Rabu, 04 Nov 2026 11:36 WIB

Cegah Penyakit TBC, Dinkes Surabaya Gandeng Ahli dari Cina-Korea

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 11 Jun 2026 15:50 WIB
Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melakukan tracing dan screening secara rutin di berbagai wilayah.

Hingga Mei 2026, sebanyak 4.191 kasus TBC berhasil ditemukan dari ribuan warga yang menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: Pedagang Pasar Tanjungsari, Persoalkan PISS, Ketua DPRD Surabaya: Harus Dievaluasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengatakan dari estimasi 11.412 kasus TBC yang diperkirakan terjadi sepanjang 2026, sebanyak 4.191 kasus telah ditemukan.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.078 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 113 kasus TBC resistan obat (RO).

"Sampai bulan Mei kemarin kita sudah melakukan pemeriksaan lebih dari 50 persen target temuan yang diberikan Kementerian Kesehatan kepada Kota Surabaya," sebut Billy, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan data Dinkes Surabaya periode Januari-Mei 2026, sebanyak 44.088 suspek TBC telah diperiksa atau mencapai 71,54 persen dari target 61.624 orang.

Sementara kegiatan skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau 45,78 persen dari target yang ditetapkan.

Saat ini, sebanyak 4.166 pasien TBC sedang menjalani pengobatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Surabaya.

Untuk kasus TBC sensitif obat, sebanyak 3.443 pasien atau 84,43 persen telah memulai terapi. Sedangkan dari 113 kasus TBC resistan obat yang ditemukan, sebanyak 90 pasien atau 79,65 persen telah menjalani pengobatan.

Billy menjelaskan, Dinkes Surabaya secara rutin melakukan tracing dan screening di lima area yang menjadi fokus penanganan setiap pekan.

Tracing dilakukan terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, sedangkan screening menyasar masyarakat yang tidak bergejala maupun tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita.

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

"Tracing untuk kontak erat, sedangkan screening dilakukan kepada masyarakat yang tidak bergejala dan tidak pernah kontak dengan pasien TBC," jelasnya.

Selain menemukan kasus baru, Dinkes Surabaya juga melakukan 2.461 investigasi kontak dan memberikan terapi pencegahan kepada 2.729 warga yang tinggal serumah dengan pasien TBC sebagai langkah memutus rantai penularan.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Surabaya menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dokter spesialis paru, hingga residen paru.

Salah satu kegiatan tracing dan screening dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Pulo, Kecamatan Semampir.

Menariknya, kegiatan tersebut juga memanfaatkan teknologi pemeriksaan baru yang memungkinkan deteksi TBC menggunakan sampel air liur atau saliva, tanpa harus mengandalkan dahak seperti metode konvensional.

Baca Juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

"Ada alat pemeriksaan baru. Kalau selama ini harus menggunakan dahak, sekarang cukup dengan saliva atau air liur untuk membantu mendeteksi TBC," beber Billy.

Menurutnya, pengembangan metode pemeriksaan tersebut turut mendapat dukungan tim ahli dari Cina dan Korea.

Setelah pasien terdiagnosis, pengobatan langsung diberikan melalui puskesmas. Dinkes Surabaya juga melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH), petugas puskesmas, serta tim kesehatan untuk memantau kepatuhan pasien selama menjalani terapi yang berlangsung dalam jangka waktu cukup panjang.

Hingga saat ini, tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) TBC sensitif obat di Surabaya mencapai 89,36 persen. Sementara angka kematian pasien selama menjalani pengobatan tercatat sebesar 1,80 persen.

Pemkot Surabaya berharap berbagai langkah tersebut dapat mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

GM FKPPI Jatim: Penyadapan Presiden Pengkhianatan Amanah Negara, Bongkar Aktor Intelektualnya

Agoes juga meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya motif politik maupun tujuan yang lebih jauh terhadap keamanan negara.

Apel Siaga Bencana di Jatim, Irjen Dekananto: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat

Sepanjang tahun 2026 tercatat 672 kejadian bencana alam di berbagai wilayah Jawa Timur.

Top 5 Berita: Polemik Pasar Tanjungsari hingga Penyadapan Presiden RI oleh Eks Kapolri

Pembaca pemberitaan olahraga, peristiwa hingga penyadapan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.