Kamis, 04 Jun 2026 22:22 WIB

Kemen PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat hingga Jalan Baru, Akankah Merata?

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau sekolah rakyat. (Dok. Instagram @fraksipartaigerindra).
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau sekolah rakyat. (Dok. Instagram @fraksipartaigerindra).

selalu.id - Program percepatan pembangunan terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pembangunan itu seperti jalan baru hingga sekolah rakyat.

Program ini merupakan Instruksi Presiden (Inpres) 2025. 

Baca Juga: Prabowo Beli Dua Sapi Simental untuk Kurban di Mojokerto, Bobotnya 1 Ton Lebih

Dalam Inpres itu, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan, pendidikan, dan konektivitas nasional dapat diselesaikan pada 2026.

Pembangunan itu meliputi percepatan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah keagamaan, pembangunan Sekolah Rakyat (SR), peningkatan Infrastruktur Jalan Daerah, hingga pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN). 

Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat.

Inpres pertama yakni Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, Serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan, di mana Presiden menargetkan pembangunan ini mencapai 500.000 hektare (ha) pada 2026.

"Target penanganan Inpres Irigasi (Inpres Nomor 2 Tahun 2025) mencapai 500.000 ha di 2026," kata Kementerian PU dalam Instagram resminya @kementerianpu, Senin (30/3/2026).

Selanjutnya, Inpres Nomor 7 Tahun 2025, yakni tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menegah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menegah atas Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran.

Baca Juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto

Dalam Inpres ini, Kementerian PU menargetkan rehabilitasi sekolah keagamaan pada 2026 mencapai 1.000 unit sekolah baru.

"Target rehabilitasi sekolah keagamaan mencapai 1.000 unit," sebut Kementerian PU.

Sementara Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, untuk memenuhi Inpres tersebut, Kementerian PU menargetkan sebanyak 204 unit Sekolah Rakyat akan terbangun di 2026.

Selanjutnya, untuk memenuhi Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi, Kementerian PU menargetkan dapat meningkatkan jalan sepanjang 2.191 km, pembangunan jalan daerah sepanjang 231 km, dan pembangunan jembatan sepanjang 589 m.

Baca Juga: Tiba di Jatim, Prabowo Akan Resmikan 166 SPPG Polri, Museum Ibu Marsinah, hingga Panen Raya Jagung

Terakhir, dalam memenuhi Inpres Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional, Kementerian PU menargetkan pembangunan sistem pengendalian banjir seluas 7.503 ha pada 2026, dari target keseluruhan seluas 10.000 ha.

Kemudian pembangunan jaringan irigasi rawa seluas 7.483 ha pada 2026 dari target keseluruhan seluas 10.000 ha, pembukaan akses jalan sepanjang 138,5 km, dan pembangunan lapis pondasi agregat sepanjang 51,3 km.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun wilayah yang lebih mandiri, terhubung, dan berkelanjutan," jelas Kementerian PU.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gagar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.