Rabu, 30 Sep 2026 08:50 WIB

Bunga Desaku Kembali Bergulir, Gus Fawait Tepis Isu Jember Krisis Anggaran 

Bupati Jember Muhamad Fawait saat menghadiri kegiatan Bunga Desaku di Sukorambi Jember ( Foto:Nurul/ selalu id)
Bupati Jember Muhamad Fawait saat menghadiri kegiatan Bunga Desaku di Sukorambi Jember ( Foto:Nurul/ selalu id)

selalu.id - Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) kembali dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Jember setelah sempat berhenti hampir dua bulan. Kali ini, kegiatan dipusatkan di sejumlah lokasi di Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6/2026), dengan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama siswa di SMPN 1 Sukorambi. Selanjutnya, Bupati bersama jajaran mengunjungi berbagai titik pelayanan dan berdialog dengan masyarakat, mulai dari guru ngaji, anak yatim, tenaga kesehatan di Puskesmas Sukorambi, pelaku UMKM, kader posyandu, pengurus RT/RW, hingga tokoh masyarakat.

Baca Juga: Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Melalui program tersebut, Pemkab Jember kembali memperkenalkan berbagai layanan dan program prioritas agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Di antaranya Beasiswa Cinta Bergema, Program Peta Cinta berupa layanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan, Universal Health Coverage (UHC) untuk pelayanan kesehatan gratis, Melijo Cinta, insentif guru ngaji, serta sejumlah program sosial lainnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan, Bunga Desaku bukan sekadar agenda kunjungan kerja, melainkan sarana bagi pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan warga.

"Program ini menjadi komitmen pemerintah untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat. Selain itu, kami ingin memastikan seluruh warga mengetahui berbagai program yang telah disiapkan. Sebab, program yang baik tidak akan bermanfaat jika masyarakat tidak mengetahui cara mengaksesnya," ujar Gus Fawait.

Baca Juga: Momen Bos BRI Jember Turun Gunung Sapa Nasabah dalam Peringatan HPN 2026

Ia juga meluruskan berbagai spekulasi terkait vakumnya Program Bunga Desaku selama hampir dua bulan terakhir. Menurutnya, penghentian sementara tersebut bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan karena faktor cuaca yang dinilai berisiko terhadap keselamatan peserta.

"Kemarin memang musim hujan. Bahkan pernah saat kegiatan berlangsung tenda roboh karena cuaca. Karena itu kami memilih menunggu kondisi lebih baik agar kegiatan berjalan maksimal dan masyarakat merasa nyaman," jelasnya.

Baca Juga: Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Gus Fawait turut menepis isu yang menyebut kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Jember sedang tidak baik. Ia menegaskan, berbagai program pembangunan tetap berjalan karena didukung kemampuan anggaran daerah serta bantuan dari Pemerintah Pusat.

"Jangan berpikir Jember kekurangan uang. Jember memiliki anggaran yang cukup, bahkan kami juga mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat untuk menjalankan berbagai program pembangunan," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.

Jatanras Polda Jatim Gulung Komplotan Curanmor Lintas Kota, Ini Tampang Pelakunya

Saat ini, polisi terus melakukan pendalaman lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau selalu waspada dengan segala bentuk modus kejahatan.