Minggu, 21 Jun 2026 01:00 WIB

DPRD Dorong Pasar Tradisional di Surabaya Jadi Wisata Kuliner hingga Pusat Oleh-oleh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Mei 2026 18:00 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Foto: Ade/selalu.id).
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Program revitalisasi pasar tradisional di Surabaya didorong tidak berhenti pada perbaikan bangunan semata.

DPRD Kota Surabaya meminta pasar-pasar yang direvitalisasi diarahkan menjadi pasar tematik agar mampu tumbuh sebagai destinasi wisata baru, sekaligus pusat ekonomi rakyat.

Baca Juga: Sensus Ekonomi jadi Penentu Program UMKM Surabaya

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni menilai Surabaya memiliki potensi besar mengembangkan pasar berbasis tema seperti pusat kuliner, oleh-oleh khas daerah, hingga sentra produk unggulan lokal.

Menurutnya, konsep tersebut dapat menghidupkan kembali pasar tradisional yang mulai kehilangan daya tarik.

“Surabaya ini kota besar dan kota transit. Harusnya bisa punya pasar tematik yang kuat identitasnya. Tinggal bagaimana pengelolaannya diarahkan sesuai potensi lokal,” jelas Fathoni kepada selalu.id, Senin (4/5/2026).

Ia mencontohkan Pasar Tunjungan sebagai lokasi strategis yang berpeluang besar dikembangkan menjadi pusat oleh-oleh khas Surabaya.

Letaknya yang berada di kawasan Jalan Tunjungan atau tengah kota, dinilai sudah memiliki magnet wisata tersendiri dan ramai dikunjungi wisatawan maupun anak muda.

“Pasar Tunjungan itu strategis. Tinggal nebeng popularitas Jalan Tunjungan. Kalau dijadikan pusat oleh-oleh khas Surabaya, UMKM bisa hidup dan wisatawan punya tujuan jelas,” katanya.

Baca Juga: Konflik Lahan Gereja Bethany Surabaya Kini Mulai Temui Solusi, Pemkot Jamin Begini

Fathoni menyatakan revitalisasi tanpa konsep yang jelas berisiko membuat pasar sepi pengunjung.

Karena itu, setelah pembangunan fisik selesai, pengelola pasar diminta menyiapkan strategi promosi, pengisian tenant, serta pengelolaan berkelanjutan.

“Jangan sampai sudah dibangun tapi tidak hidup. Kuncinya di konsep dan pengelolaan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Fathoni juga mendorong PD Pasar Surya menggandeng pelaku usaha, konten kreator, hingga biro perjalanan wisata untuk mendatangkan pengunjung secara konsisten.

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Bawa Tuntutan Mahasiswa ke Pusat

Ia menilai Surabaya memiliki peluang besar dari wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk penumpang kapal pesiar yang datang ke kota ini.

Selain itu, pedagang juga diminta beradaptasi dengan perkembangan zaman, mulai dari peningkatan tampilan produk, kemasan, hingga pemasaran digital.

Legislator Fraksi Golkar ini menambahkan, pengelolaan stan harus lebih dinamis agar tidak ada kios mangkrak yang justru menghambat perputaran ekonomi.

“Kalau satu tahun tidak aktif, harus dievaluasi. Jangan sampai stan disewa puluhan tahun tapi tidak dimanfaatkan,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

Kebijakan ini membuat para pedagang dapat berjualan dengan lebih leluasa di tengah ramainya pengunjung.

Pria Asal Kenjeran Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kalimas Surabaya

Korban akhirnya ditemukan di dasar sungai. Posisinya sekitar dua meter dari titik terakhir terlihat sebelum tenggelam.

Nama Politisi PDI Perjuangan Terseret Pusaran Korupsi BSPS Sumenep

Risky sebagai Koordinator Kabupaten Program BSPS 2024 mengatakan bahwa diperintahkan menyerahkan uang kompensasi kepada anggota dewan terebut.

Hakim Vonis Ringan Eks Manajer Akuntasi PT Dejavu Multi Kreasi dalam Kasus Penggelapan

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai terdapat sejumlah hal yang meringankan terdakwa sehingga layak memperoleh hukuman lebih ringan.

Ali Mufthi Ajak Santri Teladani Perjuangan KH Sholeh Nahrawi Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Sebagai bagian dari keluarga besar santri, Ali Mufti mengaku bangga melihat Kabupaten Probolinggo dipimpin oleh seorang kiai.

Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Terdakwa: Ada Dana Rp3 Miliar ke Tenaga Ahli Anggota DPR RI

terungkap adanya aliran dana kompensasi senilai Rp3 miliar kepada Ari Hersofiawanudin alias Bilowo yang disebut sebagai tenaga ahli anggota Komisi V DPR RI.