Jumat, 05 Jun 2026 02:17 WIB

Siap-siap, Ribuan Driver Ojek Online Bakal Demo di Surabaya, Ini Rutenya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Mar 2022 15:38 WIB
Aksi demonstrasi driver ojek online di Surabaya
Aksi demonstrasi driver ojek online di Surabaya

Selalu.id - Ribuan driver online yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (FRONTAL) Jawa Timur berencana menggelar aksi turun ke Jalan pada Kamis (24/3/2022) mendatang. Mereka menuntut kebijakan tarif.

Ketua Presidium FRONTAL Jawa Timur, Tito Achmad mengatakan, aksi demo damai tersebut bertajuk 'Reuni Akbar FRONTAL Jatim'.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Dalam aksi tersebut mereka akan menuntut beberapa empat poin. Yakni, pertama pihaknya meminta menghadirkan Menteri Perhubungan atau Dirjen Darat di Surabaya saat aksi untuk implementasi PM 12 dan KP 348.

"Kami menuntut pada Menteri Perhubungan atau diwakili Dirjen Perhubungan Darat untuk bisa hadir pada saat aksi kami agar bisa melihat langsung kenyataan di lapangan,"tegas Tito, Selasa (22/3/2022).

Selain itu, Tito menyampaikan, pihaknya ingin mengimplementasikan aturan yang sudah dibuat Menhub dan menindak tegas pihak aplikator nakal yang tidak patuh pada PM 12 dan KP 348 khususnya perihal tarif.

Yang kedua, mereka meminta dihadirkan aplikator pusat pemegang keputusan, untuk dapat merubah tarif yakni tarif nett atau bersih yang diterima driver selaku mitra.

"Lalu ketiga, kami berharap mengevaluasi biaya tambahan yang diberlakukan oleh aplikasi saat ini,"tuturnya.

Ada evaluasi biaya tambahan yang diberlakukan oleh aplikasi saat ini, kata Tito, hal tersebut tentu saja memberatkan customer dan juga mitra.

"Karena kenyataannya, tarif bersih yang diterima oleh rekan-rekan ojek online (ojol) saat ini hanya Rp 6.400, bahkan ada aplikasi baru yang menerapkan tarif dibawah itu,"ujarnya.

Oleh karena itu, Tito menyampaikan, hal tersebut tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui PM 12 dan KP 348.

Kemudian keempat, lanjut Tito, mendorong pemerintah untuk meninjau dan menindak aplikasi baru yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Kami berharap nanti pada saat mediasi, ada titik temu dan tuntutan-tuntutan kami dapat dipenuhi," harapnya.

Sementara itu, Humas Frontal Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, menyampaikan terkait rute yang nantinya akan dilewati oleh ribuan peserta aksi, mereka akan mendatangi titik lokasi dengan cara berkonvoi.

"Titik kumpul pada pukul 07.00 di frontage depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani. Kemudian bergeser ke kantor Diskominfo Jawa Timur yang lokasinya tak jauh dari Dishub Jawa Timur," jelasnya.

Selanjutnya, nanti adalah kantor Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI Jawa Timur di kawasan Gayung Sari Barat dan Polda Jawa Timur di kawasan Ahmad Yani.

Terus berlanjut ke kantor perwakilan 4 aplikator yakni Shoppee di Jalan Ronggolawe, Gojek di Raya Ngagel, Grab di Plasa Boulevard Pemuda di depan WTC, dan In Driver di MNC Tower di TAIS Nasution.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Disusul Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil IV Jawa Timur di Jalan Basuki Rachmad, DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura dan berakhir di Grahadi Jalan Gubernur Suryo.

Daniel pun meminta maaf jika nantinya aksi ini akan menimbulkan dampak kemacetan pada rute-rute yang akan dilewati.

Tak hanya itu menghimbau pada peserta aksi untuk tidak melakukan tindakan anarkis selama aksi demo damai berlangsung.

"Kami akan menegur peserta aksi jika nantinya ketahuan tidak memakai masker. Kami juga akan menyediakan masker jika ada peserta aksi yang lupa membawa masker," kata Daniel.

Ditambahkannya, nantinya tak hanya dari Surabaya saja, namun peserta aksi juga ada perwakilan dari Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jember bahkan ada juga yang berasal dari Banyuwangi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.