SBY Ingatkan Pemerintah Ambil Kebijakan Terukur soal Gejolak Pasar Global
- Penulis : Zein Muhammad
- | Rabu, 25 Mar 2026 18:38 WIB
selalu.id - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi soal gejolak harga energi global yang kian tidak menentu, terutama minyak, gas, dan bahan bakar minyak (BBM).
Presiden RI ke-6 ini mengingatkan pemerintah agar sigap namun tetap terukur dalam mengambil kebijakan.
Baca Juga: Prabowo Beli Dua Sapi Simental untuk Kurban di Mojokerto, Bobotnya 1 Ton Lebih
"Dari Singapura saya ikut mengamati gejolak pasar global, utamanya harga minyak, gas dan BBM. Meskipun harga energi masih sangat fluktuatif, dampak buruknya sudah dirasakan oleh semua negara, termasuk Indonesia," jelas SBY dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
SBY menyebut sejumlah negara di Asia telah mengambil langkah konkret untuk meredam dampak krisis energi.
Ia mengaku mengikuti kebijakan yang diambil pemerintah Filipina dan Korea Selatan pada hari yang sama.
Indonesia tidak perlu panik menghadapi situasi ini. Namun, SBY menekankan pentingnya ketepatan dan kecepatan dalam merumuskan kebijakan.
"Untuk Indonesia, kita tak perlu panik. Meskipun, langkah-langkah kita tidak boleh terlambat dan tidak tepat," tegasnya.
SBY membandingkan kondisi saat ini dengan krisis serupa yang pernah dihadapi Indonesia di masa kepemimpinannya, yakni pada periode 2004–2005, 2008, dan 2013.
Saat itu, lonjakan harga minyak dunia memberi tekanan besar terhadap fiskal negara, memperlebar defisit APBN, serta memicu inflasi.
Baca Juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto
Ia mengungkapkan, pemerintah saat itu mengambil kebijakan kombinasi berupa penambahan subsidi dan kenaikan harga BBM, disertai kampanye penghematan energi secara masif.
“Keputusan itu tidak mudah. Gelombang pro dan kontra sangat tinggi, parlemen gaduh dan unjuk rasa tak terhindarkan. Tapi akhirnya ekonomi kita selamat,” katanya.
SBY menambahkan, perlindungan terhadap masyarakat miskin menjadi prioritas melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Dalam konteks saat ini, ia menyatakan telah memantau langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mulai mempersiapkan kebijakan yang diperlukan.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap gerakan penghematan energi untuk menekan defisit anggaran negara.
Baca Juga: Tiba di Jatim, Prabowo Akan Resmikan 166 SPPG Polri, Museum Ibu Marsinah, hingga Panen Raya Jagung
“Untuk menyelamatkan APBN 2026 dan perekonomian Indonesia, beberapa opsi dapat dipilih. Yang penting ekonomi kita selamat,” tegasnya.
SBY menekankan tiga hal utama yang harus dijaga pemerintah, yakni pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, serta pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.
Selain itu, ia mengingatkan agar kelompok masyarakat rentan tetap menjadi prioritas perlindungan.
“Yang sangat penting adalah tetap terlindunginya saudara-saudara kita kaum tak mampu, yang pasti hidup mereka makin sulit,” pungkas dia.
Editor : Zein Muhammad