Selasa, 07 Jul 2026 18:16 WIB

440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Jul 2026 17:15 WIB
Aktifitas normalisasi saluran sungai Surabaya. (dok:Pemkot Surabaya)
Aktifitas normalisasi saluran sungai Surabaya. (dok:Pemkot Surabaya)

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklaim telah menuntaskan penanganan sekitar 440 titik genangan dari total 1.015 lokasi yang dipetakan sejak 2020. 

Namun, upaya mengurangi banjir di Kota Pahlawan dinilai tidak akan optimal apabila pemerintah pusat belum mempercepat normalisasi sungai dan pembangunan pintu air di hilir.

Baca Juga: SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan penanganan genangan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kota. Sebab, sejumlah saluran primer hingga sungai besar berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Kalau hanya Kota Surabaya yang bekerja tentu tidak cukup. Pemerintah pusat juga harus menjalankan kewenangannya,” kata Hidayat, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, sedimentasi di Sungai Surabaya, Kalimas, hingga Kali Jagir sudah cukup tinggi sehingga perlu segera dinormalisasi agar aliran air menuju laut tidak terhambat.

Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan pintu air di muara Kali Jagir. Menurutnya, pembangunan drainase di dalam kota akan sia-sia apabila aliran di bagian hilir tetap mengalami pendangkalan.

“Percuma kita membangun banyak saluran kalau muaranya masih dangkal. Air tetap tidak bisa mengalir maksimal,” ujarnya.

Pemkot Surabaya, lanjut Hidayat, telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat agar normalisasi sungai dan pembangunan pintu air segera direalisasikan.

“Kami sudah bersurat dan berharap pekerjaan itu bisa segera dilakukan,” katanya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Bongkar Dugaan Pungutan RT-RW di Sememi

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan hingga 2025 pihaknya telah menyelesaikan penanganan hampir 440 titik genangan dari hasil pemetaan yang dilakukan sejak lima tahun lalu.

Pada 2026, Pemkot menargetkan penanganan sekitar 120 titik genangan lainnya melalui pembangunan saluran baru sekaligus normalisasi drainase yang sudah ada.

“Target tahun 2026 ada sekitar 120 titik yang akan kami tangani. Penanganannya dilakukan bertahap, kemudian sisanya kami siapkan dalam perencanaan 2027,” ujar Adi.

Ia menegaskan normalisasi saluran menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting dibanding pembangunan drainase baru. Sebab, saluran yang tidak dirawat akan mengurangi kapasitas aliran air dan berpotensi memicu genangan.

Baca Juga: Wali Kota Eri Pastikan Kawal Perawatan Korban Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya

“Percuma kalau kita membangun saluran, tetapi tidak dilakukan perawatan,” katanya.

Adi menjelaskan, DSDABM menangani sekitar 340 saluran yang menjadi kewenangan Pemkot Surabaya. Sementara sekitar 30 saluran primer merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Balai Besar Bengawan Solo, maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Karena itu, ia menilai penanganan banjir di Surabaya harus dilakukan secara terpadu. Menurutnya, pembangunan saluran di kawasan permukiman tidak akan maksimal apabila saluran primer di bagian hilir tidak ikut dinormalisasi.

“Ketika kita menangani saluran tersier, tetapi outlet atau muaranya tidak dirawat, hasilnya tentu tidak akan maksimal,” ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Warisan Rasa Desa Tingal Wanurejo: Ketelatenan 4 Jam Produksi Jenang Lot Khas Magelang

Proses memasak dan mengaduk adonan di atas wajan dengan api kecil berlangsung terus-menerus selama kurang lebih empat jam.

Truk Rem Blong Kembali Makan Korban, Kali ini Seorang Pemotor di Dlanggu Mojokerto

Bagian bamper depan kiri truk menyenggol bagian belakang motor. Korban kemudian terjatuh dan kepala korban terlindas ban belakang truk itu.

Kasus Dugaan Pencabulan Kastari Diadukan ke DPRD Sidoarjo

Menurut sang ibu, putrinya yang berusia 18 tahun itu mengalami depresi dan tekanan psikologis sejak kasus tersebut terungkap.

KPK Beri Kota Mojokerto Angka Sempurna dalam Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Kota Mojokerto bersama Kabupaten Bojonegoro jadi dua pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur yang memperoleh nilai sempurna (100 persen) di Triwulan II 2026.

Pulau Lusi, Jejak Lumpur yang Kini Menanti Kehidupan Baru

Jika dahulu ada sekitar sembilan operator yang melayani penyeberangan, kini pada akhir pekan hanya dua hingga tiga operator yang beroperasi.

Pelindo, BNN, dan BPBD Kota Surabaya Kolaborasi, Ajak Anak Kenal Pelabuhan

Portground Vol. 1 diikuti oleh peserta anak kelas 5 dan 6 SD, serta kelas 7 dan 8 SMP dari berbagai kota di Jawa Timur.