Senin, 07 Sep 2026 07:50 WIB

Anggota DPR RI Puti Guntur Bantu Alat Produksi di Kampung Tempe Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 11 Mar 2022 23:04 WIB
Anggota DPR RI, Puti Guntur Soekarno
Anggota DPR RI, Puti Guntur Soekarno

selalu.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (R) memberi bantuan alat produksi tempe di Surabaya. Bantuan tersebut berupa 15 tungku, 5 alat pemecah kedelai, Jumat (11/3/2022).

Anggota DPR RI, Puti Guntur Soekarno, mengatakan bahwa pada saat reses ini, dirinya datang langsung ke Kampung Tempe tersebut untuk memberikan bantuan alat kepada perajin tempe sebagai tindaklanjut dari kunjungan Ketua DPR RI, Puan Maharani sebelumnya yang datang ke Surabaya 1 maret 2022 lalu.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Alhamdulillah saya didampingi Pak Wali Kota bisa hadir di sini untuk memberikan bantuan. Ini ada 15 tungku dan alat pemecah kacang serta beras. Tentunya mereka sangat membutuhkan ini untuk bisa meningkatkan hasil produksi tempenya," kata Puti.

Puti berharap, tempe warga kampung Sukomanunggal tidak hanya dijual di pasar tradisional. Akan tetapi bisa masuk ke toko ritel seperti supermarket-supermarket di Surabaya, sehingga Surabaya ini punya ikon penghasil tempe.

"Nah, ketika warga Surabaya dan luar Surabaya mau mencari tempe, ya produksi tempe terbaik di Kampung Tempe Sukomanunggal ini," ujarnya.

Tak hanya itu, Puti juga berharap para perajin tempe ini terus berinovasi dalam memproduksi tempenya. Bahkan, ia berharap nanti ke depannya mereka berinovasi membuat jenis makanan baru yang berasal dari produksi tempe itu sendiri.

"Jadi, tidak hanya memproduksi jenis tempe yang tradisional saja, harus terus berinovasi," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya kedepannya adalah terus memberikan pendampingan dan memastikan pemasaran tempe mereka itu.

"Jadi, pemerintah itu tidak boleh hanya melatih dan memberikan bantuan alat saja, tapi tidak memikirkan pemasarannya,"jelasnya.

"Maka tugas saya hari ini adalah bagaimana memasarkan produk mereka, sehingga ini bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Surabaya," imbuhnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa tugas pemerintah adalah menjadi fasilitatornya. Menurutnya saat ini tidak boleh hanya mengandalkan kerja di tempat A dan daftar di tempat B.

Baca Juga: Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

"Tapi pemkot ke depannya akan terus mendorong warga untuk menjadi entrepreneur yang bisa bergerak dan bekerja menajdi pahlawan ekonomi, sehingga bisa menarik tenaga kerja dari usahanya itu,"ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, maka tugas Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya kedepannya apabila ada toko modern atau toko-toko lainnya menjual dan membutuhkan tempe, Dinkopdag memastikan bahwa tempe yang dibutuhkan itu harus berasal dan mengambil dari Kampung Tempe ini.

Jika ada pesanan tempe dengan jumlah besar, lanjut Eri, Pemkot Surabaya juga akan membentuk kampung-kampung tempe lainnya di Surabaya.

"Saya ingin menghidupkan itu dan memastikan ekonomi kerakyatan itu berjalan di Surabaya. Bahkan, saya sudah mencanangkan Maret bulan Padat Karya untuk merealisasikan itu," tegasnya.

Selain itu, produksi tempe dari Kampung Tempe Sukomanunggal itu akan dimasukkan ke dalam aplikasi e-Peken yang transaksinya sudah tembus Rp 5 miliar dalam sebulan.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Bahkan, ia masih menargetkan traksaksi di e-Peken itu bisa tembus Rp 10-17 miliar ke depannya.

Eri juga memastikan bahwa berbagai program yang telah dilakukannya itu sudah diatur dan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri bahwa belanja APBD sebesar 40 persen harus digunakan untuk UMKM.

"Jadi, selama ini yang kita lakukan sudah ditunjang dan sudah sesuai dengan aturan, sehingga saya harus memastikan bahwa ekonomi kerakyatan harus berjalan di Kota Surabaya ini," katanya.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya akan selalu fokus membantu UMKM di Kota Surabaya. Bahkan, apabila ada kelangkaan, baik tempe maupun minyak goreng dan barang lainnya, pemkot akan langsung turun memberikan intervensi.

"Pemerintah fardu ain memberikan intervensi dan subsidi dengan menggunakan APBD-nya. Itulah tugas pemerintah, hadir di tengah-tengah rakyatnya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.