonsumsi oleh para siswa kerap ditemukan tidak sesuai standart, bahkan membuat keracunan.

Insiden tersebut salah satunya terjadi di Surabaya pada Senin (11/5/2026) lalu, sebanyak 210 siswa SD hingga SMA mengalami keracunan setelah menyantap MBG.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sepanjang 2023–2026, Polrestabes Surabaya Selesaikan 469 Perkara Narkoba Lewat Restorative Justice

Selain menerapkan RJ, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya juga memusnahkan barang bukti narkotika dari perkara yang ditangani melalui mekanisme tersebut.

PDS Latih Ulang 104 Personel Satpam di Lingkungan Pelabuhan Kalimantan

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menjawab dinamika tugas keamanan yang tidak hanya menuntut kesiapsiagaan fisik.

Ubah Paradigma Kesehatan, Program Home Care Jember Dinilai Layak jadi Percontohan Nasional

Menurut Nouval, Program Home Care telah mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari sistem pasif menjadi pelayanan yang proaktif.

Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Wujudkan Desa Anti Korupsi

Program itu lahir dari keprihatinan atas meningkatnya alokasi dana desa yang diikuti tingginya kasus korupsi yang melibatkan kepala desa maupun perangkat desa.

Pemkab Sidoarjo Sabet Penghargaan Nasional di Peringatan Harganas 2026

Sidoarjo dinilai konsisten menjalankan sejumlah program prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.

Pemerintah Pusat Apresiasi Komitmen Surabaya dalam Penuhi Hak dan Lindungi Anak

Eri Cahyadi menegaskan, pembangunan anak merupakan bagian penting dari transformasi Surabaya menuju kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan.