Selasa, 20 Okt 2026 04:22 WIB

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Rumah duka Thomas, remaja di Surabaya yang tewas dikeroyok pelajar SMA. (Dok. Istimewa).
Rumah duka Thomas, remaja di Surabaya yang tewas dikeroyok pelajar SMA. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Seorang ramaja asal Manukan, Surabaya, tewas usai dikeroyok empat pelajar SMA Negeri 11, Kamis (4/6/2026).

Korban diketahui bernama Thomas, kini berusia 18 tahun, belum lama lulus sekolah. Penyebab tewasnya korban ini, disebut bermula dari sandal.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Informasi yang dihimpun, sebelum dinyatakan meninggal, Thomas sempat mendapat perawatan intensif selama tiga hari di RSUD dr Soetomo. Ia mengalami luka berat di bagian kepala akibat pengeroyokan tersebut.

Rini, salah seorang warga menceritakan peristiwa itu diduga bermula dari persoalan peminjaman sandal jenis Crocs. Korban disebut sempat meminjam sandal milik temannya dan mengembalikannya pada Senin sebelumnya.

“Korban ini infonya meminjam sandal Crocs kepada temannya itu, kemudian saat dikembalikan pada Senin kemarin, temannya tidak terima karena ditukar dengan barang yang tidak asli atau KW,” katanya kepada selalu.id, Kamis (4/6/2026).

Rini menjelaskan, perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan. Teman korban yang merasa tidak terima disebut memanggil tiga teman lainnya hingga terjadi pemukulan terhadap Thomas.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Selain mengalami gegar otak, korban juga disebut menderita patah tulang akibat penganiayaan brutal tersebut.

Setelah kejadian, Thomas segera dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis. Selama menjalani perawatan, korban sempat menjalani tindakan operasi karena kondisi luka yang cukup parah.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

“Korban itu juga mengalami patah tulang. Kemarin sempat menjalani operasi, namun tadi pagi meninggal dunia,” jelas Rini.

Meninggalnya Thomas ini pun membawa duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Kasus tersebut kini dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap secara lengkap kronologi serta peran masing-masing pihak yang diduga terlibat.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan pengeroyokan tersebut.

“Sudah dilakukan penyelidikan, sudah ada empat orang tersangka,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto juga membenarkan adanya kasus tersebut. Katanya, para terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Sudah diamankan dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan di Unit Resmob,” katanya.

Hingga kini, penyidik Polrestabes Surabaya masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan Thomas mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.