Rabu, 04 Nov 2026 11:39 WIB

Cita-cita Kuliah Itu Kini Pupus, Kisah Tragis Remaja Surabaya Tewas Dikeroyok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Jun 2026 19:55 WIB
Thomas Julius Kristianto, semasa hidup. (Dok. Selalu id).
Thomas Julius Kristianto, semasa hidup. (Dok. Selalu id).

selalu.id - Tangis keluarga Thomas Julius Kristianto pecah saat menerima kunjungan Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, di rumah duka kawasan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes.

Di tengah suasana duka, keluarga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan yang merenggut nyawa remaja 18 tahun yang merupakan alumni SMAN 11 Surabaya tersebut.

Baca Juga: Pedagang Pasar Tanjungsari, Persoalkan PISS, Ketua DPRD Surabaya: Harus Dievaluasi

Dengan suara bergetar, tante korban mengaku masih tidak percaya Thomas harus meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan sekelompok siswa dari SMA, tempat Thomas pernah menempuh pendidikan.

“Saya minta keadilan untuk Thomas. Saya mohon kasus ini diusut sampai tuntas. Anak yang saya asuh dari kecil harus pergi dengan keadaan seperti ini,” ungkapnya sambil menahan tangis, Selasa (9/6/2026).

Keluarga menceritakan, sebelum kejadian Thomas berpamitan keluar rumah pada Sabtu malam (30/5/2026), untuk membeli paket data internet dan mencari makan.

Namun tak lama kemudian, keluarga mendapat kabar bahwa Thomas ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.

Thomas sempat menjalani perawatan intensif sebelum dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.

“Dokter menyampaikan ada pembengkakan otak akibat benturan benda tumpul. Operasi yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan kondisinya,” katanya.

Menurut keluarga, Thomas dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak pernah terlibat masalah.

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Ia juga merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau kuliah.

“Dia anak baik. Kami tidak pernah mendengar dia punya musuh. Cita-citanya ingin kuliah, tetapi sekarang semuanya sudah tidak ada,” ujar anggota keluarga lainnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno saat mengunjungi rumah duka Thomas, remaja yang tewas dikeroyok. (Dok. DPRD Surabaya).Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno saat mengunjungi rumah duka Thomas, remaja yang tewas dikeroyok. (Dok. DPRD Surabaya).

Mendengar langsung kesaksian keluarga korban, Anas Karno menyampaikan belasungkawa dan meminta aparat kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Ia menilai keluarga berhak mendapatkan kepastian hukum dan rasa keadilan.

“Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ada seorang anak muda yang memiliki masa depan dan cita-cita yang harus terhenti secara tragis. Negara harus hadir memberikan keadilan bagi keluarga korban,” tegasnya.

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Anas juga menyoroti maraknya kasus kriminal yang menyebabkan korban jiwa di Surabaya dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat keamanan masyarakat.

Ia mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya yang telah mengamankan empat tersangka berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU dalam kasus tersebut.

“Tindakan cepat kepolisian setidaknya memberikan ketenangan bagi keluarga yang sedang menuntut keadilan,” ujarnya.

Saat ini, penyidik Polrestabes Surabaya masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Thomas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

GM FKPPI Jatim: Penyadapan Presiden Pengkhianatan Amanah Negara, Bongkar Aktor Intelektualnya

Agoes juga meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya motif politik maupun tujuan yang lebih jauh terhadap keamanan negara.

Apel Siaga Bencana di Jatim, Irjen Dekananto: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat

Sepanjang tahun 2026 tercatat 672 kejadian bencana alam di berbagai wilayah Jawa Timur.

Top 5 Berita: Polemik Pasar Tanjungsari hingga Penyadapan Presiden RI oleh Eks Kapolri

Pembaca pemberitaan olahraga, peristiwa hingga penyadapan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.