Kamis, 05 Nov 2026 14:22 WIB

Dipanggil DPRD, Begini Alasan Klasik Gion Spa yang Pekerjakan Anak di Bawah Umur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Jun 2026 20:00 WIB
Gion Spa saat dipanggil DPRD Surabaya untuk hearing kasus eksploitasi anak. (Foto: Ade/selalu.id).
Gion Spa saat dipanggil DPRD Surabaya untuk hearing kasus eksploitasi anak. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Komisi D DPRD Surabaya menggelar hearing kasus Gion Spa yang diduga terlibat eksploitasi atau mempekerjakan anak di bawah umur, Senin (8/6/2026).

Dalam hearing itu, dewan juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap usaha spa dan tempat hiburan yang telah mengantongi izin operasional.

Baca Juga: SPDP Diterima Kejari Tanjung Perak Surabaya, Go Bozze Gozali Mengaku Tak Tahu

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafii menegaskan bahwa instansi pemberi izin tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan kunjungan wisata maupun pendapatan asli daerah (PAD).

Menurutnya, pengawasan terhadap usaha yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum harus menjadi perhatian utama.

“Jangan hanya memberikan izin, tetapi tidak melakukan pengawasan. Ini yang kami ingatkan dalam hearing hari ini,” tegasnya.

Imam menyebut kasus yang menyeret nama Gion Spa menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap usaha dengan tingkat risiko menengah hingga tinggi.

Dugaan pelanggaran yang melibatkan pekerja di bawah umur menunjukkan masih adanya celah dalam sistem pengawasan.

Baca Juga: Empat Pelamar Dishub Surabaya Diduga Kena Pungli, DPRD Desak Usut Jaringan Calo

Meski demikian, Imam meminta semua pihak tetap menghormati proses hukum yang berjalan. DPRD belum mengambil kesimpulan terkait keterlibatan pengelola Gion Spa karena hal tersebut menjadi kewenangan penyidik kepolisian.

“Prinsipnya praduga tak bersalah. Nanti penyidik yang akan mengonstruksi apakah ada keterlibatan atau tidak,” bebernya.

Dalam hearing tersebut, DPRD juga menerima penjelasan dari pihak Gion Spa. Perwakilan legal Gion Spa, Felix Prasetya menyatakan pihaknya justru menjadi korban dalam kasus tersebut.

Ia mengklaim pekerja yang diduga masih di bawah umur masuk melalui agen yang menyerahkan identitas seolah-olah telah memenuhi syarat usia kerja.

Baca Juga: Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Mengaku Dapat Ancaman Jika Tak Teken Surat Operasional

“Gion tidak pernah berniat mempekerjakan anak di bawah umur. Kami juga merasa dirugikan karena dampak pemberitaan dan penurunan usaha,” jelas Felix.

Kasus tersebut saat ini masih diproses aparat penegak hukum, termasuk penelusuran terhadap agen yang diduga terlibat dalam perekrutan pekerja.

Selain itu, hearing juga membahas aspek administrasi perizinan Gion Spa. Menurut Felix, izin usaha masih berlaku, meski terdapat beberapa penyesuaian dokumen yang sedang dilengkapi mengikuti perubahan klasifikasi usaha dan regulasi terbaru.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh saat Silaturahmi ke KSPI

Kapolda Jatim meminta KSPI terus menyampaikan perkembangan penetapan upah minimum menjelang 21 November 2026.

Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

Polsek Trawas lalu mengamankan dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Mojokerto.

Tanda-tanda HP Disadap, Kenali 5 Ciri Ini dan Cara Mengatasinya Sebelum Data Bocor

Aksi peretasan ini tak hanya merampas privasi, namun berujung fatal pada pencurian data sensitif, seperti akun media sosial hingga kredensial perbankan.

Reaksi Presiden Prabowo saat Tahu Disadap Listyo Sigit Cs

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa tindakan penyadapan semacam ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi kepentingan nasional.

Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026

Ning Ita menyebut capaian ini tidak lepas dari kerja bareng lintas sektor. Deteksi dini, kemudahan akses layanan, dan dukungan anggaran jadi fondasi utama.

Peringati HLUN 2026, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Ramah Lansia

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan lansia harus diwujudkan dalam program kerja yang riil dan berdampak langsung.