Kamis, 03 Sep 2026 11:48 WIB

Di Lokasi Padat Pemukiman Surabaya, Warga Masih Keluhkan Kampung Gelap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Mei 2026 13:58 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo. (Ade/selalu.id)
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo. (Ade/selalu.id)

selalu.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cahyo Siswo Utomo mengungkapkan keluhan warga saat reses di wilayah Ketintang, Rabu (20/5/2026) malam.

Cahyo menyebut keluhan dari warga mulainya minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan pengangkutan sampah, hingga jaringan PDAM yang belum tersalurkan ke rumah warga meski pipa utama sudah terpasang.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Salah satu keluhan paling banyak disampaikan warga berasal dari kawasan Gayungan yang disebut masih memiliki sejumlah titik gelap di lingkungan kampung. Warga menilai kondisi tersebut rawan memicu tindak kriminalitas, terutama saat malam hari.

“Ada sekitar empat sampai lima titik yang dikeluhkan warga. Tadi saya minta lokasinya dicatat dan nanti akan kami cek langsung,” kata Cahyo usai reses, kepada selalu.id.

Menurutnya, usulan pemasangan PJU sebenarnya sudah beberapa kali diajukan warga melalui dana kelurahan. Namun hingga kini belum ada realisasi dari dinas terkait.

“Kalau memang usulannya sudah pernah masuk ke Dishub, minimal harus ada kepastian kapan dikerjakan. Jangan sampai warga menunggu terus tanpa kejelasan,” ujarnya.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Selain persoalan PJU, warga juga menyampaikan keluhan terkait aturan jam operasional TPS yang dinilai menyulitkan petugas pengangkut sampah lingkungan. Saat ini, pembuangan sampah ke TPS disebut baru diperbolehkan setelah pukul 06.00 WIB.

Cahyo menyebut persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi karena kebijakan penataan sampah juga memunculkan dampak di lapangan.

“Kita pahami pemerintah kota punya kebijakan terkait penataan persampahan, tapi kondisi di lapangan juga harus diperhatikan,” katanya.

Baca Juga: Atasi Kebocoran PAD, DPRD Surabaya Gagas Retribusi Parkir Dihapus dan Digabung Pajak Kendaraan

Keluhan lain datang dari warga terkait layanan air bersih PDAM. Meski jaringan pipa besar PDAM disebut sudah masuk ke wilayah Gayungan, sekitar 20 warga di salah satu RW hingga kini belum mendapatkan sambungan air rumah tangga.

“Ini tadi juga disampaikan warga. Pipa besar sudah ada, tapi sambungan ke rumah warga belum masuk. Datanya nanti kami teruskan untuk ditindaklanjuti,” ujar Cahyo.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.