Senin, 27 Jul 2026 21:14 WIB

Hadirkan Layanan Dokter Keluarga Gratis, Pemkab Jember Resmikan Program Home Care

Bupati Jember Muhammad Fawait saat meresmikan program Home Care. (Foto: Nurul/selalu.id).
Bupati Jember Muhammad Fawait saat meresmikan program Home Care. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi meluncurkan Program Home Care sebagai inovasi layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu. 

Peresmian program tersebut dipusatkan di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026), dan dihadiri Wakil Menteri Kesehatan dr. Benyamin Paulus Octavianus, Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, serta Bupati Jember Muhammad Fawait.

Baca Juga: Pemprov Jatim Siap Dukung Jember Fashion Carnaval Tembus Level Internasional

Peluncuran ditandai dengan pelepasan armada mobil Home Care yang akan digunakan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan program Home Care merupakan langkah lanjutan setelah keberhasilan pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) prioritas yang menjamin layanan kesehatan gratis bagi warga Jember.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya ingin memastikan biaya pengobatan dapat ditanggung, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan karena berbagai keterbatasan.

"Saya masih ingat pesan Ibu saya saat awal dilantik menjadi bupati. Beliau mengatakan, jika ada warga yang kesulitan melahirkan atau tidak bisa berobat, maka yang berdosa adalah bupatinya. Pesan itu selalu saya pegang dalam menjalankan amanah," ungkap Fawait.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama kelompok yang kurang mampu.

Sejak memimpin Kabupaten Jember, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini mengatakan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama. 

Baca Juga: Dari Jember untuk Dunia, Jejak Sukses JFC dan Harumnya Kostum Nasional Indonesia

Karena itu, pada awal masa kepemimpinannya, Pemkab Jember meluncurkan program UHC Prioritas yang mulai berjalan sejak 1 April 2025.

Meski demikian, evaluasi di lapangan menunjukkan masih banyak warga miskin yang enggan menjalani perawatan di rumah sakit karena khawatir kehilangan penghasilan atau tidak ada yang menjaga keluarga di rumah.

"Karena itulah kami menghadirkan Program Home Care. Kami ingin masyarakat miskin juga merasakan pelayanan kesehatan terbaik. Dokter keluarga bukan hanya hak orang mampu, tetapi juga hak masyarakat yang kurang mampu," tegasnya.

"Program ini sangat menyentuh kebutuhan masyarakat. Gagasan bahwa warga kurang mampu juga berhak memiliki dokter keluarga adalah sesuatu yang sangat baik. Saya melihat program ini layak menjadi pilot project bagi daerah lain di Indonesia," tambah Gus Fawait.

Baca Juga: Semarak Red Carpet JFC 2026, Langkah Jember Menuju Panggung Kreatif Dunia

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benyamin Paulus Octavianus memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Ia mengaku telah lama mengenal Bupati Muhammad Fawait dan menilai peluncuran Program Home Care sebagai bukti kepedulian kepala daerah terhadap kebutuhan masyarakat.

"Saya mengenal Gus Fawait sudah sekitar 18 tahun. Dua hari lalu beliau menghubungi saya dan mengundang hadir untuk meresmikan program ini. Beliau memang bukan dokter, tetapi memiliki gagasan yang luar biasa untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi inovasi ini," kata Benyamin. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Anggota DPRD Surabaya yang Diduga Asik Ngegim saat Rapat Paripurna Itu dari Fraksi PDIP

Bahkan, anggota dewan itu diduga terus melanjutkan permainannya hingga Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengetuk palu tanda berakhirnya rapat paripurna.

Sederet Komitmen Pemkab Mojokerto dalam Lindungi Sungai Indonesia 

Pemkab Mojokerto mengatakan kelestarian sungai harus benar-benar menjadi prioritas bersama yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan bermasyarakat.

Buntut Kasus Korupsi, Pemkot Surabaya Buka Seleksi Terbuka Dirut KBS Secara Nasional

Langkah itu diambil agar proses pencarian pemimpin BUMD lebih kompetitif sekaligus menjaring kandidat terbaik dari berbagai daerah.

Kecelakaan Maut di Pasuruan, Berikut Daftar Korban Tewas dan Selamat

Dalam insiden tersebut, juga mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ratusan juta.

Kawal Pertumbuhan Ekonomi, DPRD Jatim Perkuat Sinergi Lewat Agenda Reses

Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat dari 14 Daerah Pemilihan (Dapil) se-Jawa Timur.

Wali Kota Eri Minta Polisi Usut Tuntas Penyerobotan Ruko di Ngagel Rejo Surabaya

Eri meminta pihak yang mengaku sebagai pemilik sah segera membuat laporan resmi ke kepolisian agar seluruh proses penyelesaian dilakukan sesuai ketentuan hukum.