Minggu, 18 Okt 2026 17:24 WIB

DPRD Dorong Pasar Tradisional di Surabaya Jadi Wisata Kuliner hingga Pusat Oleh-oleh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Mei 2026 18:00 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Foto: Ade/selalu.id).
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Program revitalisasi pasar tradisional di Surabaya didorong tidak berhenti pada perbaikan bangunan semata.

DPRD Kota Surabaya meminta pasar-pasar yang direvitalisasi diarahkan menjadi pasar tematik agar mampu tumbuh sebagai destinasi wisata baru, sekaligus pusat ekonomi rakyat.

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni menilai Surabaya memiliki potensi besar mengembangkan pasar berbasis tema seperti pusat kuliner, oleh-oleh khas daerah, hingga sentra produk unggulan lokal.

Menurutnya, konsep tersebut dapat menghidupkan kembali pasar tradisional yang mulai kehilangan daya tarik.

“Surabaya ini kota besar dan kota transit. Harusnya bisa punya pasar tematik yang kuat identitasnya. Tinggal bagaimana pengelolaannya diarahkan sesuai potensi lokal,” jelas Fathoni kepada selalu.id, Senin (4/5/2026).

Ia mencontohkan Pasar Tunjungan sebagai lokasi strategis yang berpeluang besar dikembangkan menjadi pusat oleh-oleh khas Surabaya.

Letaknya yang berada di kawasan Jalan Tunjungan atau tengah kota, dinilai sudah memiliki magnet wisata tersendiri dan ramai dikunjungi wisatawan maupun anak muda.

“Pasar Tunjungan itu strategis. Tinggal nebeng popularitas Jalan Tunjungan. Kalau dijadikan pusat oleh-oleh khas Surabaya, UMKM bisa hidup dan wisatawan punya tujuan jelas,” katanya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Drainase Tunjungan Tersumbat Lemak dan Minta Pembuang Ditindak Tegas

Fathoni menyatakan revitalisasi tanpa konsep yang jelas berisiko membuat pasar sepi pengunjung.

Karena itu, setelah pembangunan fisik selesai, pengelola pasar diminta menyiapkan strategi promosi, pengisian tenant, serta pengelolaan berkelanjutan.

“Jangan sampai sudah dibangun tapi tidak hidup. Kuncinya di konsep dan pengelolaan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Fathoni juga mendorong PD Pasar Surya menggandeng pelaku usaha, konten kreator, hingga biro perjalanan wisata untuk mendatangkan pengunjung secara konsisten.

Baca Juga: Aturan SHS Bikin Ribet, Karang Taruna Surabaya Keluhkan Pengajuan Dana Gen Z Rp5 Juta

Ia menilai Surabaya memiliki peluang besar dari wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk penumpang kapal pesiar yang datang ke kota ini.

Selain itu, pedagang juga diminta beradaptasi dengan perkembangan zaman, mulai dari peningkatan tampilan produk, kemasan, hingga pemasaran digital.

Legislator Fraksi Golkar ini menambahkan, pengelolaan stan harus lebih dinamis agar tidak ada kios mangkrak yang justru menghambat perputaran ekonomi.

“Kalau satu tahun tidak aktif, harus dievaluasi. Jangan sampai stan disewa puluhan tahun tapi tidak dimanfaatkan,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC