Minggu, 23 Agu 2026 20:45 WIB

DPRD Surabaya Nilai SiLPA Rp516 Miliar Masih Wajar, Geopolitik Global jadi Pemicu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Jul 2026 16:59 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. (Foto:Ade/selalu.id).
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. (Foto:Ade/selalu.id).

selalu.id - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni menilai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBD 2025 sebesar Rp516 miliar masih dapat dipahami. 

Menurutnya, besaran SiLPA tersebut dipengaruhi perlambatan ekonomi akibat kondisi geopolitik global sekaligus menjadi langkah antisipasi agar program APBD 2026 dapat berjalan sejak awal tahun.

Baca Juga: Meniti Kasih di Ruang Tak Terbatas: Ketika Seni, Kuliner dan Cinta Menyatu di Grand Wedding Fair 2026

Fathoni mengungkapkan, saat pembahasan APBD 2025, Badan Anggaran (Banggar) DPRD sebenarnya telah mengingatkan agar SiLPA tidak terlalu besar. Bahkan, target ideal yang diharapkan saat itu tidak melebihi Rp200 miliar.

“Kalau sebelum adanya perang di Timur Tengah, memang saat itu Banggar sudah mengingatkan agar SiLPA tidak lebih dari Rp200 miliar. Tetapi kami juga memahami ada peristiwa yang tidak kita inginkan semua,” jelasnya, Kamis (9/7/2026).

Kondisi ekonomi yang melambat berdampak pada belum optimalnya penerimaan pajak dan retribusi daerah. Akibatnya, pemerintah daerah memilih menyisakan anggaran sebagai bentuk kehati-hatian untuk menjaga keberlangsungan pembiayaan pada awal tahun anggaran berikutnya.

“Faktanya kondisi ekonomi melambat sehingga berpotensi pada penerimaan pajak dan retribusi yang belum memenuhi target ideal. Karena itu pencadangan anggaran melalui SiLPA diperlukan agar program-program di awal 2026 bisa langsung berjalan tanpa harus menunggu PAD masuk pada Januari hingga Maret,” papar Fathoni.

Ia menambahkan, jika situasi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah tidak terjadi, optimisme terhadap penerimaan pendapatan daerah kemungkinan lebih tinggi sehingga SiLPA tidak akan sebesar saat ini.

Baca Juga: Wali Kota Eri: Pemilik Kos Surabaya Jangan Cuma Cari Untung, Jaga Keamanan Lingkungan!

Fathoni menilai, kebijakan tersebut merupakan bagian dari prinsip kehati-hatian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terutama untuk memastikan belanja wajib tetap terpenuhi.

“Belanja pegawai harus dibayar setiap bulan. Mandatori spending di bidang pendidikan dan kesehatan juga tidak boleh terganggu karena ketiadaan uang. Jadi kami memahami jumlah SiLPA kali ini,” katanya.

Selain itu, tingginya SiLPA juga dipengaruhi penundaan sejumlah pengadaan tanah untuk kepentingan umum pada 2025. 

Baca Juga: Wali Kota Eri Perintahkan Tutup Panti Asuhan Tak Berizin di Surabaya Buntut Kasus Kekerasan Seksual

Kata Fathoni, Pemkot Surabaya saat itu memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti pembangunan infrastruktur strategis serta sektor pendidikan dan kesehatan.

Meski demikian, DPRD berharap besaran SiLPA pada tahun-tahun mendatang dapat ditekan apabila kondisi ekonomi dan geopolitik global kembali membaik.

“Mudah-mudahan ke depan SiLPA tidak setinggi ini lagi kalau situasi global sudah baik. Dengan begitu setiap perencanaan pembangunan dan pelayanan publik bisa direalisasikan lebih maksimal,” tandas politisi Golkar tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Adu Taktik Kemerdekaan, Saat Jurnalis Surabaya Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Turnamen Domino

Tak hanya laga domino, kemeriahan ajang ini turut dirangkai dengan Lomba Foto On The Spot yang terbuka bagi masyarakat umum.

Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

Armuji mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong kader PDIP Surabaya.

Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

Rafi mengaku keinginannya memimpin KONI Sidoarjo telah muncul sejak lama.

Semarak HUT RI ke-81, 120 Regu Ramaikan Gerak Jalan Merah Putih di Kota Mojokerto

Mengusung tema kemerdekaan dan Majapahit, para peserta menampilkan kreatifitasnya dengan mengenakan beragam kostum.

Perkuat Minat Baca, PT Pelindo Daya Sejahtera Serahkan Bantuan Perpustakaan ke SD Al Istiqomah Surabaya

Bantuan buku mulai dari ilmu pengetahuan umum, ensiklopedia, pendidikan karakter, kumpulan cerita anak, hingga buku‑buku edukatif lainnya.

Ternyata, Masih Banyak Pelajar di Sidoarjo yang Bolos Sekolah 

Bupati Subandi meminta pihak sekolah lebih aktif mengawasi kehadiran siswa selama jam pelajaran berlangsung, begitupun orang tua harus intens komunikasi.