Kamis, 09 Jul 2026 00:14 WIB

Proyek Gedung Serbaguna Lontar Surabaya Mangkrak, DPRKPP Diminta Segera Lakukan Finishing

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 22 Mei 2026 09:00 WIB
DPRD Surabaya saat melakukan reses di Kelurahan Lontar Surabaya. (Dok. DPRD Surabaya).
DPRD Surabaya saat melakukan reses di Kelurahan Lontar Surabaya. (Dok. DPRD Surabaya).

selalu.id - Proyek pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) RW 001 Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, kembali menjadi sorotan.

Itu terungkap saat agenda reses Sidang II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Penjelasan Pemkot Surabaya soal Viralnya Pungutan Warga Baru di Sememi

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko menerima langsung keluhan warga terkait bangunan yang belum rampung namun mulai mengalami kerusakan.

Dalam serap aspirasi tersebut, warga mengeluhkan sejumlah pekerjaan finishing yang belum diselesaikan.

Mulai dari saluran air hingga paving area parkir yang belum tuntas, sehingga menimbulkan genangan saat hujan turun.

Tak hanya itu, gedung yang direncanakan menjadi pusat kegiatan warga itu juga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal lantaran sarana dan prasarana penunjang masih belum lengkap.

Menanggapi aduan tersebut, Yona mengaku langsung berkoordinasi dengan Kepala DPRKPP Kota Surabaya untuk memastikan kelanjutan pembangunan GSG.

“Sudah ada konfirmasi dari Kepala DPRKPP setelah saya tanyakan langsung. Insya Allah segera dilanjutkan proses finishing-nya,” jelasnya.

Yona menilai bangunan GSG sebenarnya sudah cukup representatif. Namun hingga kini, proses penyerahan kepada warga belum dilakukan karena pengerjaan dinilai belum benar-benar selesai.

Baca Juga: Emak-emak HMD Gemas Surabaya Gelar Aksi Dukung Program MBG, Cuma Pura-pura atau Terpaksa?

“Gedung ini cukup representatif, namun belum diserahkan kepada warga. Bangunan ini belum bisa dikatakan selesai karena di beberapa titik masih belum diselesaikan. Bahkan kata warga, sudah cukup lama tidak ada aktivitas pengerjaan,” katanya.

Saat melakukan inspeksi di lokasi, Yona juga menemukan sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan.

Beberapa keramik dan granit lantai tampak rusak, plafon mulai bermasalah, hingga terdapat retakan pada beberapa bagian tembok.

Kondisi itu dinilai memprihatinkan karena gedung belum sempat dimanfaatkan masyarakat secara optimal, namun kerusakan mulai muncul di sejumlah titik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Layanan Administrasi Adminduk Gratis, Ada Pungutan Laporkan

“Atas temuan itu saya langsung koordinasi dengan kepala DPRKPP agar proses penyelesaian sekaligus perbaikan segera dilakukan,” tegasnya.

Menurut Yona, keberadaan GSG sangat penting sebagai pusat aktivitas sosial dan kegiatan lingkungan warga.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Surabaya memberi perhatian serius agar bangunan tersebut segera dapat difungsikan.

“Harapan warga tentu gedung ini segera bisa dimanfaatkan dan difungsikan. Karena keberadaan GSG ini sangat vital bagi kegiatan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kepala Bappeda Jatim dalam Pusaran Dugaan Korupsi Dana Hibah

Ainur menegaskan bahwa saat ini Bappeda Jatim telah mempersempit akses informasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang hibah gubernur.

Tim Gabsat Sabet Juara Pertama Kapolda Jatim Cup 4 2026

Kombes Abast berharap semangat yang terbangun selama kompetisi dapat terus dibawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai anggota Polri.

Galeri dan Klinik UMKM, Andalan Sidoarjo Dongkrak Daya Saing Pelaku Usaha

Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 2.121 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berhasil meningkatkan kapasitas usahanya. 

Negara Merugi, Pemkab Probolinggo Ajak Warga Gempur Rokok Ilegal

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, ada lima jenis pelanggaran cukai pada rokok yang wajib diketahui masyarakat.

Pemkab Sidoarjo Terus Perkuat Ketahanan Pangan untuk Stabilitas Daerah

Bupati Sidoarjo Subandi meminta seluruh pihak terkait memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan beras, gula, dan minyak.

Beasiswa Pemuda Tangguh SMA-MA di Surabaya Kini Tak Lagi Masuk Rekening Siswa

Melalui mekanisme bantuan sosial (bansos), pemerintah ingin memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk biaya pendidikan dan tepat sasaran.