Jumat, 18 Sep 2026 05:54 WIB

Ternyata Begini Cara Pria Jadi-jadian saat Tipu Hingga Nikahi Wanita di Malang

Intan Anggraeni saat melapor ke Polresta Malang Kota. (Dok. Istimewa).
Intan Anggraeni saat melapor ke Polresta Malang Kota. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Intan Anggraeni, wanita asal Malang yang dinikahi oleh pria jadi-jadian, yang mengaku bernama Rey, mencurigai ada kejahatan lain selain pemalsuan dokumen yang telah dilaporkan ke Polresta Malang Kota.

Eko NS, perwakilan sekaligus pendamping korban mengatakan bahwa laporan yang dilayangkan terkait dugaan pemalsuan dokumen.

Baca Juga: Polisi Pasuruan Antisipasi Karhutla Meluas di Bukit Keciri Perbatasan Malang

“Untuk saat ini kita melaporkan salah satunya pemalsuan dokumen. Dokumen ini digunakan untuk menikahi Saudari Intan,” katanya kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Eko mencurigai adanya indikasi kejahatan lain selain pemalsuan dokumen. Katanya, sebelum perkawinan siri pada 3 April 2026 lalu, Rey pernah mendesak Intan untuk membuat paspor dengan alasan akan diajak berobat ke luar negeri.

“Kita juga khawatir ada indikasi lain. Karena sebelum pernikahan, korban sempat diminta membuat paspor untuk diajak ke Kamboja, katanya untuk berobat. Ini yang membuat kita curiga, apalagi sekarang marak kasus-kasus seperti itu (penganiayaan),” jelas Eko.

Sementara Intan menceritakan, awalnya mengenal Rey pada awal Februari 2026 di sebuah Kafe di Kota Batu. Sejak awal Rey sudah memberikan kesan bahwa dirinya adalah laki-laki tulen.

“Kenalnya awal Februari, terus mulai pacaran tanggal 14 Februari. Dia ngaku cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli,” ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pembakar dan Perusak Mobil Patroli dalam Bentrokan di Pasuruan

Kesan sebagai laki-laki gagah juga tersirat dari cara bicara hingga penampilan. Wanita berusia 28 tahun ini pun tidak menaruh curiga sama sekali dengan Rey, hingga akhirnya ia mau dinikahi secara siri meskipun baru kenal dua bulan.

Penyamaran Rey sebagai laki-laki baru terungkap saat malam pertama. Ia menggunakan alat kelamin palsu. Menyadari “suaminya” ternyata perempuan, Intan seketika syok.

“Setelah saya tahu dia ternyata wanita, saya langsung menangis dan lapor ke orang tua,” kata Intan.

Sebenarnya kejanggalan sudah terasa sejak proses nikah siri. Tidak ada satu pun keluarga Rey yang hadir. Saat itu ia berkilah, sanak saudaranya meninggal.

Baca Juga: Bentrok Oknum Suporter dengan Warga di Pasuruan, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Dibakar

“Tapi setelah kita cek tidak ada yang meninggal sama sekali,” jelas Intan.

Kasus ini telah ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Malang Kota.

“Benar laporan sudah kami terima. Saat ini kasusnya sedang kita dalami lebih lanjut,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Penyelenggaraan SRC merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya bersama KONI untuk memastikan atlet tetap memiliki ruang bertanding dan kembangkan prestasi.

Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Dinkopumdag Surabaya meminta masyarakat atau pihak yang dirugikan segera melapor jika memiliki bukti transaksi jual beli maupun sewa-menyewa lapak.

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.