Rabu, 04 Nov 2026 04:49 WIB

Pengamat Politik Sebut Anggota DPRD Surabaya yang Ngegim saat Paripurna Perlu Dievaluasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Jul 2026 21:45 WIB
Anggota DPRD Surabaya yang diduga bermain gim saat Paripurna DPRD Surabaya
Anggota DPRD Surabaya yang diduga bermain gim saat Paripurna DPRD Surabaya

selalu.id - Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni menanggapi terkait dugaan seorang anggota DPRD Surabaya bermain gim di telepon genggam saat rapat paripurna, Senin (27/7/2026).

Ia menilai dugaan tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan pribadi, melainkan harus menjadi bahan evaluasi bagi DPRD maupun partai politik yang menaungi anggota dewan tersebut.

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Menurut Ken Bimo, rapat paripurna merupakan forum resmi yang menjadi salah satu agenda tertinggi dalam proses pengambilan keputusan di DPRD. Karena itu, seluruh anggota dewan wajib menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab selama rapat berlangsung.

“Kalau memang benar anggota DPRD Surabaya bermain gim saat rapat paripurna, tentu ini menjadi catatan serius dari sisi etika. Mereka adalah pejabat publik yang membawa mandat masyarakat, sehingga perilakunya juga menyangkut marwah lembaga DPRD,” kata Ken Bimo, Senin (27/7/2026).

Namun demikian, ia menegaskan dugaan tersebut tetap harus melalui proses klarifikasi dan verifikasi agar penilaian publik tidak hanya didasarkan pada asumsi.

Ken menilai, apabila dugaan itu terbukti, DPRD Surabaya dan partai politik yang bersangkutan perlu melakukan evaluasi sebagaimana pernah dilakukan dalam kasus serupa di DPRD Jember.

“Kalau di Jember ada pemanggilan dan evaluasi terhadap anggota dewan yang diduga bermain gim saat rapat, maka di Surabaya juga semestinya ada mekanisme yang sama. Jangan sampai publik melihat adanya standar ganda dalam penegakan etika anggota DPRD,” ujarnya.

Ia menegaskan, evaluasi bukan semata untuk memberikan sanksi kepada individu, tetapi juga menjaga kredibilitas lembaga legislatif di mata masyarakat.

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

“Etika itu harus berlaku untuk semua anggota dewan, siapa pun partainya. Ketika ada tindakan yang dianggap tidak pantas dalam forum resmi, partai politik maupun DPRD memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan, dan jika terbukti melanggar, memberikan tindakan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Meski demikian, Ken Bimo mengingatkan agar kritik tidak digeneralisasi kepada seluruh anggota DPRD maupun partai politik tertentu.

“Yang harus dikritik adalah perilakunya. Sementara yang bersangkutan tetap harus diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi mengenai konteks yang sebenarnya,” katanya.

Sebelumnya, anggota DPRD Surabaya berinisial S dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) diduga bermain gim susun balok di ponselnya saat Rapat Paripurna DPRD Surabaya yang digelar pada Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

Berdasarkan pantauan selalu.id, anggota dewan tersebut diduga terus memainkan gim hingga Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengetuk palu sebagai tanda berakhirnya rapat.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, S hanya memberikan jawaban singkat.

“Lagi rapat partai,” ujarnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.