Selasa, 15 Sep 2026 21:55 WIB

Hindari Tengah Kota Surabaya, Ada Demo Depan Grahadi Hari Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2026 13:30 WIB
Ilustrasi demo depan Gedung Grahadi Surabaya. (Dok. Google Gemini/Ist).
Ilustrasi demo depan Gedung Grahadi Surabaya. (Dok. Google Gemini/Ist).

selalu.id -Gelombang protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah akan mewarnai Kota Surabaya pekan ini.

Kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam aksi bertajuk “Rakyat Surabaya Menggugat” menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Menangkap Cahaya Rindu: Cerita di Balik 100 Mahakarya Lukisan SBY di Surabaya

Sementara Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur menyiapkan aksi lanjutan pada Rabu (17/6/2026) mendatang.

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya mengatakan demonstrasi tersebut membawa sejumlah tuntutan yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Salah satu tuntutan utama adalah pencabutan revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI Tahun 2025. 

Menurutnya, kedua regulasi tersebut dinilai membuka ruang praktik militerisme dan mengancam demokrasi.

“Yang pertama soal pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dilakukan secara ugal-ugalan beberapa hari lalu. Yang kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang memberi karpet bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI, kembalikan TNI ke barak,” kata Ikhsan.

Selain itu, massa aksi juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), penguatan nilai tukar rupiah, hingga penghentian eksploitasi sumber daya alam.

Ikhsan menjelaskan Grahadi dipilih sebagai lokasi aksi karena merupakan kawasan strategis yang setiap hari dilalui masyarakat. 

Baca Juga: Penyakit ISPA di Surabaya Melonjak, DPRD Ingatkan Demam Tinggi Anak Bisa jadi Sinyal DBD

Ia berharap demonstrasi tersebut dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang sedang terjadi.

“Aksi ini sebetulnya respons dan bagian dari aspirasi kami, dan mungkin ini sebagai aksi pemantik untuk selanjutnya dilakukan aksi yang lebih besar lagi,” jelasnya.

Sementara itu, BEM SI Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan pada Rabu (17/6/2026). 

Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur, Muhammad Aqomaddin mengatakan saat ini pihaknya masih mematangkan persiapan, termasuk menentukan titik aksi.

Baca Juga: Diduga Ditemukan Larva di Dalam Jeruk MBG, Dinkes Surabaya Soroti SLHS SPPG

“Kami rencanakan aksi di tanggal 17 Juni 2026. Terkait titik lokasinya belum fix, karena kami belum melakukan pengecekan ke lapangan,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa akan membawa lima tuntutan utama, yakni penghentian program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, pencabutan UU Polri dan UU TNI, penurunan harga BBM, penolakan militerisme, serta penguatan nilai tukar rupiah.

Menurut Aqomaddin, konsolidasi lanjutan akan dilakukan sehari sebelum aksi untuk memastikan kesiapan peserta dan teknis pelaksanaan di lapangan.

“Insya Allah di H-1, tepatnya tanggal 16 Juni, kemungkinan kami akan mengadakan konsolidasi lanjutan,” katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Puskesmas Umbulsari Jember Sabet Juara I Seva Paramahita Award 2026

Puskesmas Umbulsari Jember dinilai unggul berkat transformasi pelayanan yang mengusung prinsip mudah, cepat, dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

SBY Buka-bukaan Soal Isu Politik Praktis di Surabaya, Begini Penjelasannya

Hal tersebut disampaikan SBY di tengah kesibukannya menggelar pameran karya seni lukis di Voza Tower Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Bikin Geger, Kakek di Mojokerto Terjepit Tembok Selama 1 Jam Jelang Magrib

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga satu jam. Warga terpaksa membongkar dinding bata ringan yang masih dalam tahap pembangunan itu.

Pansus DPRD Surabaya Bidik Pekerja Kebersihan Kampung Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Kelompok ini dinilai masuk kategori pekerja rentan karena berpenghasilan rendah dan memiliki risiko kerja yang tinggi.

KPAI Desak Transparansi Manifes Kapal Virgo Transport 8, Keselamatan Anak jadi Prioritas

KPAI menilai, kepastian identitas serta manifes yang akurat bukan sekadar urusan administrasi, melainkan hak mendasar bagi keluarga korban.

Cara Cek Desil Bansos Melalui HP Pakai NIK, Bisa juga Perbarui Data

Warga juga bisa datang langsung ke kantor desa atau kelurahan setempat untuk mengajukan pembaruan data DTSEN.