Sabtu, 31 Okt 2026 06:13 WIB

Hindari Tengah Kota Surabaya, Ada Demo Depan Grahadi Hari Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2026 13:30 WIB
Ilustrasi demo depan Gedung Grahadi Surabaya. (Dok. Google Gemini/Ist).
Ilustrasi demo depan Gedung Grahadi Surabaya. (Dok. Google Gemini/Ist).

selalu.id -Gelombang protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah akan mewarnai Kota Surabaya pekan ini.

Kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam aksi bertajuk “Rakyat Surabaya Menggugat” menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Sementara Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur menyiapkan aksi lanjutan pada Rabu (17/6/2026) mendatang.

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya mengatakan demonstrasi tersebut membawa sejumlah tuntutan yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Salah satu tuntutan utama adalah pencabutan revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI Tahun 2025. 

Menurutnya, kedua regulasi tersebut dinilai membuka ruang praktik militerisme dan mengancam demokrasi.

“Yang pertama soal pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dilakukan secara ugal-ugalan beberapa hari lalu. Yang kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang memberi karpet bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI, kembalikan TNI ke barak,” kata Ikhsan.

Selain itu, massa aksi juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), penguatan nilai tukar rupiah, hingga penghentian eksploitasi sumber daya alam.

Ikhsan menjelaskan Grahadi dipilih sebagai lokasi aksi karena merupakan kawasan strategis yang setiap hari dilalui masyarakat. 

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Ia berharap demonstrasi tersebut dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang sedang terjadi.

“Aksi ini sebetulnya respons dan bagian dari aspirasi kami, dan mungkin ini sebagai aksi pemantik untuk selanjutnya dilakukan aksi yang lebih besar lagi,” jelasnya.

Sementara itu, BEM SI Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan pada Rabu (17/6/2026). 

Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur, Muhammad Aqomaddin mengatakan saat ini pihaknya masih mematangkan persiapan, termasuk menentukan titik aksi.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

“Kami rencanakan aksi di tanggal 17 Juni 2026. Terkait titik lokasinya belum fix, karena kami belum melakukan pengecekan ke lapangan,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa akan membawa lima tuntutan utama, yakni penghentian program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, pencabutan UU Polri dan UU TNI, penurunan harga BBM, penolakan militerisme, serta penguatan nilai tukar rupiah.

Menurut Aqomaddin, konsolidasi lanjutan akan dilakukan sehari sebelum aksi untuk memastikan kesiapan peserta dan teknis pelaksanaan di lapangan.

“Insya Allah di H-1, tepatnya tanggal 16 Juni, kemungkinan kami akan mengadakan konsolidasi lanjutan,” katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Poster tersebut memuat foto seorang wanita berinisial ZR tanpa mengenakan busana disertai tulisan bernada pencemaran nama baik.

Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Jaka Jatim membeberkan bahwa Anwar Sadad diduga kuat menerima aliran dana gratifikasi hingga mencapai Rp22,2 miliar. Sadad juga mangkir 3 kali dipanggil KPK.

Bea Cukai RI Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Emas ke Luar Negeri

Bea Cukai memastikan akan terus memperketat pengawasan lalu lintas barang di perbatasan nasional guna mencegah kebocoran ekspor yang rugikan negara.

Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Hingga kini, sebanyak 8 kontainer kopi berhasil diberangkatkan ke mancanegara, 7 kontainer mendarat di Italia dan 1 kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA).

Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas.

SIER Gerak Cepat Tangani Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Penanganan segera dilakukan dengan mengerahkan tim tanggap darurat dan pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi serta mencegah meluasnya area terdampak.