Senin, 24 Agu 2026 23:54 WIB

Sidak ke Sekolahan, Cara Wabup Sidoarjo Pastikan Menu MBG Layak dan Aman Dikonsumsi

  • Penulis : Ariyanto
  • | Selasa, 12 Mei 2026 16:52 WIB
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak menu MBG di SDN Pucang I. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak menu MBG di SDN Pucang I. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pucang 1 tetap berjalan aman dan sesuai standar.

Kepastian itu disampaikan usai Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sekolah tersebut, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Pastikan Tepat Sasaran, Penyaluran Dana Petani Gogol di Grabagan Sidoarjo Langsung Door to Door

Sidak dilakukan menyusul munculnya video viral yang menyebut adanya ulat dalam menu MBG di SDN Pucang 1.

Dalam peninjauan itu, Mimik memeriksa langsung makanan yang diterima siswa sekaligus berdialog dengan para murid mengenai kualitas menu yang disajikan.

Hari ini, siswa menerima menu nasi kebuli, lauk daging, sayur, dan pelengkap lainnya. Dari hasil pengecekan di lapangan, program MBG dinilai berjalan lancar dan makanan yang dibagikan layak konsumsi.

“Alhamdulillah hari ini saya sidak di SDN Pucang 1. Menunya lengkap, ada daging dan nasi kebuli. Saya lihat langsung anak-anak banyak yang suka dan menikmati makanannya,” kata Mimik.

Ia menegaskan evaluasi akan terus dilakukan apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan MBG.

Mimik meminta pihak sekolah maupun siswa tidak ragu menyampaikan keluhan secara terbuka agar segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Ringkus Curanmor Warung Soto Sidoarjo asal Bangkalan

“Kalau memang ada menu yang tidak cocok atau ada kendala, silakan disampaikan. Yang penting komunikasinya baik supaya segera ada evaluasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN Pucang 1, Sri Hariyani menjelaskan temuan ulat yang sempat ramai diperbincangkan hanya terjadi pada satu porsi makanan dari total 580 ompreng yang diterima sekolah.

“Memang ada satu ompreng ditemukan ulat sayur, namun kondisinya sudah mati dan bukan belatung seperti yang diberitakan. Setelah itu kami langsung membuat surat pengaduan kepada pihak penyedia MBG agar dilakukan evaluasi,” jelasnya.

Pihak sekolah mengaku langsung melakukan koordinasi dengan penyedia MBG setelah temuan tersebut muncul.

Baca Juga: Perayaan Kemerdekaan di Sidoarjo Diwarnai Aksi Peduli Korban Gempa NTT

Sri Hariyani juga menyayangkan video itu telanjur beredar luas tanpa adanya komunikasi awal dengan sekolah.

Pemkab Sidoarjo memastikan sidak serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk mengawasi kualitas makanan MBG di sekolah-sekolah.

Langkah itu dilakukan agar manfaat program benar-benar dirasakan siswa dan pelaksanaannya tetap sesuai standar gizi serta kebersihan makanan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antara Ijazah Kilat dan Penggunaan APBD: Implikasi Hukum Gelar Akademik Anggota DPRD Bojonegoro

Publik kini menanti hasil verifikasi faktual atas dokumen akademik, status akreditasi historis kampus, serta keabsahan data perizinan di kementerian terkait.

Saat Semangat Bung Karno dan Bung Tomo Menyatu di Final Soekarno Cup 2026

Melalui turnamen Soekarno Cup, sejarah perjuangan bangsa coba dipertemukan dengan mimpi besar anak-anak muda menjadi pesepak bola profesional.

Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

Pelaku diketahui bernama Tomy Adi Wijaya. Ia diamankan ketika tertidur pulas dengan kondisi tak mengenakan pakaian dan celana atau telanjang.

Energi Bersih di Hari Kemerdekaan: Warga Semarang Nikmati Kepraktisan dan Hematnya Jargas PGN

Kepala Kelurahan Miroto, Sigit Riyanto mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong warga. 

Kecelakaan Beruntun di Depan Polres Mojokerto, Satu Pemotor Tewas

Saat ini, kecelakaan tersebut tengah didalami Satlantas Polres Mojokerto untuk mencari penyebabnya.

PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

Langkah ini didasari evaluasi atas penurunan perolehan suara pada Pemilu 2024.