Minggu, 01 Nov 2026 11:12 WIB

Pemkot Surabaya Bikin Aturan Baru soal Anak Tidak Boleh Main HP, Begini Skemanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Apr 2026 13:59 WIB
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggenjot implementasi Gerakan Surabaya Tanpa Gawai pada pukul 18.00–20.00 WIB.

Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 400.2.4/7809/436.7.8/2026.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Meski diarahkan untuk mengurangi penggunaan perangkat digital dan mendorong interaksi keluarga, pelaksanaannya dinilai sangat bergantung pada kedisiplinan di tingkat rumah tangga.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani, menyebut keberhasilan program ini bertumpu pada peran orang tua dalam mengatur penggunaan gawai anak.

“Ini bukan hanya soal membatasi penggunaan gawai, tetapi bagaimana kita mengembalikan ruang komunikasi di dalam keluarga,” jelas Rini, Senin (20/4/2026).

Dalam kebijakan tersebut, pukul 18.00–20.00 WIB ditetapkan sebagai waktu tanpa perangkat digital.

Seluruh anggota keluarga didorong menghentikan aktivitas berbasis gawai dan beralih pada interaksi langsung.

Gerakan ini juga dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas), yang menekankan perlindungan anak di ruang digital.

Namun, implementasinya tidak disertai mekanisme pengawasan yang jelas di lapangan.

Pengendalian penggunaan gawai sepenuhnya diserahkan kepada keluarga, terutama orang tua.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Rini mengakui, kebijakan ini menyasar anak usia dini hingga remaja awal, di mana kontrol masih berada di tangan orang tua.

Ia mendorong adanya aturan yang konsisten di rumah, termasuk penerapan sistem penghargaan dan konsekuensi.

“Pada usia di bawah 13 tahun, kontrol orang tua masih kuat. Tapi ketika masuk remaja, tantangannya jauh lebih kompleks,” ungkap Rini.

Ia juga menekankan pentingnya keteladanan. Pembatasan gawai tidak akan efektif jika orang tua tidak menerapkan hal yang sama.

“Kalau anak diminta berhenti, orang tua juga harus melakukan hal yang sama. Tanpa itu, aturan akan sulit dijalankan,” tambahnya.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Di sisi lain, keterbatasan waktu orang tua, terutama yang bekerja, menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan kebijakan ini secara konsisten.

Pemkot Surabaya menilai, jika diterapkan secara disiplin, kebiasaan tanpa gawai dapat mengurangi dampak negatif penggunaan perangkat digital pada anak.

Namun, tanpa pengawasan terstruktur dan indikator capaian yang jelas, efektivitas gerakan ini masih bergantung pada kesadaran masing-masing keluarga.

“Mungkin di awal terasa sulit, tapi jika konsisten, ini akan menjadi kebiasaan,” pungkas Rini.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal