Rabu, 22 Jul 2026 23:07 WIB

Viral Lansia Gasak Tiang Rambu Dishub di Surabaya, Ditangkap Usai Kabur ke Lamongan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Jun 2026 18:17 WIB
Aksi pelaku saat curi tiang rambu Dishub. (tangkapan layar video)
Aksi pelaku saat curi tiang rambu Dishub. (tangkapan layar video)

Sslalu.id – Aksi seorang lansia mencuri tiang besi bekas rambu lalu lintas milik Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya berujung penangkapan. Pelaku berinisial Sutiyo (67), warga Jalan Ikan Dorang, diringkus Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak setelah video aksinya viral di media sosial.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo mengatakan, pelaku sempat melarikan diri ke Lamongan usai menjalankan aksinya. Namun, keberadaannya berhasil terlacak saat kembali ke kawasan Jalan Ikan Kerapu, lokasi pencurian terjadi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

“Usai kejadian, yang bersangkutan sempat melarikan diri ke Lamongan. Kami amankan saat kembali ke sekitar lokasi kejadian dan saat ini masih dalam proses penyidikan,” kata Prasetyo, Minggu (7/6/2026).

Pencurian terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Ikan Kerapu, tepat di depan Satpas Colombo Surabaya. Pelaku mengincar tiang besi bekas rambu lalu lintas yang sudah roboh dan tidak lagi dilengkapi papan petunjuk.

Sebelum membawa kabur tiang tersebut, pelaku terlebih dahulu membersihkan sisa cor semen pada bagian bawah tiang agar lebih mudah diangkat. Aksi itu dilakukan secara terang-terangan di siang hari hingga menarik perhatian warga sekitar.

Baca Juga: Gara-gara Bambang, Ribuan Siswa di Mojokerto Kini Tak Dapat MBG

Seorang tukang becak yang berada di lokasi sempat menegur pelaku karena curiga. Namun, pelaku berdalih bahwa tiang besi tersebut merupakan barang yang sudah tidak terpakai dan dibuang.

“Orang yang terlihat dalam video bersama pelaku itu bukan rekannya, melainkan tukang becak yang sempat memperingatkan. Dia tidak mengetahui bahwa itu merupakan tindakan pencurian,” jelas Prasetyo.

Kasus tersebut akhirnya terungkap setelah Tim Patroli Siber Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menemukan rekaman video warga yang beredar luas di media sosial. Dari video itu, polisi melakukan penyelidikan, memeriksa sejumlah saksi, dan mengidentifikasi pelaku.

Baca Juga: Mengenal Zangi Messenger, Aplikasi yang Dipakai Kurir Sabu Surabaya untuk Menyamarkan Komunikasi

Saat ini penyidik masih mendalami keberadaan barang bukti berupa tiang besi yang dicuri. Polisi juga meminta keterangan pelaku terkait lokasi penyimpanan aset milik pemerintah tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk mencari barang bukti dan meminta keterangan pelaku terkait keberadaan tiang besi yang dicuri,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.