Jumat, 05 Jun 2026 00:10 WIB

Tantangan di Balik Penerapan Voucher Parkir Surabaya, Akankah Efektif?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Apr 2026 19:02 WIB
Voucher Parkir di Surabaya. (Dok. Dishub Surabaya).
Voucher Parkir di Surabaya. (Dok. Dishub Surabaya).

selalu.id - Program voucher parkir yang segera diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat apresiasi dari DPRD.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Bagas Iman Waluyo menilai kebijakan ini berpotensi menekan praktik pungutan liar (pungli) sekaligus menata parkir tepi jalan umum (TJU) agar lebih rapi.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Menurut Bagas, penerapan voucher parkir menjadi langkah positif dalam mendorong transparansi sistem retribusi, terutama di titik-titik parkir jalan protokol, kawasan wisata, hingga pusat keramaian di Kota Surabaya.

“Dengan adanya voucher ini, harapannya bisa menekan pungli dan kebocoran pendapatan. Selain itu, penataan parkir di tepi jalan juga bisa lebih tertib,” jelasnya, Rabu (1/4/2026).

Bagas mengatakan, selama ini berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk kolaborasi dengan aparat penegak hukum (APH) melalui penindakan tipiring terhadap pelanggaran parkir.

Hasilnya, kondisi di lapangan dinilai lebih kondusif dibandingkan sebelumnya yang kerap diwarnai protes.

Meski demikian, Bagas menegaskan efektivitas voucher parkir belum bisa langsung diukur dalam waktu dekat.

Politisi Gerindra ini menyebut perlu waktu setidaknya satu hingga dua bulan untuk melihat dampaknya, baik terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun penurunan kebocoran retribusi.

“Ini program baru, jadi belum ada tolok ukur pasti. Tapi dalam satu bulan ke depan sudah bisa mulai terlihat hasilnya,” bebernya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Bagas membandingkan sistem voucher parkir dengan skema serupa di sektor BUMN, seperti penggunaan voucher bahan bakar di SPBU milik Pertamina.

Menurutnya, sistem non-tunai seperti ini dapat meminimalisir transaksi langsung yang rawan penyimpangan.

Bagas berharap kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sisi pendapatan daerah, tetapi juga mendukung wajah kota yang lebih tertata dan ramah bagi wisatawan.

“Targetnya, kawasan jalan protokol, wisata, dan pusat kota bisa lebih rapi dan nyaman. Wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, bisa menikmati Surabaya dengan lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Bagas bahkan menyebut program ini berpotensi menjadi percontohan nasional jika berhasil diterapkan secara optimal.

Pasalnya, skema voucher parkir untuk tepi jalan umum dinilai masih tergolong baru di Indonesia.

Di sisi lain, ia mengapresiasi peran aparat kepolisian dalam menjaga kondusivitas kota, termasuk penertiban jukir liar yang terus dilakukan secara rutin.

“Sinergi dengan kepolisian penting. Penindakan terhadap pelanggaran parkir harus terus berjalan agar program ini efektif,” pungkas Bagas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.