Selasa, 28 Jul 2026 00:01 WIB

Pertalite Jadi Andalan Warga saat Pertamax Naik, DPRD Surabaya Minta Stok Dijaga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 12 Jun 2026 19:07 WIB
SPBU Dipenogoro Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
SPBU Dipenogoro Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap BBM bersubsidi.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri meminta Pertamina dan pengelola SPBU memastikan stok BBM subsidi tetap aman agar tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pemkot Surabaya Jual Semua Mobil Operasional

Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sedangkan harga BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Menanggapi kebijakan tersebut, Syaifuddin Zuhri mengaku khawatir dampaknya akan dirasakan masyarakat, terutama kelompok menengah yang selama ini menggunakan BBM nonsubsidi.

Menurut legislator yang akrab disapa Kaji Ipuk ini, kenaikan harga berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke BBM subsidi. Karena itu, ia meminta depo Pertamina maupun SPBU di Surabaya mulai mengantisipasi lonjakan kebutuhan.

“Jangan sampai di SPBU nanti BBM subsidi kosong. Masyarakat tetap membutuhkan kendaraan untuk bekerja dan beraktivitas. Kalau stok habis, mereka terpaksa membeli BBM nonsubsidi yang sekarang harganya jauh lebih mahal,” jelasnya, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Imbas BBM Kosong di Kawasan Perak Surabaya, Antrean Kendaraan Bikin Macet

Selain menjamin ketersediaan stok, Kaji Ipuk juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas BBM yang beredar di masyarakat.

Ia tidak ingin persoalan kendaraan brebet yang sempat dikeluhkan warga Surabaya beberapa waktu lalu kembali terjadi.

Menurutnya, gangguan kualitas BBM dapat berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat karena kendaraan menjadi sarana utama untuk bekerja dan menjalankan usaha.

“Bengkel waktu itu penuh. Keluhannya hampir sama, motor brebet. Akibatnya banyak warga terganggu aktivitas dan pekerjaannya,” katanya

Baca Juga: Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

Kaji Ipuk menegaskan DPRD Surabaya tidak menutup kemungkinan melakukan pemantauan langsung ke depo Pertamina maupun sejumlah SPBU untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan stok BBM subsidi tetap tersedia dan kualitas bahan bakar yang diterima masyarakat tetap terjaga di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

“Ini agar semuanya berjalan baik, stok tidak sampai kosong dan kualitas BBM tetap terjaga,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antisipasi Bentrok Susulan, Polisi Pertebal Pengamanan di Jalan Teuku Umar Surabaya

Diketahui, bentrok sebelumnya terjadi disebut menyusul adanya peristiwa berdarah di depan tempat hiburan malam AmbYar pada Sabtu (25/7/2026) dini hari.

Pengamat Politik Sebut Anggota DPRD Surabaya yang Ngegim saat Paripurna Perlu Dievaluasi

Menurut Ken Bimo, rapat paripurna merupakan forum resmi yang menjadi salah satu agenda tertinggi dalam proses pengambilan keputusan di DPRD.

Korupsi BSPS Sumenep, Jaksa Dakwa Tenaga Ahli Anggota DPR RI Terima Rp3 Miliar 

Jaksa juga menyebut dana tersebut berasal dari hasil pemotongan bantuan BSPS yang dilakukan melalui sejumlah toko bangunan dan kepala desa.

Anggota DPRD Surabaya yang Diduga Asik Ngegim saat Rapat Paripurna Itu dari Fraksi PDIP

Bahkan, anggota dewan itu diduga terus melanjutkan permainannya hingga Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengetuk palu tanda berakhirnya rapat paripurna.

Sederet Komitmen Pemkab Mojokerto dalam Lindungi Sungai Indonesia 

Pemkab Mojokerto mengatakan kelestarian sungai harus benar-benar menjadi prioritas bersama yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan bermasyarakat.

Hadirkan Layanan Dokter Keluarga Gratis, Pemkab Jember Resmikan Program Home Care

Sejak memimpin Kabupaten Jember, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini mengatakan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama.