Jumat, 12 Jun 2026 21:20 WIB

Pertalite Jadi Andalan Warga saat Pertamax Naik, DPRD Surabaya Minta Stok Dijaga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 12 Jun 2026 19:07 WIB
SPBU Dipenogoro Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
SPBU Dipenogoro Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap BBM bersubsidi.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri meminta Pertamina dan pengelola SPBU memastikan stok BBM subsidi tetap aman agar tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan BBM Pertamax Naik

Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sedangkan harga BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Menanggapi kebijakan tersebut, Syaifuddin Zuhri mengaku khawatir dampaknya akan dirasakan masyarakat, terutama kelompok menengah yang selama ini menggunakan BBM nonsubsidi.

Menurut legislator yang akrab disapa Kaji Ipuk ini, kenaikan harga berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke BBM subsidi. Karena itu, ia meminta depo Pertamina maupun SPBU di Surabaya mulai mengantisipasi lonjakan kebutuhan.

“Jangan sampai di SPBU nanti BBM subsidi kosong. Masyarakat tetap membutuhkan kendaraan untuk bekerja dan beraktivitas. Kalau stok habis, mereka terpaksa membeli BBM nonsubsidi yang sekarang harganya jauh lebih mahal,” jelasnya, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, DPR RI Cuma Bilang Begini

Selain menjamin ketersediaan stok, Kaji Ipuk juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas BBM yang beredar di masyarakat.

Ia tidak ingin persoalan kendaraan brebet yang sempat dikeluhkan warga Surabaya beberapa waktu lalu kembali terjadi.

Menurutnya, gangguan kualitas BBM dapat berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat karena kendaraan menjadi sarana utama untuk bekerja dan menjalankan usaha.

“Bengkel waktu itu penuh. Keluhannya hampir sama, motor brebet. Akibatnya banyak warga terganggu aktivitas dan pekerjaannya,” katanya

Baca Juga: Keluh Warga Surabaya Imbas BBM Nonsubsidi Naik Hari Ini

Kaji Ipuk menegaskan DPRD Surabaya tidak menutup kemungkinan melakukan pemantauan langsung ke depo Pertamina maupun sejumlah SPBU untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan stok BBM subsidi tetap tersedia dan kualitas bahan bakar yang diterima masyarakat tetap terjaga di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

“Ini agar semuanya berjalan baik, stok tidak sampai kosong dan kualitas BBM tetap terjaga,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Saat ini proses penelusuran jaringan masih berlangsung dan PAM Surya Sembada menargetkan distribusi air di wilayah terdampak dapat kembali berjalan optimal.

DPRD Jatim Jajaki Kerja Sama dengan DPRD St. Petersburg Rusia

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kemajuan ekonomi dan hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan ke depannya.

Lewat FDK, AKP Muliati Tekankan Peran Inovasi Jaga Ketahanan Pangan

Diskusi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemimpin di tingkat daerah untuk mengintegrasikan aspek keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

Bagi DS, lapangan latihan yang dahulu menjadi tempat mengasah kemampuan kini berubah menjadi ruang yang menyimpan kenangan pahit.

DPRD Surabaya Desak Pemkot Sediakan Aset Pengganti untuk Warga Sumur Welut

Langkah ini menjadi upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat setelah persoalan tukar guling tersebut berlangsung selama puluhan tahun.