Sabtu, 01 Agu 2026 17:14 WIB

Hindari Tengah Kota Surabaya, Ada Demo Depan Grahadi Hari Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2026 13:30 WIB
Ilustrasi demo depan Gedung Grahadi Surabaya. (Dok. Google Gemini/Ist).
Ilustrasi demo depan Gedung Grahadi Surabaya. (Dok. Google Gemini/Ist).

selalu.id -Gelombang protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah akan mewarnai Kota Surabaya pekan ini.

Kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam aksi bertajuk “Rakyat Surabaya Menggugat” menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: 2 Oknum Petugas DLH Surabaya Peras Pedagang di Kawasan Tugu Pahlawan, Ini Tampangnya

Sementara Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur menyiapkan aksi lanjutan pada Rabu (17/6/2026) mendatang.

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya mengatakan demonstrasi tersebut membawa sejumlah tuntutan yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Salah satu tuntutan utama adalah pencabutan revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI Tahun 2025. 

Menurutnya, kedua regulasi tersebut dinilai membuka ruang praktik militerisme dan mengancam demokrasi.

“Yang pertama soal pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dilakukan secara ugal-ugalan beberapa hari lalu. Yang kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang memberi karpet bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI, kembalikan TNI ke barak,” kata Ikhsan.

Selain itu, massa aksi juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), penguatan nilai tukar rupiah, hingga penghentian eksploitasi sumber daya alam.

Ikhsan menjelaskan Grahadi dipilih sebagai lokasi aksi karena merupakan kawasan strategis yang setiap hari dilalui masyarakat. 

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Bersih dan Transparan di Sektor Energi, PGN Gandeng Kejati Jatim

Ia berharap demonstrasi tersebut dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang sedang terjadi.

“Aksi ini sebetulnya respons dan bagian dari aspirasi kami, dan mungkin ini sebagai aksi pemantik untuk selanjutnya dilakukan aksi yang lebih besar lagi,” jelasnya.

Sementara itu, BEM SI Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan pada Rabu (17/6/2026). 

Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur, Muhammad Aqomaddin mengatakan saat ini pihaknya masih mematangkan persiapan, termasuk menentukan titik aksi.

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

“Kami rencanakan aksi di tanggal 17 Juni 2026. Terkait titik lokasinya belum fix, karena kami belum melakukan pengecekan ke lapangan,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa akan membawa lima tuntutan utama, yakni penghentian program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, pencabutan UU Polri dan UU TNI, penurunan harga BBM, penolakan militerisme, serta penguatan nilai tukar rupiah.

Menurut Aqomaddin, konsolidasi lanjutan akan dilakukan sehari sebelum aksi untuk memastikan kesiapan peserta dan teknis pelaksanaan di lapangan.

“Insya Allah di H-1, tepatnya tanggal 16 Juni, kemungkinan kami akan mengadakan konsolidasi lanjutan,” katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Eks Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Divonis 10 Tahun dalam Kasus Korupsi Dindik Jatim

Majelis menyatakan Hudiyono terbukti turut serta dalam perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara bersama mantan Kadispendik Jawa Timur dan Jimmy.

Polisi Buru Pelaku Pembacokan Anggota PSHT di Ambyar Superclub Surabaya

Polrestabes Surabaya berkomitmen memproses seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Urgent! Balita Sakit Anemia Berat di Mojokerto Butuh Bantuan Donor Darah O Bombay Rhesus Positif

Saat ini, bayi yang berusia 2 tahun 3 bulan itu tengah dirawat di RS Sido Waras, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Membutuhkan bantuan segera.

Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Di bawah kepemimpinan Eko Darsono, 200 pohon jeruk Siam Madu ditanam di atas lahan bantaran seluas sekitar 10 hektare. Hasilnya, untuk kebutuhan SPPG.

Pelindo Regional 3 dan Kejati Jatim Sepakati Optimalisasi Tata Kelola Perusahaan

Perjanjian Kerja Sama (PKS) kali ini juga memperkuat aspek pemulihan aset sebagai bagian penting dalam menjaga aset strategis negara.

APBD Sidoarjo 2025 Surplus Rp61,7 Miliar, DPRD Minta Percepatan Penyerapan Belanja

Namun di balik capaian tersebut, DPRD Sidoarjo tetap memberikan sejumlah catatan evaluatif, terutama terkait optimalisasi penyerapan belanja daerah.