Minggu, 18 Okt 2026 19:10 WIB

Daya Beli Masyarakat Turun, Penjualan Hewan Kurban di Surabaya Ikut Lesu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Mei 2026 15:26 WIB
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno saat sidak lapak kurban. (foto:Ist)
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno saat sidak lapak kurban. (foto:Ist)

selalu.id - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di sejumlah titik di Kota Surabaya mulai menghadapi tantangan penurunan daya beli masyarakat. 

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno, saat meninjau lapak hewan kurban di kawasan Nginden Semolo, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

Dalam sidaknya, Anas meminta aparatur kelurahan dan kecamatan lebih responsif mengawal penataan lapak kurban agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan tanpa memicu persoalan lingkungan maupun ketertiban kota.

“Kelurahan jangan hanya fokus administrasi. Aparatur wilayah harus turun langsung memastikan lapak tidak mengganggu jalan, saluran air tetap berfungsi, dan pengelolaan limbah dilakukan sejak awal,” ujar Anas.

Kunjungan tersebut sekaligus mengungkap lesunya penjualan hewan kurban tahun ini. Pemilik lapak, Pak Gani, mengaku omzet penjualan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya akibat kondisi ekonomi masyarakat.

“Sekarang baru laku sekitar 60 ekor. Pembeli kebanyakan pelanggan lama sejak saya masih jualan di Baratajaya. Di lokasi baru ini memang agak sepi menjelang hari H,” kata Gani yang telah berjualan hewan kurban selama 30 tahun.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Drainase Tunjungan Tersumbat Lemak dan Minta Pembuang Ditindak Tegas

Meski penjualan melambat, para pedagang tetap berupaya menjaga kenyamanan lingkungan sekitar. Gani mengaku rutin menutup kotoran hewan menggunakan sisa pakan untuk mengurangi bau menyengat di kawasan permukiman padat penduduk.

“Setiap sore sisa pakan langsung dipakai menutup kotoran supaya baunya tidak terlalu tajam. Yang penting kami tetap permisi dan menjaga komunikasi baik dengan warga,” ujarnya.

Anas mengapresiasi langkah mandiri para pedagang tersebut. Menurutnya, kepatuhan pedagang menjaga kebersihan harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah tingkat kelurahan agar keberadaan lapak kurban tidak menimbulkan konflik sosial.

Baca Juga: Aturan SHS Bikin Ribet, Karang Taruna Surabaya Keluhkan Pengajuan Dana Gen Z Rp5 Juta

Ia menegaskan, lapak hewan kurban merupakan bagian dari perputaran ekonomi rakyat kecil yang perlu dijaga keberlangsungannya. Namun di sisi lain, aturan tata kota dan kebersihan lingkungan tetap wajib ditegakkan secara disiplin.

“Pedagang kecil harus tetap diberdayakan, tapi estetika kota dan ketertiban lingkungan juga wajib dijaga bersama,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Greget Mama, Ini Rincian Lengkapnya

Dengan demikian, harga emas Antam kembali menjauh dari level Rp3 juta per gram dan mengalami penurunan dibanding perdagangan sebelumnya.