Jumat, 18 Sep 2026 19:45 WIB

Cita-cita Kuliah Itu Kini Pupus, Kisah Tragis Remaja Surabaya Tewas Dikeroyok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Jun 2026 19:55 WIB
Thomas Julius Kristianto, semasa hidup. (Dok. Selalu id).
Thomas Julius Kristianto, semasa hidup. (Dok. Selalu id).

selalu.id - Tangis keluarga Thomas Julius Kristianto pecah saat menerima kunjungan Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, di rumah duka kawasan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes.

Di tengah suasana duka, keluarga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan yang merenggut nyawa remaja 18 tahun yang merupakan alumni SMAN 11 Surabaya tersebut.

Baca Juga: Crane Proyek Roboh di Surabaya, Bikin Listrik Padam dan Jalanan Macet

Dengan suara bergetar, tante korban mengaku masih tidak percaya Thomas harus meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan sekelompok siswa dari SMA, tempat Thomas pernah menempuh pendidikan.

“Saya minta keadilan untuk Thomas. Saya mohon kasus ini diusut sampai tuntas. Anak yang saya asuh dari kecil harus pergi dengan keadaan seperti ini,” ungkapnya sambil menahan tangis, Selasa (9/6/2026).

Keluarga menceritakan, sebelum kejadian Thomas berpamitan keluar rumah pada Sabtu malam (30/5/2026), untuk membeli paket data internet dan mencari makan.

Namun tak lama kemudian, keluarga mendapat kabar bahwa Thomas ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.

Thomas sempat menjalani perawatan intensif sebelum dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.

“Dokter menyampaikan ada pembengkakan otak akibat benturan benda tumpul. Operasi yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan kondisinya,” katanya.

Menurut keluarga, Thomas dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak pernah terlibat masalah.

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Ia juga merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau kuliah.

“Dia anak baik. Kami tidak pernah mendengar dia punya musuh. Cita-citanya ingin kuliah, tetapi sekarang semuanya sudah tidak ada,” ujar anggota keluarga lainnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno saat mengunjungi rumah duka Thomas, remaja yang tewas dikeroyok. (Dok. DPRD Surabaya).Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno saat mengunjungi rumah duka Thomas, remaja yang tewas dikeroyok. (Dok. DPRD Surabaya).

Mendengar langsung kesaksian keluarga korban, Anas Karno menyampaikan belasungkawa dan meminta aparat kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Ia menilai keluarga berhak mendapatkan kepastian hukum dan rasa keadilan.

“Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ada seorang anak muda yang memiliki masa depan dan cita-cita yang harus terhenti secara tragis. Negara harus hadir memberikan keadilan bagi keluarga korban,” tegasnya.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Anas juga menyoroti maraknya kasus kriminal yang menyebabkan korban jiwa di Surabaya dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat keamanan masyarakat.

Ia mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya yang telah mengamankan empat tersangka berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU dalam kasus tersebut.

“Tindakan cepat kepolisian setidaknya memberikan ketenangan bagi keluarga yang sedang menuntut keadilan,” ujarnya.

Saat ini, penyidik Polrestabes Surabaya masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Thomas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antisipasi Penyakit Zoonosis, DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan World Rabies Day 2026, sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan.

Bukan Cuma Datang dan Foto, Ini Alur Layanan Home Care Pemkab Jember untuk Pasien

Untung menegaskan, kehadiran petugas di rumah pasien merupakan langkah awal untuk memastikan kondisi warga dapat diketahui secara langsung.

Lahan KAI Belakang Pasar Turi jadi Tempat Sampah Ilegal, Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas

Pemkot Surabaya menemukan adanya indikasi aktivitas pemilahan dan pengelolaan sampah yang diduga melanggar aturan di kawasan tersebut.

Jargas APBN Capai 29 Ribu Sambungan di Sidoarjo, Pemasangan Dipastikan Gratis

Dudung mengatakan pengembangan Jargas merupakan bagian dari program pemerintah yang terus dikawal agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

Prof Tjandra Sridjaja Terpilih Aklamasi: Jadikan AAI Rumah Bersama Seluruh Advokat Nusantara!

Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Pleno didukung bulat oleh 19 Dewan Pimpinan Cabang dari seluruh Indonesia di Surabaya, Jumat (18/9/2026).

Bikin Heboh! Wulan Guritno Beri Kejutan Ultah dan Pelukan Hangat untuk Ariel NOAH

Kehadiran Wulan mendadak bikin heboh saat ia menyanyikan lagu ulang tahun, mendekat, lalu memberikan pelukan hangat serta ciuman di kedua pipi Ariel.