Bunga Desaku Kembali Bergulir, Gus Fawait Tepis Isu Jember Krisis Anggaran
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Minggu, 28 Jun 2026 17:49 WIB
selalu.id - Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) kembali dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Jember setelah sempat berhenti hampir dua bulan. Kali ini, kegiatan dipusatkan di sejumlah lokasi di Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6/2026), dengan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama siswa di SMPN 1 Sukorambi. Selanjutnya, Bupati bersama jajaran mengunjungi berbagai titik pelayanan dan berdialog dengan masyarakat, mulai dari guru ngaji, anak yatim, tenaga kesehatan di Puskesmas Sukorambi, pelaku UMKM, kader posyandu, pengurus RT/RW, hingga tokoh masyarakat.
Baca Juga: ProGIB Geruduk DPRD Jember: Dukung Program MBG, Minta Koruptor Ditindak Tegas
Melalui program tersebut, Pemkab Jember kembali memperkenalkan berbagai layanan dan program prioritas agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Di antaranya Beasiswa Cinta Bergema, Program Peta Cinta berupa layanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan, Universal Health Coverage (UHC) untuk pelayanan kesehatan gratis, Melijo Cinta, insentif guru ngaji, serta sejumlah program sosial lainnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan, Bunga Desaku bukan sekadar agenda kunjungan kerja, melainkan sarana bagi pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan warga.
"Program ini menjadi komitmen pemerintah untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat. Selain itu, kami ingin memastikan seluruh warga mengetahui berbagai program yang telah disiapkan. Sebab, program yang baik tidak akan bermanfaat jika masyarakat tidak mengetahui cara mengaksesnya," ujar Gus Fawait.
Baca Juga: Agak Lain, Ribuan Warga Jember Turun ke Jalan Dukung Program MBG
Ia juga meluruskan berbagai spekulasi terkait vakumnya Program Bunga Desaku selama hampir dua bulan terakhir. Menurutnya, penghentian sementara tersebut bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan karena faktor cuaca yang dinilai berisiko terhadap keselamatan peserta.
"Kemarin memang musim hujan. Bahkan pernah saat kegiatan berlangsung tenda roboh karena cuaca. Karena itu kami memilih menunggu kondisi lebih baik agar kegiatan berjalan maksimal dan masyarakat merasa nyaman," jelasnya.
Baca Juga: Lewat Pro Gus'e Update, Bupati Fawait Beber Rp312 Miliar Dukungan Pertanian untuk Jember
Gus Fawait turut menepis isu yang menyebut kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Jember sedang tidak baik. Ia menegaskan, berbagai program pembangunan tetap berjalan karena didukung kemampuan anggaran daerah serta bantuan dari Pemerintah Pusat.
"Jangan berpikir Jember kekurangan uang. Jember memiliki anggaran yang cukup, bahkan kami juga mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat untuk menjalankan berbagai program pembangunan," pungkasnya.
Editor : Redaksi