Minggu, 16 Agu 2026 02:23 WIB

PKB Desak Total Perombakan Timsel Bank Jatim, Ingatkan Tak jadi Ajang Akomodasi Kelompok

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah. (Foto: dony/selalu.id)
Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah. (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur menuntut perbaikan tata kelola yang mendasar dan menyeluruh terhadap Bank Jatim serta manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lainnya. Sebagai aset terbesar rakyat Jawa Timur, partai hijau ini menekankan bahwa integritas dan profesionalisme harus menjadi prioritas utama di tata kelola Bank Jatim. 

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah, menegaskan perlunya evaluasi total dan perombakan susunan Tim Seleksi (Timsel) Bank Jatim. Figur-figur yang dinilai status quo dan terbukti gagal memitigasi risiko manajerial pada periode sebelumnya harus ditiadakan.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

"Kami menolak digunakannya kembali figur-figur status quo yang terbukti gagal. Timsel harus diisi oleh pakar perbankan independen yang memiliki integritas tak tercela," tegas pria yang akrab disapa Gus Atho kepada selalu.id, Jumat (8/6/2026) malam.

Selain itu, proses rekrutmen wajib mematuhi standar ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PKB menolak keras jika seleksi hanya menjadi ajang akomodasi kepentingan kelompok tertentu yang berujung pada kegagalan calon direksi dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Fraksi PKB juga menilai sistem pengawasan saat ini masih lemah dan terjebak pada formalitas administratif semata. Oleh karena itu, diperlukan transformasi kelembagaan yang signifikan.

Salah satu usulan utama adalah mengubah peran Biro Perekonomian Setda Jatim menjadi strategic holding controller yang profesional. Biro ini harus memiliki kapasitas teknis yang mumpuni untuk mengkaji kelayakan investasi dan mendeteksi risiko keuangan secara dini, bukan hanya sekadar mencatat data.

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

Untuk meningkatkan transparansi, PKB mendesak Gubernur membangun sistem Digital Dashboard yang menampilkan data kinerja secara real-time. Sistem ini penting agar eksekutif dan legislatif dapat memantau indikator kinerja utama (KPI) secara transparan dan mencegah inefisiensi yang berlarut-larut.

Langkah konkret lainnya yang dituntut adalah penyelamatan aset daerah yang saat ini banyak bermasalah dengan legalitas. PKB meminta dilakukan audit investigatif dan upaya asset recovery secara serius, terutama untuk menyelesaikan masalah sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang kedaluwarsa atau belum bersertifikat.

Aset yang menganggur (idle) harus segera diproduktifkan dengan tenggat waktu yang ketat, atau jika tidak mampu dikelola, harus diambil alih kembali oleh pemerintah daerah. Kerja sama dengan pihak ketiga yang dinilai tidak seimbang juga wajib direstrukturisasi total.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni jadi Tergugat di PN Surabaya, Segera Jalani Sidang

Dalam upaya memperkuat ekonomi daerah, PKB mendesak penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan sinergi internal. Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan antar-BUMD diwajibkan menggunakan produk lokal melalui skema e-catalog lokal, sehingga terbentuk satu rantai nilai ekonomi yang kokoh.

Fraksi PKB memberikan tenggat waktu 12 bulan ke depan untuk melihat perubahan signifikan. Jika dalam periode tersebut tidak ada perbaikan kinerja yang nyata dan BUMD masih menjadi "benalu fiskal", PKB tidak akan segan-segan menggunakan hak konstitusionalnya.

"Kami tidak akan pernah bosan mengingatkan. Jika dalam 12 bulan tidak ada perubahan, kami tidak segan menginisiasi penggunaan Hak Interpelasi, Hak Angket, maupun Hak Menyatakan Pendapat demi menyelamatkan keuangan daerah," pungkas Anggota Komisi C ini.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.