Selasa, 07 Jul 2026 19:04 WIB

Warisan Rasa Desa Tingal Wanurejo: Ketelatenan 4 Jam Produksi Jenang Lot Khas Magelang

Proses pembuatan jenang lot khas Magelang - Borobudur. (Foto: dony/selalu.id)
Proses pembuatan jenang lot khas Magelang - Borobudur. (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Desa Tingal Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, menjadi salah satu sentra pelestarian jenang lot, kuliner tradisional khas Magelang yang pembuatannya menuntut kesabaran dan ketelatenan tinggi. Di tengah gempuran makanan modern, masyarakat setempat tetap menjaga resep dan cara pembuatan asli yang diwariskan turun-temurun.
 
Bahan utama pembuatan jenang lot sangat sederhana, namun membutuhkan takaran yang tepat: tepung ketan putih, gula jawa asli, dan santan kelapa kental. Meski tampak mudah, proses memasak dan mengaduk adonan di atas wajan dengan api kecil berlangsung terus-menerus selama kurang lebih empat jam hingga berubah menjadi tekstur karamel yang kenyal, padat, dan legit.
 
Mbok Sum (58), pengrajin jenang lot yang telah berkecimpung belasan tahun di Desa Tingal Wanurejo, menjelaskan setiap tahapan pembuatan tidak boleh dilewatkan begitu saja.
 
"Kunci jenang lot yang enak dan tahan lama ada pada kesabaran saat mengaduk dan takaran bahan yang pas," ujar Mbok Sum kepada selalu.id, Selasa (7/7/2026).
 
Berikut tahapan lengkap proses pembuatan jenang lot yang dilakukan para pengrajin:
 
Persiapan Bahan
Takaran standar yang digunakan adalah 500 gram tepung ketan putih, 500 gram gula merah yang disisir halus, serta 900 ml santan kelapa kental dan sedikit garam untuk penyeimbang rasa.
 
Pemasakan Awal
Santan direbus bersama gula merah dan garam sambil terus diaduk hingga mendidih dan gula larut sepenuhnya. Larutan kemudian disaring untuk memisahkan kotoran, lalu didiamkan hingga suhunya turun ke suhu ruang.
 
Pencampuran Adonan
Tepung ketan dimasukkan ke wadah, lalu larutan santan dan gula dituangkan secara bertahap. Adonan diaduk hingga rata, licin, kalis, dan tidak menyisakan gumpalan tepung.
 
Proses Inti Pengadukan
Adonan disaring kembali ke wajan anti lengket, lalu dimasak dengan api paling kecil. Selama dua hingga empat jam, adonan harus diaduk tanpa henti agar tidak gosong dan minyak alami dari santan keluar sempurna. Proses inilah yang menghasilkan tekstur jenang yang mengilap dan rasa yang khas.

Pencetakan dan Pemotongan
Setelah adonan terasa sangat berat, kental, dan tidak lengket lagi di spatula, adonan diangkat lalu dituang ke loyang yang sudah diolesi minyak dan dialasi daun pisang. Permukaannya diratakan dan dipadatkan. 

Baca Juga: Wisata Semarang Cocok Dikunjungi Bareng Anak pada Libur Sekolah

"Jenang kemudian didiamkan berjam-jam hingga dingin dan padat sempurna, biasanya didiamkan semalaman. Terakhir, jenang dikeluarkan dari cetakan dan dipotong-potong menggunakan pisau yang dilapisi plastik atau diolesi minyak agar tidak lengket," terangnya.

Baca Juga: Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Jenang lot buatan warga Desa Tingal Wanurejo kini kerap menjadi buruan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Borobudur, sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Truk Rem Blong Kembali Makan Korban, Kali ini Seorang Pemotor di Dlanggu Mojokerto

Bagian bamper depan kiri truk menyenggol bagian belakang motor. Korban kemudian terjatuh dan kepala korban terlindas ban belakang truk itu.

Kasus Dugaan Pencabulan Kastari Diadukan ke DPRD Sidoarjo

Menurut sang ibu, putrinya yang berusia 18 tahun itu mengalami depresi dan tekanan psikologis sejak kasus tersebut terungkap.

SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

Berdasarkan laporan keuangan, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp10,63 triliun, sementara realisasi belanja daerah sebesar Rp10,55 triliun.

KPK Beri Kota Mojokerto Angka Sempurna dalam Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Kota Mojokerto bersama Kabupaten Bojonegoro jadi dua pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur yang memperoleh nilai sempurna (100 persen) di Triwulan II 2026.

440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

“Kalau hanya Kota Surabaya yang bekerja tentu tidak cukup. Pemerintah pusat juga harus menjalankan kewenangannya,” kata Hidayat.

Pulau Lusi, Jejak Lumpur yang Kini Menanti Kehidupan Baru

Jika dahulu ada sekitar sembilan operator yang melayani penyeberangan, kini pada akhir pekan hanya dua hingga tiga operator yang beroperasi.