Rabu, 04 Nov 2026 03:33 WIB

Puluhan Korban Investasi Bodong Meow Wadul ke DPRD Surabaya, Rugi hingga Miliaran Rupiah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Jul 2026 21:52 WIB
DPRD Surabaya saat menggelar hearing kasus arisan dan investasi bodong. (Foto: Ade/selalu.id).
DPRD Surabaya saat menggelar hearing kasus arisan dan investasi bodong. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Dugaan persoalan arisan dan investasi yang mengatasnamakan Meow memasuki babak baru. Puluhan peserta mendatangi Komisi B DPRD Surabaya untuk meminta kejelasan mengenai dana yang belum dikembalikan.

Salah seorang peserta, Chester Jeflin Taniago, mengaku mengalami kerugian hingga Rp2,08 miliar. Kasus tersebut kemudian dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Komisi B DPRD Surabaya pada Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Dalam rapat itu, dewan menghadirkan perwakilan korban, salah satu pemilik Meow, Mourin Chienci Lintong, serta perwakilan Biro Hukum dan Kerja Sama Pemerintah Kota Surabaya.

Chester mengaku bergabung dengan program tersebut sejak 2025 setelah mendapatkan rekomendasi dari rekannya. Pada awalnya, arisan berjalan lancar sehingga kepercayaan para peserta terus meningkat.

Di tengah perjalanan, peserta kemudian ditawari program lain bernama Flat yang menjanjikan keuntungan sebesar 10 persen dalam kurun waktu 10 hari.

“Awalnya berjalan lancar. Setelah itu, ada penawaran program lain dengan sistem pembayaran tertentu dan imbal hasil yang cukup besar,” kata Chester.

Namun, memasuki Februari 2026, ia mulai merasakan adanya kejanggalan. Berbagai upaya komunikasi dengan pihak penyelenggara pun dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

“Selalu berbelit-belit dan tidak ada penjelasan secara rinci,” ujarnya.

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Chester berharap ada kepastian terkait dana yang telah disetorkannya selama mengikuti program tersebut.

“Saya hanya ingin mendapatkan kejelasan mengenai uang yang sudah saya setorkan,” jelasnya.

Sementara itu, Mourin Chienci Lintong mengatakan pihaknya masih berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

“Kami ingin menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan,” katanya.

Baca Juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

Ia menjelaskan bahwa pengembalian dana dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keuangan yang ada. Menurutnya, proses tersebut juga dipengaruhi oleh peserta lain yang masih memiliki kewajiban pembayaran.

Di sisi lain, anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keuangan, tetapi juga lemahnya komunikasi antara penyelenggara dan peserta.

Menurutnya, kedua belah pihak perlu mengedepankan iktikad baik agar persoalan tidak berkembang menjadi sengketa hukum yang lebih luas.

“Yang paling penting adalah melakukan verifikasi data, menghitung hak dan kewajiban masing-masing pihak, lalu mencari solusi bersama,” kata Budi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.