Senin, 27 Jul 2026 15:30 WIB

Dini Hari Mencekam di Surabaya, Polisi Gagalkan Bentrok Ratusan Massa Bersenjata

Suasana mencekam saat ratusan massa yang diduga hendak bentrok di Jalan Teuku Umar Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).
Suasana mencekam saat ratusan massa yang diduga hendak bentrok di Jalan Teuku Umar Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Jalan Teuku Umar, Surabaya mencekam, Senin (27/7/2026) dini hari, setelah ratusan orang mendatangi kawasan tersebut, yang disebut-sebut hendak meluruk markas salah satu organisasi masyarakat (ormas).

Massa itu disebut berasal dari salah satu perguruan silat. Di tengah ketegangan itu, polisi langsung mengamankan lokasi dan menghadang massa.

Baca Juga: Bentrokan Susulan Usai Keributan di AmbYar, Massa Datangi Markas Ormas di Jalan Teuku Umar

Sekitar pukul 01.16 WIB, massa terpantau datang secara bergerombol dengan mengendarai sepeda motor. 

Sejumlah orang tampak membawa benda yang diduga senjata tajam, sementara suara gesekan besi dengan aspal terdengar saat mereka melintas.

Aksi tersebut diduga berkaitan dengan bentrokan yang sebelumnya terjadi di depan Kelab Malam AmbYar di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya pada Sabtu (25/7/2026) dini hari. 

Dalam insiden itu, dua petugas valet dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam.

Massa kemudian memenuhi kawasan Jalan Pandegiling dan berupaya masuk ke Jalan Teuku Umar. Namun, pergerakan mereka berhasil dihentikan petugas gabungan yang telah berjaga di lokasi.

Baca Juga: Tawuran Kelompok Debt Collector Vs Petugas Valet Klub Malam Surabaya, Satu Orang Jarinya Putus

Dalam situasi tersebut, beberapa orang yang mengenakan masker dan hoodie hitam diduga melakukan provokasi. 

Petugas juga mendapati adanya petasan dan benda yang diduga bom molotov yang dilemparkan ke arah personil Dalmas dan Brimob yang membentuk barikade pengamanan.

Sekitar pukul 01.40 WIB, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan turun langsung menemui massa. Ia menegaskan bahwa penanganan kasus bentrokan sebelumnya sedang diproses sesuai ketentuan hukum.

"Maunya bagaimana? Semuanya sekarang berproses," kata Luthfie di hadapan massa.

Baca Juga: Komitmen Lestarikan Lingkungan, SIER Gelar Mangrove Eco Run 3.0

Karena massa tidak segera membubarkan diri, Luthfie memerintahkan jajarannya untuk mengambil tindakan tegas terhadap para provokator.

"Tangkap saja, jangan dipukul," perintah Luthfie kepada anggotanya.

Setelah aparat bergerak, massa yang didominasi pemuda berlarian meninggalkan lokasi menuju kawasan Pasar Kembang. Situasi di Jalan Teuku Umar berangsur kondusif sekitar pukul 02.15 WIB.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bukan Sekadar Penerima, DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Peran Warga Awasi Anggaran Daerah

Jairi Irawan menegaskan kegiatan ini menjadi langkah krusial agar masyarakat tidak buta terhadap alur pengelolaan keuangan daerah secara menyeluruh.

Semarak Red Carpet JFC 2026, Langkah Jember Menuju Panggung Kreatif Dunia

JFC 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Jember sebagai salah satu destinasi unggulan industri kreatif dan pariwisata Indonesia.

Dukung JFC jadi Karnaval Kelas Dunia, Komisi VII DPR RI Dorong Potensi Ekonomi Lokal Jember

DPR berharap penyelenggaraan JFC pada tahun-tahun mendatang semakin inklusif dengan memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak maupun penyandang disabilitas.

Harga Emas Antam Hari Ini: Bergerak Fluktuatif, Belum Baik-baik Saja

Sepanjang 2026, harga emas Antam mencatatkan kenaikan sekitar 13%. Sebab, pada 1 Januari lalu, harga emas Antam tercatat hanya sebesar Rp2.488.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peluang Bisnis Datang, Soal Percintaan Kurang Oke

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk. Segera cek semua bintangmu.

Berani Lepas Karier ASN, Perempuan Asal Sidoarjo Ini Sukses Kembangkan Batik Lokal

Untuk menguasai teknik membatik, Dyah belajar secara otodidak dan berguru kepada tujuh perajin dari berbagai kota.