Pemkab Sidoarjo Percepat Proyek Flyover Gedangan yang Telan Anggaran Rp400 M
- Penulis : Ariyanto
- | Jumat, 26 Jun 2026 16:21 WIB
selalu.id - Tahapan pembangunan Flyover Gedangan memasuki fase krusial. Setelah dokumen perencanaan disiapkan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai mematangkan desain sekaligus mempercepat proses pembebasan lahan agar proyek penanganan kemacetan itu berjalan sesuai target.
Perkembangan terbaru dipaparkan dalam presentasi desain di Opsroom Pemkab Sidoarjo, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: ASN Tewas Dalam Mobil di Bandara Juanda Itu Diduga Korban Kekerasan
Pada kesempatan tersebut, rancangan jembatan layang ditampilkan melalui gambar teknis dan visualisasi tiga dimensi untuk menyempurnakan sejumlah aspek sebelum masuk tahap pelaksanaan.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan tahapan perencanaan proyek telah berjalan, mulai penyusunan Detail Engineering Design (DED) hingga sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Saat ini, pemerintah daerah memfokuskan penyelesaian pembebasan lahan.
“Perencanaan sudah, DED (detail engineering design) juga sudah. Proses pembebasan lahan yang sedang berjalan. Sosialisasinya juga sudah dilakukan,” katanya.
Pemkab Sidoarjo menargetkan proses appraisal rampung pada Juli 2026. Dengan demikian, pembayaran ganti rugi lahan dapat dilakukan pada Agustus sehingga seluruh lahan yang dibutuhkan diharapkan sudah tersedia sebelum akhir tahun.
Untuk mendukung proyek tersebut, anggaran sebesar Rp200 miliar telah dialokasikan dalam APBD 2026. Nilai itu masih akan ditambah melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) karena kebutuhan total pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar.
“Sekarang sudah ada dana Rp200 miliar di APBD. Sementara yang dibutuhkan sekira Rp400 miliar. Nanti bisa kita tambah lewat PAK (perubahan anggaran keuangan) 2026,” sebut Subandi.
Baca Juga: Ternyata, Ini Alasan PLN Sidoarjo Padamkan Listrik Secara Terjadwal
Di sisi teknis, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo MMahmud menjelaskan masih terdapat sejumlah poin yang harus diselaraskan bersama pihak terkait.
Salah satunya berkaitan dengan keberadaan Stasiun Gedangan yang berada di sisi barat persimpangan sehingga membutuhkan koordinasi lanjutan dengan PT KAI dan BBPJN.
“Itu perlu kita bicarakan lebih lanjut dengan KAI dan BBPJN. Kemudian, kami juga usulkan di bagian bawah Flyover ditambah taman-taman. Supaya terlihat estetik dan hijau,” katanya.
Selain itu, desain jalur putar balik juga diusulkan mengalami pelebaran agar lebih aman dilalui kendaraan berdimensi besar seperti truk dan tronton. Penyesuaian lain menyangkut tinggi konstruksi flyover, mengingat jalur rel di kawasan tersebut direncanakan menjadi jalur ganda pada 2029.
Baca Juga: Dispendikbud Sidoarjo Pastikan Kuota SPMB Aman, Bunda Tak Perlu Khawatir
“Satu lagi, terkait ketinggian flyover. Karena tahun 2029 mendatang jalur kereta yang melintas di perempatan Gedangan itu jadi dobel track, tentu perlu penyesuaian,” jelas Mahmud.
Secara keseluruhan, proyek Flyover Gedangan akan membutuhkan pembebasan 105 bidang lahan. Bentang jembatan direncanakan membentang dari kawasan dekat Bank BCA di sisi utara hingga mendekati pertigaan Puri Surya Jaya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap seluruh tahapan administrasi dan pengadaan lahan dapat diselesaikan tepat waktu agar pembangunan fisik dapat dimulai pada 2027 dan menjadi solusi kemacetan di jalur nasional tersebut.
Editor : Zein Muhammad