Rabu, 22 Jul 2026 19:55 WIB

SBY Ingatkan Pemerintah Ambil Kebijakan Terukur soal Gejolak Pasar Global

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Presiden Prabowo saat halal bihalal di Istana Negara Jakarta. (Dok. Instagram @prabowosubianto).
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Presiden Prabowo saat halal bihalal di Istana Negara Jakarta. (Dok. Instagram @prabowosubianto).

selalu.id - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi soal gejolak harga energi global yang kian tidak menentu, terutama minyak, gas, dan bahan bakar minyak (BBM).

Presiden RI ke-6 ini mengingatkan pemerintah agar sigap namun tetap terukur dalam mengambil kebijakan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

"Dari Singapura saya ikut mengamati gejolak pasar global, utamanya harga minyak, gas dan BBM. Meskipun harga energi masih sangat fluktuatif, dampak buruknya sudah dirasakan oleh semua negara, termasuk Indonesia," jelas SBY dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

SBY menyebut sejumlah negara di Asia telah mengambil langkah konkret untuk meredam dampak krisis energi. 

Ia mengaku mengikuti kebijakan yang diambil pemerintah Filipina dan Korea Selatan pada hari yang sama.

Indonesia tidak perlu panik menghadapi situasi ini. Namun, SBY menekankan pentingnya ketepatan dan kecepatan dalam merumuskan kebijakan.

"Untuk Indonesia, kita tak perlu panik. Meskipun, langkah-langkah kita tidak boleh terlambat dan tidak tepat," tegasnya.

SBY membandingkan kondisi saat ini dengan krisis serupa yang pernah dihadapi Indonesia di masa kepemimpinannya, yakni pada periode 2004–2005, 2008, dan 2013. 

Saat itu, lonjakan harga minyak dunia memberi tekanan besar terhadap fiskal negara, memperlebar defisit APBN, serta memicu inflasi.

Baca Juga: Prabowo Beli Dua Sapi Simental untuk Kurban di Mojokerto, Bobotnya 1 Ton Lebih

Ia mengungkapkan, pemerintah saat itu mengambil kebijakan kombinasi berupa penambahan subsidi dan kenaikan harga BBM, disertai kampanye penghematan energi secara masif.

“Keputusan itu tidak mudah. Gelombang pro dan kontra sangat tinggi, parlemen gaduh dan unjuk rasa tak terhindarkan. Tapi akhirnya ekonomi kita selamat,” katanya.

SBY menambahkan, perlindungan terhadap masyarakat miskin menjadi prioritas melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dalam konteks saat ini, ia menyatakan telah memantau langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mulai mempersiapkan kebijakan yang diperlukan.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap gerakan penghematan energi untuk menekan defisit anggaran negara.

Baca Juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto

“Untuk menyelamatkan APBN 2026 dan perekonomian Indonesia, beberapa opsi dapat dipilih. Yang penting ekonomi kita selamat,” tegasnya.

SBY menekankan tiga hal utama yang harus dijaga pemerintah, yakni pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, serta pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.

Selain itu, ia mengingatkan agar kelompok masyarakat rentan tetap menjadi prioritas perlindungan.

“Yang sangat penting adalah tetap terlindunginya saudara-saudara kita kaum tak mampu, yang pasti hidup mereka makin sulit,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.