Minggu, 06 Sep 2026 15:33 WIB

SBY Ingatkan Pemerintah Ambil Kebijakan Terukur soal Gejolak Pasar Global

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Presiden Prabowo saat halal bihalal di Istana Negara Jakarta. (Dok. Instagram @prabowosubianto).
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Presiden Prabowo saat halal bihalal di Istana Negara Jakarta. (Dok. Instagram @prabowosubianto).

selalu.id - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi soal gejolak harga energi global yang kian tidak menentu, terutama minyak, gas, dan bahan bakar minyak (BBM).

Presiden RI ke-6 ini mengingatkan pemerintah agar sigap namun tetap terukur dalam mengambil kebijakan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Ponpes Tambakberas Sebelum Pembukaan Muktamar ke-35 NU

"Dari Singapura saya ikut mengamati gejolak pasar global, utamanya harga minyak, gas dan BBM. Meskipun harga energi masih sangat fluktuatif, dampak buruknya sudah dirasakan oleh semua negara, termasuk Indonesia," jelas SBY dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

SBY menyebut sejumlah negara di Asia telah mengambil langkah konkret untuk meredam dampak krisis energi. 

Ia mengaku mengikuti kebijakan yang diambil pemerintah Filipina dan Korea Selatan pada hari yang sama.

Indonesia tidak perlu panik menghadapi situasi ini. Namun, SBY menekankan pentingnya ketepatan dan kecepatan dalam merumuskan kebijakan.

"Untuk Indonesia, kita tak perlu panik. Meskipun, langkah-langkah kita tidak boleh terlambat dan tidak tepat," tegasnya.

SBY membandingkan kondisi saat ini dengan krisis serupa yang pernah dihadapi Indonesia di masa kepemimpinannya, yakni pada periode 2004–2005, 2008, dan 2013. 

Saat itu, lonjakan harga minyak dunia memberi tekanan besar terhadap fiskal negara, memperlebar defisit APBN, serta memicu inflasi.

Baca Juga: IJTI Surabaya Desak Presiden Prabowo Minta Maaf soal Istilah Londo Ireng

Ia mengungkapkan, pemerintah saat itu mengambil kebijakan kombinasi berupa penambahan subsidi dan kenaikan harga BBM, disertai kampanye penghematan energi secara masif.

“Keputusan itu tidak mudah. Gelombang pro dan kontra sangat tinggi, parlemen gaduh dan unjuk rasa tak terhindarkan. Tapi akhirnya ekonomi kita selamat,” katanya.

SBY menambahkan, perlindungan terhadap masyarakat miskin menjadi prioritas melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dalam konteks saat ini, ia menyatakan telah memantau langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mulai mempersiapkan kebijakan yang diperlukan.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap gerakan penghematan energi untuk menekan defisit anggaran negara.

Baca Juga: Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

“Untuk menyelamatkan APBN 2026 dan perekonomian Indonesia, beberapa opsi dapat dipilih. Yang penting ekonomi kita selamat,” tegasnya.

SBY menekankan tiga hal utama yang harus dijaga pemerintah, yakni pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, serta pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.

Selain itu, ia mengingatkan agar kelompok masyarakat rentan tetap menjadi prioritas perlindungan.

“Yang sangat penting adalah tetap terlindunginya saudara-saudara kita kaum tak mampu, yang pasti hidup mereka makin sulit,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item