Minggu, 26 Jul 2026 18:24 WIB

Cegah Penyakit TBC, Dinkes Surabaya Gandeng Ahli dari Cina-Korea

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 11 Jun 2026 15:50 WIB
Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melakukan tracing dan screening secara rutin di berbagai wilayah.

Hingga Mei 2026, sebanyak 4.191 kasus TBC berhasil ditemukan dari ribuan warga yang menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: Komitmen Lestarikan Lingkungan, SIER Gelar Mangrove Eco Run 3.0

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengatakan dari estimasi 11.412 kasus TBC yang diperkirakan terjadi sepanjang 2026, sebanyak 4.191 kasus telah ditemukan.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.078 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 113 kasus TBC resistan obat (RO).

"Sampai bulan Mei kemarin kita sudah melakukan pemeriksaan lebih dari 50 persen target temuan yang diberikan Kementerian Kesehatan kepada Kota Surabaya," sebut Billy, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan data Dinkes Surabaya periode Januari-Mei 2026, sebanyak 44.088 suspek TBC telah diperiksa atau mencapai 71,54 persen dari target 61.624 orang.

Sementara kegiatan skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau 45,78 persen dari target yang ditetapkan.

Saat ini, sebanyak 4.166 pasien TBC sedang menjalani pengobatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Surabaya.

Untuk kasus TBC sensitif obat, sebanyak 3.443 pasien atau 84,43 persen telah memulai terapi. Sedangkan dari 113 kasus TBC resistan obat yang ditemukan, sebanyak 90 pasien atau 79,65 persen telah menjalani pengobatan.

Billy menjelaskan, Dinkes Surabaya secara rutin melakukan tracing dan screening di lima area yang menjadi fokus penanganan setiap pekan.

Tracing dilakukan terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, sedangkan screening menyasar masyarakat yang tidak bergejala maupun tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita.

Baca Juga: Gelar Gerak Jalan Serentak 40 Kota, IKPI Pecahkan Rekor MURI

"Tracing untuk kontak erat, sedangkan screening dilakukan kepada masyarakat yang tidak bergejala dan tidak pernah kontak dengan pasien TBC," jelasnya.

Selain menemukan kasus baru, Dinkes Surabaya juga melakukan 2.461 investigasi kontak dan memberikan terapi pencegahan kepada 2.729 warga yang tinggal serumah dengan pasien TBC sebagai langkah memutus rantai penularan.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Surabaya menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dokter spesialis paru, hingga residen paru.

Salah satu kegiatan tracing dan screening dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Pulo, Kecamatan Semampir.

Menariknya, kegiatan tersebut juga memanfaatkan teknologi pemeriksaan baru yang memungkinkan deteksi TBC menggunakan sampel air liur atau saliva, tanpa harus mengandalkan dahak seperti metode konvensional.

Baca Juga: Lapak Barang Bekas di Kaliwaron Digerebek, Temukan Kursi Besi Berlogo Pemkot Surabaya

"Ada alat pemeriksaan baru. Kalau selama ini harus menggunakan dahak, sekarang cukup dengan saliva atau air liur untuk membantu mendeteksi TBC," beber Billy.

Menurutnya, pengembangan metode pemeriksaan tersebut turut mendapat dukungan tim ahli dari Cina dan Korea.

Setelah pasien terdiagnosis, pengobatan langsung diberikan melalui puskesmas. Dinkes Surabaya juga melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH), petugas puskesmas, serta tim kesehatan untuk memantau kepatuhan pasien selama menjalani terapi yang berlangsung dalam jangka waktu cukup panjang.

Hingga saat ini, tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) TBC sensitif obat di Surabaya mencapai 89,36 persen. Sementara angka kematian pasien selama menjalani pengobatan tercatat sebesar 1,80 persen.

Pemkot Surabaya berharap berbagai langkah tersebut dapat mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Berani Lepas Karier ASN, Perempuan Asal Sidoarjo Ini Sukses Kembangkan Batik Lokal

Untuk menguasai teknik membatik, Dyah belajar secara otodidak dan berguru kepada tujuh perajin dari berbagai kota.

Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

Melalui surat tersebut, Apecsi berharap masukan yang disampaikan dapat menjadi pertimbangan Pemkot dalam memilih direksi KBS.

Harkopnas 79 di Sidoarjo jadi Ajang Konsolidasi Anggota Koperasi

Bupati Sidoarjo Subandi menilai keberadaan koperasi memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kos di Surabaya Bisa jadi Data Hunian: Penghuni Dipermudah Pemilik Kos Resah

Alamat kos dikhawatirkan tetap menjadi tujuan pencarian debt collector maupun pihak lain.

Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Makam Jumadil Kubro Mojokerto

Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari rumah sakit.

Porkab Sidoarjo Berakhir, Atlet Dijanjikan Bonus dan Prioritas Sekolah

selalu.id - Prestasi olahraga di Kabupaten Sidoarjo ke depan tidak hanya akan dihargai melalui raihan medali dan bonus. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai