Jadi Rumah Puluhan Satwa Liar, Kebun Raya Mangrove Surabaya Cocok untuk Liburan
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 28 Jun 2026 16:26 WIB
selalu.id - Siapa sangka di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya masih terdapat kawasan yang menjadi rumah bagi puluhan satwa liar.
Mulai dari sekitar 35 jenis burung, beragam kupu-kupu, kucing bakau, hingga kepiting pemanjat pohon hidup di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya. Keberadaan satwa-satwa tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem mangrove di kawasan itu masih terjaga dengan baik.
Baca Juga: Menjembatani Pertumbuhan Industri dan Kelestarian Pesisir
Kepala UPT Kebun Raya Mangrove Surabaya, Dian Prasetyaningtyas, mengatakan KRM Surabaya tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga menjadi habitat alami berbagai jenis flora dan fauna.
"Burung yang tercatat ada kurang lebih 35 jenis, baik yang singgah maupun yang menetap di kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya," ujar Dian, Minggu (28/6/2026).
Tak hanya burung, kawasan ini juga menjadi rumah bagi beragam jenis kupu-kupu. Bahkan, berdasarkan penelitian dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), di kawasan tersebut pernah ditemukan kucing bakau, satwa liar yang kini semakin sulit dijumpai.
Menurut Dian, keberadaan kucing bakau menjadi penanda penting bahwa kualitas ekosistem mangrove di Surabaya masih dalam kondisi baik.
"Tidak banyak tempat yang ditemukan ada kucing bakau. Itu menunjukkan kalau ekosistemnya masih terjaga dengan baik," katanya.
Baca Juga: Wisata Semarang Cocok Dikunjungi Bareng Anak pada Libur Sekolah
Selain itu, Kebun Raya Mangrove juga dihuni kepiting pemanjat pohon atau kepiting bakau yang tidak dapat dikonsumsi karena mengandung zat beracun. Sementara untuk satwa reptil, kawasan Gunung Anyar hanya dihuni biawak, sedangkan buaya pernah dilaporkan muncul di kawasan mangrove Wonorejo.
Di sisi lain, KRM Surabaya juga menyimpan kekayaan vegetasi mangrove. Saat ini terdapat 74 spesies mangrove yang berhasil dikoleksi, atau sekitar 30 persen dari total 245 spesies mangrove yang ada di Indonesia.
Dian menyebut Kebun Raya Mangrove Surabaya menjadi satu-satunya kebun raya bertema mangrove di Indonesia. Berbeda dengan kawasan mangrove lain yang masih berstatus hutan mangrove, kawasan ini telah memiliki fungsi sebagai kebun raya sekaligus pusat konservasi dan penelitian.
"Harapan kami ke depan, seluruh 245 spesies mangrove yang ada di Indonesia dapat dikoleksi di Kebun Raya Mangrove Surabaya sehingga menjadi laboratorium mangrove bertaraf dunia," ujarnya.
Baca Juga: 5 Wisata Semarang Ternyaman dan Murah Cocok untuk Liburan Bareng Anak
Saat ini, UPT Kebun Raya Mangrove mengelola dua kawasan, yakni Gunung Anyar-Medokan Sawah dan Wonorejo dengan total luas sekitar 34 hektare.
Meski ekosistemnya masih terjaga, Dian mengakui kawasan tersebut menghadapi tantangan berupa sampah kiriman dari aliran sungai. Sampah yang tersangkut di akar mangrove berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
"Surabaya berada di wilayah hilir sehingga pasti menerima kiriman sampah dari berbagai daerah. Jika sampah tersangkut di akar mangrove, pertumbuhan mangrove bisa terganggu," pungkasnya.
Editor : Redaksi