Selasa, 21 Jul 2026 07:46 WIB

Ternyata Begini Cara Pria Jadi-jadian saat Tipu Hingga Nikahi Wanita di Malang

Intan Anggraeni saat melapor ke Polresta Malang Kota. (Dok. Istimewa).
Intan Anggraeni saat melapor ke Polresta Malang Kota. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Intan Anggraeni, wanita asal Malang yang dinikahi oleh pria jadi-jadian, yang mengaku bernama Rey, mencurigai ada kejahatan lain selain pemalsuan dokumen yang telah dilaporkan ke Polresta Malang Kota.

Eko NS, perwakilan sekaligus pendamping korban mengatakan bahwa laporan yang dilayangkan terkait dugaan pemalsuan dokumen.

Baca Juga: Maling Motor yang Resahkan Warga Ngajum Malang Itu Telah Ditangkap, Ternyata Masih Remaja

“Untuk saat ini kita melaporkan salah satunya pemalsuan dokumen. Dokumen ini digunakan untuk menikahi Saudari Intan,” katanya kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Eko mencurigai adanya indikasi kejahatan lain selain pemalsuan dokumen. Katanya, sebelum perkawinan siri pada 3 April 2026 lalu, Rey pernah mendesak Intan untuk membuat paspor dengan alasan akan diajak berobat ke luar negeri.

“Kita juga khawatir ada indikasi lain. Karena sebelum pernikahan, korban sempat diminta membuat paspor untuk diajak ke Kamboja, katanya untuk berobat. Ini yang membuat kita curiga, apalagi sekarang marak kasus-kasus seperti itu (penganiayaan),” jelas Eko.

Sementara Intan menceritakan, awalnya mengenal Rey pada awal Februari 2026 di sebuah Kafe di Kota Batu. Sejak awal Rey sudah memberikan kesan bahwa dirinya adalah laki-laki tulen.

“Kenalnya awal Februari, terus mulai pacaran tanggal 14 Februari. Dia ngaku cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli,” ungkapnya.

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Bekuk 2 Bandit Curanmor Kejam yang Beraksi di Pasuruan dan Malang

Kesan sebagai laki-laki gagah juga tersirat dari cara bicara hingga penampilan. Wanita berusia 28 tahun ini pun tidak menaruh curiga sama sekali dengan Rey, hingga akhirnya ia mau dinikahi secara siri meskipun baru kenal dua bulan.

Penyamaran Rey sebagai laki-laki baru terungkap saat malam pertama. Ia menggunakan alat kelamin palsu. Menyadari “suaminya” ternyata perempuan, Intan seketika syok.

“Setelah saya tahu dia ternyata wanita, saya langsung menangis dan lapor ke orang tua,” kata Intan.

Sebenarnya kejanggalan sudah terasa sejak proses nikah siri. Tidak ada satu pun keluarga Rey yang hadir. Saat itu ia berkilah, sanak saudaranya meninggal.

Baca Juga: Wisata Batu Malang yang Bikin Kangen, Segera ajak Ayangmu Besti

“Tapi setelah kita cek tidak ada yang meninggal sama sekali,” jelas Intan.

Kasus ini telah ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Malang Kota.

“Benar laporan sudah kami terima. Saat ini kasusnya sedang kita dalami lebih lanjut,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.