Jumat, 31 Jul 2026 05:14 WIB

Banteng Kalcer Diluncurkan, Cara Baru PDIP Surabaya Dekati Gen Z

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2026 17:43 WIB
DPC PDIP Surabaya saat meluncurkan program Banteng Kalcer. (Dok. PDIP Surabaya).
DPC PDIP Surabaya saat meluncurkan program Banteng Kalcer. (Dok. PDIP Surabaya).

selalu.id - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam membangun kedekatan dengan generasi muda. 

Bertepatan dengan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, DPC PDIP Surabaya resmi meluncurkan program Banteng Kalcer.

Baca Juga: Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Ketua DPC PDIP Surabaya sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji di Kantor DPC PDIP Surabaya. 

Peresmian ditandai dengan penyematan kaus Banteng Kalcer kepada perwakilan generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Momentum peluncuran berlangsung di sela-sela kegiatan Gowes Kelana Bung Karno yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan.

Acara berlangsung meriah dengan hiburan musik yang dipandu DJ profesional. Para peserta, khususnya kalangan Gen Z, tampak menikmati suasana santai dan penuh kebersamaan yang dikemas jauh dari kesan formal.

Dalam sambutannya, Cak Ji menegaskan bahwa semangat Bung Karno harus terus diwariskan kepada generasi muda Surabaya. 

Menurutnya, Bung Karno bukan hanya Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga sosok yang lahir dan tumbuh sebagai arek Surabaya.

“Bung Karno itu arek Surabaya. Itu yang harus diingat oleh semua warga Kota Surabaya. Pagi hari ini kita juga telah meresmikan Banteng Kalcer yang ada di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Ini bagian dari upaya agar PDI Perjuangan tetap eksis di Kota Surabaya, tetap bergotong royong dan terus hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.

Cak Ji menegaskan bahwa kekuatan partai tidak hanya dibangun melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui kerja nyata yang dirasakan masyarakat.

“Makanya kita harus berbuat, terus berbuat, terus berbuat. Tidak mengenal lelah, tidak mengenal capek. Yang penting perbuatan kita baik, maka akan selalu diingat oleh warga Kota Surabaya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPC PDIP Surabaya, Khusnul Khotimah menjelaskan bahwa Banteng Kalcer lahir dari kebutuhan menghadirkan ruang yang lebih dekat dengan karakter generasi muda saat ini.

Baca Juga: Puluhan Korban Investasi Bodong Meow Wadul ke DPRD Surabaya, Rugi hingga Miliaran Rupiah

Menurut Khusnul, masih banyak anak muda yang memandang politik sebagai sesuatu yang serius, kaku, dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih relevan dengan dunia mereka.

“Banteng Kalcer ini menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berkumpul, berjejaring, sekaligus mengenal dunia politik dengan suasana yang lebih nyaman dan terbuka. Politik tidak harus selalu dibicarakan dalam forum formal, tetapi juga bisa hadir melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka,” katanya.

Khusnul menambahkan, program tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat generasi muda, mulai dari olahraga bersama, diskusi santai, kegiatan sosial, hingga kolaborasi kreatif dengan berbagai komunitas.

Salah satu kegiatan yang telah mendapat respons positif adalah aktivitas olahraga bersama seperti running dan kegiatan komunitas lainnya yang saat ini menjadi tren di kalangan anak muda.

“Anak muda memiliki energi, ide, dan kreativitas yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita membuka ruang agar mereka bisa berkontribusi, menyampaikan gagasan, dan merasa menjadi bagian dari gerakan bersama,” paparnya.

Khusnul menegaskan bahwa Banteng Kalcer tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang untuk membangun kepedulian sosial dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

Baca Juga: Dibatalkan Mendadak, 500 Warga Surabaya Barat Gigit Jari soal Sertifikat Tanah Gratis

Politik sejatinya bukan hanya berbicara tentang kekuasaan dan pemilu, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

“Melalui Banteng Kalcer, kami ingin menunjukkan bahwa politik bisa dekat dengan anak muda, bisa menyenangkan, dan bisa menjadi ruang untuk berkontribusi. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam kegiatan sosial, kepemudaan, dan demokrasi secara positif,” jelasnya.

Peluncuran Banteng Kalcer pada Bulan Bung Karno dinilai menjadi simbol upaya PDIP Surabaya menghubungkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dengan semangat generasi masa kini. 

Di tengah perkembangan era digital dan perubahan pola komunikasi anak muda, pendekatan yang lebih kreatif, kolaboratif, dan kekinian dinilai menjadi kunci untuk membangun keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik dan sosial.

Dengan antusiasme ribuan peserta yang hadir dalam Gowes Kelana Bung Karno serta tingginya partisipasi kalangan Gen Z dalam peluncuran Banteng Kalcer

Program ini diharapkan menjadi ruang baru yang mampu menjembatani dunia politik dengan generasi muda Surabaya secara lebih inklusif, segar, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Selain melakukan orasi, mereka melakukan tabur bunga di atas ID Pers yang mereka kumpulkan di depan massa aksi.

Sepanjang 2023–2026, Polrestabes Surabaya Selesaikan 469 Perkara Narkoba Lewat Restorative Justice

Selain menerapkan RJ, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya juga memusnahkan barang bukti narkotika dari perkara yang ditangani melalui mekanisme tersebut.

PDS Latih Ulang 104 Personel Satpam di Lingkungan Pelabuhan Kalimantan

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menjawab dinamika tugas keamanan yang tidak hanya menuntut kesiapsiagaan fisik.

Ubah Paradigma Kesehatan, Program Home Care Jember Dinilai Layak jadi Percontohan Nasional

Menurut Nouval, Program Home Care telah mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari sistem pasif menjadi pelayanan yang proaktif.

Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Wujudkan Desa Anti Korupsi

Program itu lahir dari keprihatinan atas meningkatnya alokasi dana desa yang diikuti tingginya kasus korupsi yang melibatkan kepala desa maupun perangkat desa.

Pemkab Sidoarjo Sabet Penghargaan Nasional di Peringatan Harganas 2026

Sidoarjo dinilai konsisten menjalankan sejumlah program prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.