Rabu, 04 Nov 2026 03:33 WIB

Dibatalkan Mendadak, 500 Warga Surabaya Barat Gigit Jari soal Sertifikat Tanah Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Jul 2026 20:51 WIB
Hearing di DPRD Surabaya soal dibatalkannya program PTSL gratis. (Foto: Ade/selalu.id).
Hearing di DPRD Surabaya soal dibatalkannya program PTSL gratis. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Harapan ratusan warga di wilayah Surabaya barat untuk mendapatkan sertifikat tanah gratis melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kini pupus. 

Padahal, sosialisasi program tersebut telah dilakukan dan kuota penerima telah ditetapkan.

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Sebanyak 500 warga dari Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, dan Kelurahan Benowo, Kecamatan Benowo, akhirnya mengadukan persoalan tersebut kepada Komisi A DPRD Surabaya dalam rapat dengar pendapat yang digelar pada Rabu (29/7/2026).

Warga menilai pembatalan program itu dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan resmi, meskipun sebelumnya pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) I Surabaya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sumberejo, Ghozali, mengatakan warga telah mengikuti seluruh tahapan awal setelah mendapatkan informasi mengenai kuota PTSL.

“Kami sudah dipertemukan dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan BPN I Surabaya. Saat itu disampaikan bahwa Sumberejo mendapatkan kuota sebanyak 250 bidang,” kata Ghozali saat rapat berlangsung.

Menurut dia, total kuota yang dijanjikan untuk wilayah Pakal dan Benowo mencapai 500 bidang tanah. Warga pun mulai menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengajuan sertifikat.

Namun, setelah sosialisasi dilakukan, program tersebut tidak lagi terdengar kelanjutannya.

“Tidak ada pemberitahuan apa pun kepada warga. Tiba-tiba program itu tidak berjalan,” jelasnya.

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Kasubag Tata Usaha BPN I Surabaya, Sukamto, membenarkan bahwa rencana pemberian 500 sertifikat melalui program PTSL memang sempat disusun pada 2025. Program tersebut menyasar delapan RW di masing-masing wilayah.

Menurut Sukamto, pembatalan program terjadi karena adanya perubahan kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan dengan alokasi anggaran.

“Program itu memang direncanakan, tetapi kemudian terdapat perubahan kebijakan dari pusat. Prioritas dialihkan ke wilayah kabupaten karena keterbatasan anggaran,” bebernya.

Penjelasan tersebut mendapat sorotan dari Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. Ia menilai sosialisasi seharusnya tidak dilakukan apabila kepastian anggaran belum tersedia.

Baca Juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

“Kalau anggarannya belum pasti, jangan sampai masyarakat diberikan harapan terlebih dahulu. Akibatnya, warga menjadi kecewa karena merasa sudah mendapatkan kepastian,” jelasnya.

Komisi A DPRD Surabaya juga meminta BPN I Surabaya memasukkan Kelurahan Sumberejo dan Kelurahan Benowo ke dalam daftar prioritas program PTSL pada 2027.

Menurut Yona, langkah tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat yang telah menunggu program sertifikasi tanah tersebut.

“Kedua wilayah ini harus menjadi prioritas pada pelaksanaan program berikutnya agar persoalan yang sama tidak kembali terulang,” tegasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.