Jumat, 03 Jul 2026 21:27 WIB

Ahmad Jauhar Fikri, Kandidat Termuda Penantang Nama Besar di Bursa Ketua DPC PKB Lamongan

Kandidat termuda calon Ketua DPC PKB Lamongan Ahmad Jauhar Fikri alias Saleho (kiri). (Foto: dony/selalu.id)
Kandidat termuda calon Ketua DPC PKB Lamongan Ahmad Jauhar Fikri alias Saleho (kiri). (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Nama Ahmad Jauhar Fikri, atau yang akrab disapa Saleho, kini menjadi salah satu kandidat termuda dalam bursa calon Ketua DPC PKB Lamongan. Di usia 33 tahun, ia bersaing dengan sejumlah nama senior dalam proses Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar partai politik tersebut.

Nama Saleho sebelumnya sempat disebut-sebut di kalangan internal partai. Namun dalam beberapa pekan terakhir, elektabilitasnya sebagai calon kuat mulai menguat di tengah kader PKB Lamongan.

Baca Juga: 38 Ketua DPC PKB Se-Jatim Resmi Ditetapkan, Berikut Daftar Namanya

Ia kini bersanding dengan beberapa nama yang juga digadang-gadang maju, antara lain Ketua DPC PKB Lamongan H. Ghofur, Ketua DPRD Lamongan M. Fredy Wahyudi, serta Ketua Bapemperda DPRD Lamongan Suherman.

Di antara para kandidat, Saleho menjadi figur yang paling muda. Ia pun dipandang membawa warna baru dalam kompetisi kepemimpinan DPC PKB Lamongan. “Kehadiran generasi muda di pimpinan organisasi menjadi hal yang penting untuk merespons dinamika politik elektoral yang semakin berubah,” ujar salah satu kader PKB di Lamongan ini kepada selalu.id, Sabtu (16/5/2026).

Dalam prosesnya, Saleho telah mengikuti seluruh tahapan penjaringan. Ia lolos seleksi hingga masuk dalam daftar calon yang menjalani Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tingkat pertama di Malang. Saat ini, berkas dan hasil proses UKK masih menunggu keputusan akhir dari DPP PKB sebagai otoritas tertinggi dalam penetapan.

Baca Juga: Guru Honorer di Surabaya Cabuli Siswi 14 Tahun, Kejadiannya Bikin Miris

“Saya sudah mengikuti seluruh rangkaian Muscab hingga UKK tahap kedua. Selebihnya, siapapun yang jadi harus dihormati bersama. Sebab, ini adalah keputusan tertinggi partai dan tidak bisa diganggu gugat,” ujar Saleho.
 
Di tubuh PKB Jawa Timur, Saleho dikenal sebagai kader yang telah lama berkiprah di lingkungan organisasi. Ia merupakan alumni aktivisme kampus UIN Sunan Ampel Surabaya dan sempat menjadi Ketua Cabang PMII Surabaya Selatan periode 2014.

Pasca aktif di PMII, ia kemudian masuk ke struktur DPW PKB Jawa Timur. Pengalamannya di organisasi semakin luas setelah dipercaya menangani kebijakan partai di tingkat nasional pada tahun 2019.

Dalam Muswil DPW PKB Jawa Timur 2025, Saleho kemudian ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gus Halim dan Multazamudz Dzikri.

Baca Juga: PKB Desak Total Perombakan Timsel Bank Jatim, Ingatkan Tak jadi Ajang Akomodasi Kelompok

Kini, namanya kembali muncul sebagai kandidat di Lamongan, daerah yang menjadi basis politik PKB. Menjelang penetapan final dari DPP PKB, Saleho menyatakan tetap berpegang pada keputusan organisasi. “Kami semua kader. Keputusan partai adalah kebijakan yang harus dijalankan bersama,” tambahnya.

Meski bersanding dengan tokoh-tokoh senior, peluang Saleho tetap terbuka. Representasi kader muda kerap menjadi pertimbangan organisasi dalam menyusun kepemimpinan baru, terutama untuk merespons basis pemilih pemuda. Hingga kini, DPP PKB masih belum merilis hasil final penetapan Ketua DPC PKB Lamongan terpilih.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tangani Banjir Margomulyo-Tandes, Pemkot Surabaya Siapkan Pembangunan Mini Bozem

Proyek itu diharapkan dapat jadi solusi banjir yang selama ini mengganggu aktivitas lalu lintas di kawasan Margomulyo dapat berkurang secara bertahap.

Polrestabes Surabaya Buka Bazar Gratis Pengembalian Motor Laka Lantas, Catat Tanggal dan Syaratnya

Kendaraan yang jadi barang bukti laka lantas, bisa diambil di Kantor Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya di Jalan Dukuh Kupang Barat.

Sengsara Warga Gebang Lor Surabaya soal PDAM, Setiap Hari Air Harus Beli

Setiap hari, kadang warga juga mengadakan air sumur yang tidak cukup baik untuk memasak hingga mandi.

Ngawurnya Pembuangan Limbah Tetes PT Enero di Mojokerto, Baunya Menyengat

Pembuangan limbah tetes itu dikeluhkan oleh warga yang juga membuka warung sekitar lokasi lantaran bau limbah yang dibuang sangat menyengat.

Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

BMKG memperkirakan kondisi ini akan terus berlangsung seiring berjalannya musim kemarau, hingga mencapai puncaknya pada Agustus 2026. 

Kemenag Jatim Ajak Guru Kristen Bentuk Generasi Berkarakter dan Pembawa Damai 

Bahtiar mengajak seluruh peserta Munas untuk terus menjaga semangat pelayanan yang tulus, rendah hati, dan berorientasi pada kemuliaan Tuhan.