Selasa, 21 Jul 2026 07:46 WIB

Cerita Pilu dari Malang: Suamiku Ternyata Perempuan!

Intan Anggraeni didampingi Eko, saat melapor ke Polresta Malang Kota. (Dok. Istimewa).
Intan Anggraeni didampingi Eko, saat melapor ke Polresta Malang Kota. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kisah pilu dialami oleh Intan Anggraeni, wanita 28 tahun asal Malang. Pernikahannya yang baru seumur jagung harus kandas.

Usut punya usut, ternyata Rey, suaminya, adalah seorang perempuan. Alamak!

Baca Juga: Maling Motor yang Resahkan Warga Ngajum Malang Itu Telah Ditangkap, Ternyata Masih Remaja

Perkenalan Intan dan Rey bermula dari sebuah kafe di Kota Malang pada bulan Februari 2026. Tepat di hari valentine, 14 Februari, keduanya menjalin kasih dengan status berpacaran.

Secara fisik dan bahasa tubuhnya, tidak ada yang mencurigakan dari status Rey sebagai lelaki.

Kepada Intan, lelaki jadi-jadian itu mengaku bekerja sebagai konsultan.

“Ngakunya tinggal di Jakarta sebagai konsultan. Ternyata tinggal di Batu,” ungkap Intan kepada selalu.id, Rabu (8/4/2026).

Janji-janji manis diucapkan Rey yang ‘kebelet’ untuk menikahi Intan. Mulai dari membelikan rumah hingga mobil sport mewah.

“Saya disuruh buat paspor. Katanya mau diajak ke luar negeri, terus mau dibelikan rumah dan mobil lamborgini,” tambah Intan.

Rey kemudian menikahi Intan secara siri pada 3 April 2026.

Gelagat tidak baik Rey mulai tampak sejak saat itu, karena tidak ada satupun keluarganya yang hadir. Alasannya, ada kerabatnya yang meninggal.

Perwakilan keluarga sekaligus pendamping korban, Eko NS, mengatakan bahwa fakta mengejutkan terungkap saat malam pertama.

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Bekuk 2 Bandit Curanmor Kejam yang Beraksi di Pasuruan dan Malang

Korban mendapati bahwa sosok yang dinikahinya bukanlah laki-laki, melainkan perempuan yang menyamar

“Dia pakai alat, seperti alat kelamin buatan (saat malam pertama). Di situ terungkap langsung,” ungkap Eko.

Alih alih mengaku, Rey malah mengancam Intan. Ia bahkan menyuruh orang untuk menculik Intan.

“Dia bilang kalau saya lapor ke Polres, dia juga akan laporkan saya. Semalam itu sempat nyuruh orang buat bawa saya” beber Intan.

Ancaman tersebut semakin menguatkan Intan untuk melapor kepada keluarganya. Keluarganya kemudian langsung bertindak tegas dengan mengusirnya dari rumah.

Baca Juga: Wisata Batu Malang yang Bikin Kangen, Segera ajak Ayangmu Besti

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini, termasuk mendalami kemungkinan adanya modus kejahatan lain di balik peristiwa tersebut.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo membenarkan adanya laporan tersebut.

Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus yang telah dilaporkan.

“Benar, laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kita dalami lebih lanjut,” jelasnya kepada wartawan.

 

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.