Jumat, 04 Sep 2026 12:54 WIB

Proyek Gedung Serbaguna Lontar Surabaya Mangkrak, DPRKPP Diminta Segera Lakukan Finishing

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 22 Mei 2026 09:00 WIB
DPRD Surabaya saat melakukan reses di Kelurahan Lontar Surabaya. (Dok. DPRD Surabaya).
DPRD Surabaya saat melakukan reses di Kelurahan Lontar Surabaya. (Dok. DPRD Surabaya).

selalu.id - Proyek pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) RW 001 Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, kembali menjadi sorotan.

Itu terungkap saat agenda reses Sidang II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko menerima langsung keluhan warga terkait bangunan yang belum rampung namun mulai mengalami kerusakan.

Dalam serap aspirasi tersebut, warga mengeluhkan sejumlah pekerjaan finishing yang belum diselesaikan.

Mulai dari saluran air hingga paving area parkir yang belum tuntas, sehingga menimbulkan genangan saat hujan turun.

Tak hanya itu, gedung yang direncanakan menjadi pusat kegiatan warga itu juga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal lantaran sarana dan prasarana penunjang masih belum lengkap.

Menanggapi aduan tersebut, Yona mengaku langsung berkoordinasi dengan Kepala DPRKPP Kota Surabaya untuk memastikan kelanjutan pembangunan GSG.

“Sudah ada konfirmasi dari Kepala DPRKPP setelah saya tanyakan langsung. Insya Allah segera dilanjutkan proses finishing-nya,” jelasnya.

Yona menilai bangunan GSG sebenarnya sudah cukup representatif. Namun hingga kini, proses penyerahan kepada warga belum dilakukan karena pengerjaan dinilai belum benar-benar selesai.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

“Gedung ini cukup representatif, namun belum diserahkan kepada warga. Bangunan ini belum bisa dikatakan selesai karena di beberapa titik masih belum diselesaikan. Bahkan kata warga, sudah cukup lama tidak ada aktivitas pengerjaan,” katanya.

Saat melakukan inspeksi di lokasi, Yona juga menemukan sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan.

Beberapa keramik dan granit lantai tampak rusak, plafon mulai bermasalah, hingga terdapat retakan pada beberapa bagian tembok.

Kondisi itu dinilai memprihatinkan karena gedung belum sempat dimanfaatkan masyarakat secara optimal, namun kerusakan mulai muncul di sejumlah titik.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

“Atas temuan itu saya langsung koordinasi dengan kepala DPRKPP agar proses penyelesaian sekaligus perbaikan segera dilakukan,” tegasnya.

Menurut Yona, keberadaan GSG sangat penting sebagai pusat aktivitas sosial dan kegiatan lingkungan warga.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Surabaya memberi perhatian serius agar bangunan tersebut segera dapat difungsikan.

“Harapan warga tentu gedung ini segera bisa dimanfaatkan dan difungsikan. Karena keberadaan GSG ini sangat vital bagi kegiatan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.