Senin, 02 Nov 2026 19:49 WIB

Sepanjang 2023–2026, Polrestabes Surabaya Selesaikan 469 Perkara Narkoba Lewat Restorative Justice

Pemusnahan barang bukti narkoba di Polrestabes Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).
Pemusnahan barang bukti narkoba di Polrestabes Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya menerapkan mekanisme Restorative Justice (RJ) terhadap 469 perkara penyalahgunaan narkoba sepanjang 2023 hingga 2026. 

Melalui mekanisme tersebut, penyalahguna yang memenuhi persyaratan diarahkan menjalani rehabilitasi untuk mengatasi ketergantungan narkotika.

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama mengatakan, penerapan RJ dilakukan berdasarkan ketentuan yang mengatur penanganan penyalahguna narkotika melalui pendekatan pemulihan.

"Kebijakan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021, dan Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021," katanya, Kamis (30/7/2026). 

Berdasarkan data, sebanyak lima perkara diselesaikan melalui mekanisme RJ pada 2023. Jumlah tersebut meningkat menjadi 44 perkara pada 2024 dan mencapai 272 perkara sepanjang 2025.

Sementara pada 2026, hingga 30 Juli, terdapat 148 perkara penyalahgunaan narkoba yang telah ditangani melalui mekanisme RJ. Secara keseluruhan, jumlah perkara yang diselesaikan melalui pendekatan tersebut mencapai 469 kasus.

Baca Juga: Pengedar Sabu di Bogen Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 663 penyalahguna narkoba menjalani rehabilitasi. Jumlah tersebut terdiri atas 592 laki-laki dan 71 perempuan.

Dodi menjelaskan, proses rehabilitasi dilakukan berdasarkan hasil asesmen Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya. Pelaksanaan rehabilitasi juga berada dalam pengawasan pihak kejaksaan.

"Mereka menjalani pengobatan untuk ketergantungan narkoba yang mereka alami," ujarnya.

Baca Juga: Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Selain menerapkan RJ, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya juga memusnahkan barang bukti narkotika dari perkara yang ditangani melalui mekanisme tersebut.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas 68,31 gram sabu, 183,85 gram ganja, 29,17 gram tembakau sintetis, serta 58 butir pil ekstasi.

Seluruh barang bukti diuji secara acak oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jenis dan keaslian barang bukti sesuai dengan data yang tercantum dalam berkas perkara.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.

48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto

Tujuannya sederhana menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.

Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

Melalui langkah ini, hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sekaligus menambah ketersediaan stok pasar jelang Natal dan Tahun Baru.

Senyum Bahagia Korban Pencurian di Mojokerto usai Motornya Kembali

Dewi mengaku kaget saat mengetahui motornya raib. Motor itu merupakan satu-satunya kendaraan untuk berangkat kerja.