Daya Beli Masyarakat Turun, Penjualan Hewan Kurban di Surabaya Ikut Lesu
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 21 Mei 2026 15:26 WIB
selalu.id - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di sejumlah titik di Kota Surabaya mulai menghadapi tantangan penurunan daya beli masyarakat.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno, saat meninjau lapak hewan kurban di kawasan Nginden Semolo, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Bongkar Dugaan Pungutan RT-RW di Sememi
Dalam sidaknya, Anas meminta aparatur kelurahan dan kecamatan lebih responsif mengawal penataan lapak kurban agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan tanpa memicu persoalan lingkungan maupun ketertiban kota.
“Kelurahan jangan hanya fokus administrasi. Aparatur wilayah harus turun langsung memastikan lapak tidak mengganggu jalan, saluran air tetap berfungsi, dan pengelolaan limbah dilakukan sejak awal,” ujar Anas.
Kunjungan tersebut sekaligus mengungkap lesunya penjualan hewan kurban tahun ini. Pemilik lapak, Pak Gani, mengaku omzet penjualan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya akibat kondisi ekonomi masyarakat.
“Sekarang baru laku sekitar 60 ekor. Pembeli kebanyakan pelanggan lama sejak saya masih jualan di Baratajaya. Di lokasi baru ini memang agak sepi menjelang hari H,” kata Gani yang telah berjualan hewan kurban selama 30 tahun.
Baca Juga: Sengsara Warga Gebang Lor Surabaya soal PDAM, Setiap Hari Air Harus Beli
Meski penjualan melambat, para pedagang tetap berupaya menjaga kenyamanan lingkungan sekitar. Gani mengaku rutin menutup kotoran hewan menggunakan sisa pakan untuk mengurangi bau menyengat di kawasan permukiman padat penduduk.
“Setiap sore sisa pakan langsung dipakai menutup kotoran supaya baunya tidak terlalu tajam. Yang penting kami tetap permisi dan menjaga komunikasi baik dengan warga,” ujarnya.
Anas mengapresiasi langkah mandiri para pedagang tersebut. Menurutnya, kepatuhan pedagang menjaga kebersihan harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah tingkat kelurahan agar keberadaan lapak kurban tidak menimbulkan konflik sosial.
Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Camat hingga Kepala OPD Tak Main-main dalam Pelayanan
Ia menegaskan, lapak hewan kurban merupakan bagian dari perputaran ekonomi rakyat kecil yang perlu dijaga keberlangsungannya. Namun di sisi lain, aturan tata kota dan kebersihan lingkungan tetap wajib ditegakkan secara disiplin.
“Pedagang kecil harus tetap diberdayakan, tapi estetika kota dan ketertiban lingkungan juga wajib dijaga bersama,” pungkasnya.
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-13861-daya-beli-masyarakat-turun-penjualan-hewan-kurban-di-surabaya-ikut-lesu
