Kamis, 30 Jul 2026 20:43 WIB

Pemkab Sidoarjo Sabet Penghargaan Nasional di Peringatan Harganas 2026

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 30 Jul 2026 19:38 WIB
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menyerahkan penghargaan kepada Bupati Sidoarjo Subandi dan Ketua TP PKK Sidoarjo dalam peringatan Harganas 2026. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menyerahkan penghargaan kepada Bupati Sidoarjo Subandi dan Ketua TP PKK Sidoarjo dalam peringatan Harganas 2026. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam beberapa tahun terakhir kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Mulai dari penguatan pengasuhan anak, pemberdayaan lansia, pencegahan stunting hingga perbaikan sanitasi dinilai berjalan searah dengan upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas 2045.

Baca Juga: Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Wujudkan Desa Anti Korupsi

Atas capaian tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga memberikan penghargaan kepada Bupati Sidoarjo Subandi dan Ketua TP PKK Sidoarjo Sriatun Subandi pada Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026).

Penghargaan itu diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin. 

Sidoarjo dinilai konsisten menjalankan sejumlah program prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.

Program yang menjadi perhatian pemerintah pusat antara lain Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Lansia Berdaya (Sidaya), hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak. Pemkab Sidoarjo menilai keterlibatan ayah memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat hubungan emosional di dalam keluarga.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah menerbitkan surat edaran Gerakan Ayah Mengambil Rapor dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (Gamas).

"Gerakan ini bertujuan menguatkan peran serta ayah dalam pengasuhan sekaligus mempererat ikatan emosional anak dalam mendampingi proses pendidikannya," kata Subandi.

Baca Juga: 7 Penghargaan Disabet Kabupaten Mojokerto di Peringatan Harganas Ke-33 Provinsi Jatim 2026

Selain itu, implementasi Program Tamasya juga terus diperkuat. Pemkab Sidoarjo menggandeng sekitar 32 pengelola daycare atau tempat penitipan anak guna memastikan layanan pengasuhan berjalan sesuai standar dan memberikan rasa aman bagi anak.

Perhatian terhadap kualitas keluarga juga diwujudkan melalui pemberdayaan kelompok lanjut usia. Melalui Program Sidaya, Pemkab Sidoarjo menjalankan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) sebagai sarana pendidikan nonformal bagi warga lansia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo, Heni Kristiani mengatakan program tersebut dirancang untuk menjaga lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif melalui berbagai kegiatan kesehatan maupun edukasi.

"Selantang merupakan pendidikan nonformal agar warga lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Kegiatan di dalamnya mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, senam kebugaran, hingga penyuluhan gizi seimbang," katanya.

Pada saat yang sama, upaya percepatan penurunan stunting di Sidoarjo juga diperkuat melalui peningkatan layanan posyandu serta perbaikan sanitasi lingkungan. 

Baca Juga: Ansor Sidoarjo Minta Pemkab Serius Tertipkan Peredaran Miras Ilegal, Beri Waktu 7x24 Jam

Strategi tersebut mengantarkan Sidoarjo memenuhi status Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar setelah melalui proses verifikasi tingkat Provinsi Jawa Timur.

Bupati Subandi menilai keberhasilan program sanitasi berbasis masyarakat tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana pendukung, tetapi juga kesadaran warga dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Pelaksanaan STBM tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana sanitasi, tetapi lebih menitikberatkan pada perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan," jelasnya.

Konsistensi menjalankan berbagai program penguatan keluarga, pemberdayaan lansia, pencegahan stunting, dan sanitasi berbasis masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Sidoarjo menerima penghargaan pada peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ubah Paradigma Kesehatan, Program Home Care Jember Dinilai Layak jadi Percontohan Nasional

Menurut Nouval, Program Home Care telah mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari sistem pasif menjadi pelayanan yang proaktif.

Pemerintah Pusat Apresiasi Komitmen Surabaya dalam Penuhi Hak dan Lindungi Anak

Eri Cahyadi menegaskan, pembangunan anak merupakan bagian penting dari transformasi Surabaya menuju kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan.

SIER Dukung Pemkot Surabaya Percepat Penurunan Stunting dengan Bantu Pemenuhan Gizi Balita

Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Departemen TJSL dan Keberlanjutan PT SIER, Puspita Ernawati.

Polda Jatim Bekuk Peretas Ratusan Situs Pendidikan dan Instansi Pemerintah untuk Promo Judol

Penyidik saat ini masih terus mendalami kemungkinan adanya jaringan atau sindikat peretas lain yang bekerja sama dengan pelaku.

Pemkot Surabaya Batalkan Ekskul Esport, ESI Sebut Wadah Pembinaan Bakat Pelajar Terancam Hilang

ESI Surabaya menilai kebijakan itu justru menutup ruang pembinaan bagi pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang esport.

Harga Emas Antam Hari Ini: Sudah Kembali Naik Lagi, Berikut Rincian Lengkapnya

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia ini sejalan dengan emas global.