Kamis, 04 Jun 2026 17:10 WIB

Anggota DPR RI Puti Guntur Bantu Alat Produksi di Kampung Tempe Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 11 Mar 2022 23:04 WIB
Anggota DPR RI, Puti Guntur Soekarno
Anggota DPR RI, Puti Guntur Soekarno

selalu.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (R) memberi bantuan alat produksi tempe di Surabaya. Bantuan tersebut berupa 15 tungku, 5 alat pemecah kedelai, Jumat (11/3/2022).

Anggota DPR RI, Puti Guntur Soekarno, mengatakan bahwa pada saat reses ini, dirinya datang langsung ke Kampung Tempe tersebut untuk memberikan bantuan alat kepada perajin tempe sebagai tindaklanjut dari kunjungan Ketua DPR RI, Puan Maharani sebelumnya yang datang ke Surabaya 1 maret 2022 lalu.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Alhamdulillah saya didampingi Pak Wali Kota bisa hadir di sini untuk memberikan bantuan. Ini ada 15 tungku dan alat pemecah kacang serta beras. Tentunya mereka sangat membutuhkan ini untuk bisa meningkatkan hasil produksi tempenya," kata Puti.

Puti berharap, tempe warga kampung Sukomanunggal tidak hanya dijual di pasar tradisional. Akan tetapi bisa masuk ke toko ritel seperti supermarket-supermarket di Surabaya, sehingga Surabaya ini punya ikon penghasil tempe.

"Nah, ketika warga Surabaya dan luar Surabaya mau mencari tempe, ya produksi tempe terbaik di Kampung Tempe Sukomanunggal ini," ujarnya.

Tak hanya itu, Puti juga berharap para perajin tempe ini terus berinovasi dalam memproduksi tempenya. Bahkan, ia berharap nanti ke depannya mereka berinovasi membuat jenis makanan baru yang berasal dari produksi tempe itu sendiri.

"Jadi, tidak hanya memproduksi jenis tempe yang tradisional saja, harus terus berinovasi," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya kedepannya adalah terus memberikan pendampingan dan memastikan pemasaran tempe mereka itu.

"Jadi, pemerintah itu tidak boleh hanya melatih dan memberikan bantuan alat saja, tapi tidak memikirkan pemasarannya,"jelasnya.

"Maka tugas saya hari ini adalah bagaimana memasarkan produk mereka, sehingga ini bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Surabaya," imbuhnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa tugas pemerintah adalah menjadi fasilitatornya. Menurutnya saat ini tidak boleh hanya mengandalkan kerja di tempat A dan daftar di tempat B.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Tapi pemkot ke depannya akan terus mendorong warga untuk menjadi entrepreneur yang bisa bergerak dan bekerja menajdi pahlawan ekonomi, sehingga bisa menarik tenaga kerja dari usahanya itu,"ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, maka tugas Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya kedepannya apabila ada toko modern atau toko-toko lainnya menjual dan membutuhkan tempe, Dinkopdag memastikan bahwa tempe yang dibutuhkan itu harus berasal dan mengambil dari Kampung Tempe ini.

Jika ada pesanan tempe dengan jumlah besar, lanjut Eri, Pemkot Surabaya juga akan membentuk kampung-kampung tempe lainnya di Surabaya.

"Saya ingin menghidupkan itu dan memastikan ekonomi kerakyatan itu berjalan di Surabaya. Bahkan, saya sudah mencanangkan Maret bulan Padat Karya untuk merealisasikan itu," tegasnya.

Selain itu, produksi tempe dari Kampung Tempe Sukomanunggal itu akan dimasukkan ke dalam aplikasi e-Peken yang transaksinya sudah tembus Rp 5 miliar dalam sebulan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Bahkan, ia masih menargetkan traksaksi di e-Peken itu bisa tembus Rp 10-17 miliar ke depannya.

Eri juga memastikan bahwa berbagai program yang telah dilakukannya itu sudah diatur dan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri bahwa belanja APBD sebesar 40 persen harus digunakan untuk UMKM.

"Jadi, selama ini yang kita lakukan sudah ditunjang dan sudah sesuai dengan aturan, sehingga saya harus memastikan bahwa ekonomi kerakyatan harus berjalan di Kota Surabaya ini," katanya.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya akan selalu fokus membantu UMKM di Kota Surabaya. Bahkan, apabila ada kelangkaan, baik tempe maupun minyak goreng dan barang lainnya, pemkot akan langsung turun memberikan intervensi.

"Pemerintah fardu ain memberikan intervensi dan subsidi dengan menggunakan APBD-nya. Itulah tugas pemerintah, hadir di tengah-tengah rakyatnya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.