Minggu, 18 Okt 2026 18:21 WIB

Menuju Borobudur, 57 Bhikkhu Thudong dari Empat Negara Singgah di Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sambut kedatangan Bhikkhu Thudong.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sambut kedatangan Bhikkhu Thudong.

selalu.id - Puluhan Biksu (Bhikkhu) Thudong dari empat negara disambut hangat Pemerintah Kota Mojokerto saat singgah di Balai Kota Mojokerto dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026, Minggu (17/5/2026). 

Perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur itu menjadi simbol toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Rombongan biksu yang berjalan kaki melintasi sejumlah daerah di Pulau Jawa tersebut diterima langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan perjalanan menuju titik berikutnya.

Suasana penyambutan berlangsung hangat. Sejumlah warga tampak antusias menyambut kedatangan para biksu yang akan mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto menuturkan, singgahnya rombongan Biksu Thudong menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Mojokerto. Menurutnya, perjalanan spiritual tersebut mencerminkan semangat kebinekaan yang terus hidup di Indonesia.

“Ini sebagai wujud kebinekaan bahwa Indonesia adalah bangsa yang plural,” tutur Ning Ita.

Ia menyebut, semangat toleransi juga tercermin dari berbagai penghargaan yang diterima Kota Mojokerto sebagai daerah yang dinilai mampu menjaga kerukunan masyarakat, seperti penghargaan Kota Harmoni dan Kota Toleran. 

“Kami sangat berbahagia dan bangga menyambut para Bhikkhu Thudong yang bermalam di Kota Mojokerto. Ini menjadi representasi bahwa masyarakat Kota Mojokerto menerima keberagaman dengan suka cita,” ungkapnya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Ning Ita juga mendoakan agar seluruh rombongan diberikan kesehatan dan kelancaran selama melanjutkan perjalanan menuju Borobudur.

Sementara itu, Koordinator Walk for Peace 2026 Jawa Timur, Irwan, mengatakan rombongan terdiri dari 57 biksu asal Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia.

“Thailand sebanyak 43 orang, Malaysia empat orang, Laos tiga orang, ditambah tujuh Bhikkhu Indonesia sehingga total berjumlah 57 orang,” kata Irwan.

Ia menjelaskan, perjalanan para biksu di wilayah Jawa Timur melintasi 10 kabupaten/kota dan ditempuh selama kurang lebih 11 hari sebelum menuju Candi Borobudur.

Baca Juga: Kisah Tragis Pasangan Muda di Mojokerto jadi Spesialis Maling Motor

Rombongan dijadwalkan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian perayaan Waisak yang puncaknya berlangsung pada 31 Mei mendatang.

Irwan turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat yang ikut membantu kelancaran perjalanan para biksu.

“Keramahan masyarakat dan dukungan semua pihak sepanjang perjalanan menjadi potret keharmonisan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Perjalanan para biksu Thudong tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa toleransi dan persaudaraan tetap tumbuh di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.