Kamis, 03 Sep 2026 13:30 WIB

Daya Beli Masyarakat Turun, Penjualan Hewan Kurban di Surabaya Ikut Lesu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Mei 2026 15:26 WIB
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno saat sidak lapak kurban. (foto:Ist)
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno saat sidak lapak kurban. (foto:Ist)

selalu.id - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di sejumlah titik di Kota Surabaya mulai menghadapi tantangan penurunan daya beli masyarakat. 

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno, saat meninjau lapak hewan kurban di kawasan Nginden Semolo, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Dalam sidaknya, Anas meminta aparatur kelurahan dan kecamatan lebih responsif mengawal penataan lapak kurban agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan tanpa memicu persoalan lingkungan maupun ketertiban kota.

“Kelurahan jangan hanya fokus administrasi. Aparatur wilayah harus turun langsung memastikan lapak tidak mengganggu jalan, saluran air tetap berfungsi, dan pengelolaan limbah dilakukan sejak awal,” ujar Anas.

Kunjungan tersebut sekaligus mengungkap lesunya penjualan hewan kurban tahun ini. Pemilik lapak, Pak Gani, mengaku omzet penjualan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya akibat kondisi ekonomi masyarakat.

“Sekarang baru laku sekitar 60 ekor. Pembeli kebanyakan pelanggan lama sejak saya masih jualan di Baratajaya. Di lokasi baru ini memang agak sepi menjelang hari H,” kata Gani yang telah berjualan hewan kurban selama 30 tahun.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Meski penjualan melambat, para pedagang tetap berupaya menjaga kenyamanan lingkungan sekitar. Gani mengaku rutin menutup kotoran hewan menggunakan sisa pakan untuk mengurangi bau menyengat di kawasan permukiman padat penduduk.

“Setiap sore sisa pakan langsung dipakai menutup kotoran supaya baunya tidak terlalu tajam. Yang penting kami tetap permisi dan menjaga komunikasi baik dengan warga,” ujarnya.

Anas mengapresiasi langkah mandiri para pedagang tersebut. Menurutnya, kepatuhan pedagang menjaga kebersihan harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah tingkat kelurahan agar keberadaan lapak kurban tidak menimbulkan konflik sosial.

Baca Juga: Atasi Kebocoran PAD, DPRD Surabaya Gagas Retribusi Parkir Dihapus dan Digabung Pajak Kendaraan

Ia menegaskan, lapak hewan kurban merupakan bagian dari perputaran ekonomi rakyat kecil yang perlu dijaga keberlangsungannya. Namun di sisi lain, aturan tata kota dan kebersihan lingkungan tetap wajib ditegakkan secara disiplin.

“Pedagang kecil harus tetap diberdayakan, tapi estetika kota dan ketertiban lingkungan juga wajib dijaga bersama,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.